97 Kali Khatam Al-Qur’an, Hari Ini Muslimat NU Karawang Gelar Maulid Nabi di Kediaman Hj. Yati Yunanto
KARAWANG – PENAIINSIGHT.COM – Semangat ukhuwah Islamiyah dan kecintaan terhadap Al-Qur’an mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Khotmil Qur’an yang digelar Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (PCMNU) Kabupaten Karawang bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Karawang Barat (Karbar).
Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman keluarga besar almarhum Dr. Yunanto, pemilik RS Dewi Sri Karawang, yang juga merupakan kediaman Penasehat PCMNU Kabupaten Karawang dan PAC Karbar, Hj. Yati Yunanto, S.Pd.I., SH., MM., pada Rabu (16/9/2026).
Acara berlangsung dalam suasana khidmat sekaligus penuh kekeluargaan. Para pengurus dan jamaah Muslimat NU mengikuti rangkaian kegiatan dengan lantunan tahlil, sholawat, pembacaan Al-Qur’an hingga doa bersama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil yang dipimpin Drs. KH. Lili Wahyudi, MD. Setelah itu, jamaah melanjutkan acara dengan lantunan sholawat Nabi yang dipimpin langsung oleh shohibul bait, Hj. Yati Yunanto.
Suasana semakin khidmat ketika kegiatan memasuki agenda Khotmil Qur’an. Prosesi tersebut dipimpin Hj. Ainun Jariyah, S.Pd. dari Bidang Dakwah PCMNU Kabupaten Karawang.
Hj. Ainun Jariyah mewakili Ketua PCMNU Kabupaten Karawang, Hj. Masroyatin, S.Pd., M.Si., yang berhalangan hadir karena sakit. Dalam kesempatan tersebut, para jamaah turut mendoakan agar Hj. Masroyatin segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas bersama umat.
Tadarus PCMNU Capai 97 Kali Khatam
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah capaian tadarus Al-Qur’an yang dilakukan secara rutin oleh para ibu-ibu Muslimat NU Kabupaten Karawang.

Admin Grup Tadarus PCMNU, Iis Mulyani, menyampaikan rasa syukur atas konsistensi para jamaah dalam membaca Al-Qur’an hingga berhasil mencapai 97 kali khatam.
“Alhamdulillah, berkat istiqomah ibu-ibu sholehah, khataman Al-Qur’an untuk PCMNU Kabupaten Karawang sudah berjalan 97 kali khataman. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan kita selalu sehat wal’afiat dalam membaca Al-Qur’an,” ujar Iis.
Capaian tersebut menjadi bagian dari semangat para jamaah untuk menjaga kebiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin. Kegiatan tadarus juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antarpengurus dan anggota Muslimat NU.
Tidak hanya PCMNU, kegiatan tadarus di tingkat PAC Karbar juga mencatat capaian tersendiri. Lia dari PAC Karbar menyebut kelompok tadarus di wilayahnya telah menyelesaikan 67 kali khatam Al-Qur’an.
“Alhamdulillah, pengurus PAC Karbar juga sudah khatam 67 kali. Dengan membaca Al-Qur’an, hati menjadi tenang dan nyaman, seolah beban hidup terangkat,” kata Lia.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jamaah Muslimat NU Karbar yang terus menjaga kebiasaan membaca Al-Qur’an melalui grup tadarus.
Maulid Nabi dan Khotmil Qur’an Jadi Momentum Silaturahmi
Hj. Yati Yunanto yang juga menjadi Penasehat PCMNU dan PAC Karbar menjelaskan alasan penyelenggaraan Maulid Nabi dan Khotmil Qur’an secara bersamaan.
Menurutnya, terdapat sejumlah alasan yang mendasari penyatuan kedua kegiatan tersebut. Salah satunya adalah mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antara pengurus serta jamaah Muslimat NU dari tingkat cabang dan anak cabang.
“Kedua, Maulid Nabi dan Khotmil Qur’an adalah satu kesatuan. Nabi Muhammad SAW adalah suri tauladan berakhlaqul karimah, dan Al-Qur’an adalah petunjuk hidup yang harus kita cintai,” tutur Hj. Yati.
Ia berharap kebersamaan antara PCMNU dan PAC Karbar dapat terus terjaga melalui berbagai kegiatan keagamaan maupun kegiatan organisasi lainnya.
“Ketiga, saya berharap Muslimat NU bisa terus kompak, bekerja sama di bidang apapun untuk memajukan organisasi, dan menjadikan gemar membaca Al-Qur’an sebagai budaya,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa, muhabbah dan ramah tamah bersama. Para jamaah juga menikmati hidangan bersama dalam suasana kekeluargaan.
Peringatan Maulid Nabi dan Khotmil Qur’an tersebut menjadi momentum bagi jamaah Muslimat NU Karawang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus menjaga tradisi membaca Al-Qur’an secara rutin di lingkungan organisasi.
(Hj. Kawiroh Nasor).
Baca Juga
Komentar