Terbaru Prabowo Siap Hadapi Risiko Politik, Program Prioritas Tetap Dipercepat
JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap menghadapi berbagai risiko politik yang muncul seiring percepatan pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat berdialog dengan sejumlah jurnalis senior, pimpinan media nasional, dan pakar di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Pernyataan itu dikutip pada Rabu (16/9/2026).
Dalam dialog tersebut, Prabowo ditanya mengenai potensi risiko politik yang harus dihadapi karena pemerintah menjalankan sejumlah program prioritas secara bersamaan.
Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Sekolah Rakyat, swasembada pangan, serta swasembada energi.
Metro TV melaporkan pertanyaan mengenai risiko politik itu muncul di tengah perhatian terhadap dinamika tingkat kepuasan publik atau approval rating yang dalam survei tertentu berada pada kisaran 40–50 persen.
Menanggapi hal tersebut, Prabowo mengatakan setiap keputusan memiliki risiko. Ia menyatakan pemerintah tetap perlu menjalankan program yang dinilai berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Hidup adalah selalu risiko. Anda naik mobil itu risiko. Iya kan? Apa Anda yakin naik mobil Anda tidak tertabrak? Everything has a risk,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, percepatan program prioritas dilakukan karena sejumlah persoalan masyarakat membutuhkan penanganan segera.
Ia secara khusus menyoroti persoalan kebutuhan pangan dan kelaparan. Menurutnya, masyarakat yang mengalami kelaparan tidak dapat menunggu terlalu lama untuk mendapatkan penanganan.
“Orang lapar itu tidak bisa menunggu lama,” ujar Prabowo.
Karena itu, Prabowo mengakui pemerintah memang sengaja mempercepat pelaksanaan berbagai program prioritas pada periode awal pemerintahannya.
“Tapi kalau Anda bilang saya ngegas, iya,” kata Prabowo dalam dialog tersebut.
Selain program pangan dan gizi, pemerintah juga menjalankan program Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat sebagai bagian dari agenda prioritas.
Prabowo juga menyinggung program swasembada energi dan pangan yang menurut pemerintah merupakan bagian dari upaya memperkuat kemampuan nasional dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman atas percepatan program swasembada pangan.
Prabowo mengatakan target awal swasembada pangan yang sebelumnya diberikan dalam waktu empat tahun dapat dicapai dalam waktu satu tahun.
“Saya beri waktu tadinya swasembada pangan empat tahun, tapi saya harus mengakui punya menteri pertanian yang hebat. Dari empat tahun, dia bisa hasilkan swasembada pangan satu tahun,” tutur Prabowo.
Pernyataan tersebut sejalan dengan keterangan Kementerian Pertanian yang sebelumnya menyebut target swasembada pangan dipercepat dari empat tahun menjadi satu tahun.
Pemerintah menyebut percepatan tersebut merupakan hasil kerja Kementerian Pertanian bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pemangku kepentingan di sektor pertanian.
Dalam pernyataan pemerintah pada Agustus 2026, Presiden Prabowo juga menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada sejumlah komoditas strategis.
Di sisi lain, Prabowo menyatakan dirinya tidak menjadikan dinamika tingkat kepuasan publik sebagai alasan untuk menghentikan program yang telah dijalankan.
Ia menegaskan bahwa tugas utamanya adalah bekerja untuk rakyat dan menjalankan mandat yang diberikan kepadanya.
“Anyway, saya bekerja untuk rakyat, saya disumpah,” kata Prabowo. Ia menambahkan bahwa pada waktunya masyarakat yang akan menentukan apakah dirinya kembali memperoleh mandat.
Dengan demikian, Prabowo menempatkan percepatan program prioritas sebagai bagian dari agenda pemerintah yang tetap dijalankan meski terdapat risiko politik dan dinamika penilaian publik terhadap kinerja pemerintah.
Baca Juga
Komentar