Enam Petinggi TOWR Kompak Jual 224,23 Juta Saham, Nilainya Capai Rp98,04 Miliar Terbaru
JAKARTA – Enam petinggi PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) kompak melepas kepemilikan saham perseroan dengan total mencapai 224,23 juta saham. Nilai transaksi penjualan saham tersebut mencapai sekitar Rp98,04 miliar.
Aksi divestasi tersebut dilakukan oleh empat direktur dan dua komisaris TOWR pada 16 September 2026. Seluruh transaksi tercatat dilakukan pada harga Rp437 per saham.
Penjualan saham oleh jajaran direksi dan komisaris tersebut terjadi ketika harga saham TOWR tengah mengalami tekanan di pasar.
Pada penutupan perdagangan Jumat (18/9/2026), saham TOWR terkoreksi 6,33 persen ke level Rp414 per saham. Dalam lima hari perdagangan terakhir, saham perseroan juga tercatat turun secara akumulatif sebesar 8,81 persen.
Direktur Utama Jual Hampir 97 Juta Saham
Direktur Utama TOWR Ferdinandus Aming Santoso menjadi petinggi perseroan yang melepas saham dalam jumlah terbesar.
Ferdinandus menjual sebanyak 96,998 juta saham dengan harga Rp437 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp42,39 miliar.
Setelah transaksi, kepemilikan saham Ferdinandus turun drastis. Sebelumnya, ia memiliki sekitar 109,61 juta saham, setara dengan 0,18 persen hak suara.
Kini, kepemilikannya tersisa sekitar 12,61 juta saham atau setara dengan 0,0213 persen hak suara.
Tiga Direktur Lain Ikut Lepas Saham
Direktur TOWR Eko Santoso Hadiprodjo juga melepas saham dalam jumlah besar. Ia menjual sebanyak 39,673 juta saham pada harga Rp437 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp17,34 miliar.
Pasca transaksi, kepemilikan Eko menyusut menjadi sekitar 3,99 juta saham, setara 0,007 persen hak suara. Sebelumnya, ia tercatat memiliki 43,67 juta saham atau 0,074 persen hak suara.
Transaksi serupa dilakukan Direktur TOWR Indra Gunawan. Ia menjual 39,673 juta saham dengan harga Rp437 per saham dan memperoleh nilai transaksi sekitar Rp17,34 miliar.
Kepemilikan Indra setelah transaksi turun menjadi sekitar 1,17 juta saham atau 0,0019 persen hak suara. Sebelumnya, ia menguasai sekitar 40,84 juta saham atau 0,0691 persen hak suara.
Direktur TOWR Anita Anwar juga melakukan divestasi dalam jumlah besar dengan menjual 32,164 juta saham senilai sekitar Rp14,05 miliar.
Penjualan tersebut membuat kepemilikan Anita di TOWR hampir habis. Setelah transaksi, ia hanya menyisakan 2.600 saham, atau mendekati 0 persen, dari sebelumnya sebanyak 32,166 juta saham dengan hak suara 0,054 persen.
Dua Komisaris Turut Lepas Saham
Di jajaran komisaris, Ario Wibisono menjual sebanyak 7,861 juta saham pada harga Rp437 per saham. Nilai transaksi tersebut mencapai sekitar Rp3,43 miliar.
Setelah penjualan, kepemilikan Ario menjadi sekitar 241,655 juta saham, setara 0,4089 persen hak suara. Sebelumnya, ia memiliki sekitar 249,52 juta saham atau 0,422 persen hak suara.
Sementara itu, Komisaris TOWR Kenny Harjo melepas seluruh saham yang dimilikinya. Ia menjual 7,861 juta saham, setara 0,0133 persen hak suara, dengan nilai transaksi sekitar Rp3,43 miliar.
Dengan transaksi tersebut, Kenny tidak lagi memiliki saham TOWR setelah seluruh kepemilikannya dilepas.
Secara keseluruhan, enam petinggi TOWR tersebut melepas 224,23 juta saham dengan nilai sekitar Rp98,04 miliar. Seluruh transaksi dilakukan pada harga Rp437 per saham pada 16 September 2026.
Aksi penjualan tersebut menjadi perhatian pasar karena dilakukan secara bersamaan oleh jajaran direksi dan komisaris, sementara saham TOWR pada perdagangan berikutnya berada dalam tekanan.
Namun, transaksi penjualan saham oleh jajaran manajemen tersebut tidak dengan sendirinya menjelaskan alasan di balik keputusan masing-masing pihak. Informasi mengenai tujuan transaksi perlu merujuk pada keterbukaan informasi perseroan dan dokumen transaksi yang disampaikan kepada pasar.
Baca Juga
Komentar