Dividen Rp120 Triliun Dipertanyakan, Rosan Akan Bahas dengan Suahasil Hari Ini
JAKARTA — Rencana setoran dividen sebesar Rp120 triliun dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) kepada negara masih belum menemui kepastian. CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan persoalan tersebut akan dibahas bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara.
Rosan menyampaikan hal itu usai menghadiri rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (16/9/2026) malam.
Menurut Rosan, terdapat sejumlah hal terkait pengelolaan investasi dan keuangan negara yang perlu dibicarakan bersama Suahasil, termasuk rencana setoran dividen Rp120 triliun tersebut.
“Ada beberapa hal yang nanti kami juga, Prof Suahasil, semuanya akan kita diskusikan. Rencananya juga akan segera bertemu,” ujar Rosan.
Rosan memastikan pertemuan dengan Suahasil akan dilakukan dalam waktu dekat. Ia menyebut komunikasi antara Danantara dan Kementerian Keuangan sejauh ini berjalan dengan baik.
Menurut dia, pembahasan tersebut diperlukan untuk mencari solusi atas sejumlah persoalan yang berkaitan dengan pengelolaan investasi dan keuangan negara.
Rencana setoran Rp120 triliun sebelumnya menjadi salah satu pembahasan terkait kontribusi Danantara terhadap penerimaan negara. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai mekanisme maupun kelanjutan setoran tersebut.
Rosan sebelumnya juga telah menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan setelah Suahasil Nazara dilantik sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.
Suahasil resmi menjabat Menteri Keuangan setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026). Serah terima jabatan dengan Purbaya kemudian berlangsung di Kementerian Keuangan pada Selasa (15/9/2026).
Pergantian Menteri Keuangan tersebut membuat pembahasan mengenai rencana setoran dividen Danantara kembali menjadi perhatian.
Saat ditemui setelah mengikuti ratas di Istana, Suahasil belum memberikan penjelasan mengenai kelanjutan rencana setoran Rp120 triliun tersebut.
Suahasil juga tidak memberikan jawaban ketika ditanya mengenai apakah setoran dividen tersebut akan tetap dilanjutkan.
Ia juga tidak memberikan keterangan terkait pertanyaan mengenai kabar bahwa Presiden Prabowo mempersoalkan rencana penarikan dividen tersebut. Suahasil memilih meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan setelah mengucapkan terima kasih kepada awak media.
Rencana setoran Rp120 triliun sebelumnya dikaitkan dengan kontribusi keuntungan Danantara kepada kas negara. Besaran tersebut sebelumnya disebut dalam pembahasan pemerintah mengenai pengelolaan dividen dan aset badan usaha milik negara (BUMN).
Di sisi lain, Danantara memiliki mandat dalam pengelolaan aset dan investasi BUMN. Karena itu, pembahasan mengenai pembagian keuntungan perlu dikoordinasikan dengan pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan.
Rosan mengatakan pembahasan dengan Suahasil nantinya akan mencakup sejumlah persoalan, bukan hanya mengenai nominal dividen Rp120 triliun.
Ia kembali menegaskan bahwa komunikasi antara Danantara dan Kementerian Keuangan berlangsung baik. Kedua pihak akan duduk bersama untuk membahas mekanisme dan langkah selanjutnya.
Dengan demikian, sampai Kamis (17/9/2026), rencana setoran dividen Rp120 triliun dari Danantara kepada negara masih berada dalam tahap pembahasan. Belum ada keputusan final mengenai apakah nominal tersebut akan tetap disetorkan sesuai rencana sebelumnya.
Pertemuan Rosan dan Suahasil nantinya menjadi salah satu tahapan untuk menentukan kelanjutan pembahasan mengenai kontribusi Danantara terhadap keuangan negara.
Baca Juga
Komentar