Menteri Desa Bantah Isu Koperasi Merah Putih Matikan Usaha Kelontong Milik Warga
Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto membantah kabar yang menyebut pemerintah akan menutup toko kelontong di desa dan kelurahan yang berada dalam radius dua kilometer dari Koperasi Desa Merah Putih. Ia menegaskan informasi yang beredar melalui video di media sosial tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Yandri menyampaikan, video yang menampilkan dirinya seolah-olah mengeluarkan pernyataan mengenai penutupan toko kelontong adalah konten palsu yang sengaja dibuat untuk menyesatkan publik. Menurutnya, narasi tersebut tidak pernah disampaikan dalam forum maupun pernyataan resmi pemerintah.
Dalam beberapa hari terakhir, video tersebut ramai beredar di berbagai platform media sosial dan memicu keresahan di kalangan pelaku usaha mikro, khususnya pemilik toko kelontong di desa dan kelurahan.
Menanggapi hal itu, Yandri menegaskan pemerintah tidak memiliki kebijakan untuk mematikan usaha masyarakat melalui program Koperasi Desa Merah Putih. Sebaliknya, koperasi tersebut dibentuk sebagai instrumen penguatan ekonomi desa yang bersifat kolaboratif.
Sebagai langkah hukum, Yandri mengaku telah melaporkan penyebaran video rekayasa tersebut kepada Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri). Laporan itu bertujuan mengungkap pihak yang membuat dan menyebarluaskan konten manipulatif tersebut.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas pelaku pembuat video palsu yang dinilai berpotensi menimbulkan keresahan serta menyebarkan disinformasi kepada masyarakat.
Yandri juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati menerima informasi yang beredar di media sosial, terutama yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah. Ia meminta masyarakat selalu memverifikasi informasi melalui sumber resmi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
Menurutnya, perkembangan teknologi AI memang memberikan banyak manfaat, namun juga dapat disalahgunakan untuk membuat konten palsu yang menyerupai pernyataan tokoh publik sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.
Lebih lanjut, Yandri menegaskan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih justru dirancang untuk memperkuat ekosistem ekonomi desa melalui kolaborasi dengan pelaku UMKM, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta berbagai usaha masyarakat yang telah berjalan.
Ia memastikan pemerintah berkomitmen mendorong sinergi antara koperasi dan pelaku usaha lokal agar pertumbuhan ekonomi desa semakin kuat tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha masyarakat.
Baca Juga
Komentar