Listrik Padam di Bekasi, Wali Kota Turun Tangan! Tri Adhianto Siagakan Genset demi Jaga Layanan Publik
BEKASI – Pemadaman listrik yang melanda sejumlah wilayah di Kota Bekasi pada Minggu (21/6/2026) memicu perhatian serius dari Pemerintah Kota Bekasi. Gangguan pasokan listrik yang terjadi sejak pagi hari itu tidak hanya berdampak pada aktivitas masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu layanan publik, kegiatan usaha, hingga aktivitas pendidikan.
Merespons kondisi tersebut, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto langsung menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk melakukan langkah antisipatif. Salah satu instruksi utama adalah memastikan kesiapan genset cadangan di seluruh fasilitas pelayanan publik agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal meskipun terjadi gangguan pasokan listrik dari PLN.
Langkah cepat tersebut dinilai penting mengingat pemadaman listrik terjadi di sejumlah kawasan padat penduduk dan pusat aktivitas ekonomi Kota Bekasi yang memiliki mobilitas tinggi setiap harinya.
Tri Adhianto Minta Layanan Publik Tetap Berjalan
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa pelayanan publik tidak boleh terhenti hanya karena gangguan listrik yang terjadi secara mendadak.
Menurutnya, seluruh organisasi perangkat daerah harus memiliki skenario mitigasi untuk menghadapi kondisi darurat seperti pemadaman listrik, bencana alam, maupun gangguan layanan lainnya.
“Yang pertama saya sudah menginstruksikan pada jajaran untuk melakukan antisipasi internal, terutama pelayanan publik agar mempersiapkan genset yang tersedia. Situasi seperti ini memang tidak bisa diprediksi, tetapi yang paling penting pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terhambat,” ujar Tri Adhianto usai mengikuti kegiatan senam pagi pada Minggu (21/6/2026).
Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti oleh sejumlah instansi pemerintah daerah, termasuk kantor pelayanan administrasi, fasilitas kesehatan, pusat layanan masyarakat, hingga unit-unit pelayanan yang berhubungan langsung dengan kebutuhan warga.
Pemanfaatan genset menjadi solusi sementara untuk memastikan aktivitas pelayanan tetap berlangsung selama proses pemulihan sistem kelistrikan dilakukan oleh PLN.
Pemadaman Mulai Terjadi Sejak Pagi
Berdasarkan informasi dari PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Bekasi, pemadaman mulai diberlakukan sekitar pukul 09.00 WIB.
Gangguan tersebut dipicu oleh penurunan kapasitas suplai listrik akibat kendala teknis operasional pada salah satu pembangkit yang terhubung ke sistem kelistrikan Jawa.
Untuk menjaga stabilitas sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas pada sejumlah wilayah terdampak.
Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah teknis untuk menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan listrik selama proses perbaikan berlangsung.
PLN menegaskan bahwa langkah tersebut bersifat sementara dan dilakukan demi menjaga keandalan sistem kelistrikan secara keseluruhan.
Daftar Wilayah Bekasi yang Terdampak
Gangguan listrik kali ini terutama terjadi pada wilayah yang berada di jalur Penyulang Gladiol.
Beberapa kawasan yang terdampak antara lain:
-
Kelurahan Bekasi Jaya
-
BJI Irigasi
-
Bekasi Permai
-
Jalan Agus Salim
-
Premier Serenity
-
Kawasan BLK
-
Sekolah Global
-
SMAN 1 Bekasi Jaya
-
Danita dan sekitarnya
Wilayah-wilayah tersebut merupakan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang cukup tinggi, sehingga pemadaman listrik langsung dirasakan oleh warga maupun pelaku usaha.
Beberapa warga mengeluhkan terganggunya aktivitas rumah tangga, koneksi internet, hingga operasional usaha kecil yang bergantung pada pasokan listrik.
Di sejumlah lokasi, pemadaman juga menyebabkan pendingin ruangan tidak berfungsi sehingga aktivitas menjadi kurang nyaman, terutama saat cuaca siang hari cukup panas.
Dampak ke Dunia Usaha dan Aktivitas Harian
Pemadaman listrik tidak hanya berdampak pada rumah tangga. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga merasakan dampaknya secara langsung.
Beberapa usaha kuliner yang mengandalkan peralatan listrik mengalami kendala operasional. Begitu pula dengan toko-toko ritel, minimarket, dan pelaku usaha berbasis digital yang membutuhkan koneksi internet stabil untuk melayani pelanggan.
Di era digital saat ini, listrik menjadi salah satu kebutuhan utama yang menopang hampir seluruh aktivitas ekonomi.
Gangguan listrik dalam beberapa jam saja dapat memengaruhi produktivitas kerja, transaksi elektronik, hingga layanan pembayaran digital yang kini semakin banyak digunakan masyarakat.
Meski demikian, sejumlah pelaku usaha mengaku memahami kondisi tersebut selama PLN dapat segera menyelesaikan proses pemulihan sistem secara cepat dan transparan.
PLN Minta Maaf kepada Masyarakat
Menanggapi keluhan masyarakat yang terdampak, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.
Menurutnya, PLN memahami bahwa gangguan pasokan listrik menimbulkan ketidaknyamanan dan dapat memengaruhi aktivitas masyarakat maupun dunia usaha.
“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat atas terjadinya pemadaman bergilir. Kami terus bekerja siang dan malam untuk memastikan gangguan ini dapat segera terselesaikan secara tuntas,” ujar Darmawan dalam pernyataan resmi yang disampaikan melalui media sosial PLN.
Pernyataan tersebut menunjukkan keseriusan PLN dalam menangani gangguan yang terjadi.
Tim teknis PLN disebut terus melakukan berbagai langkah perbaikan untuk mengembalikan kapasitas sistem kelistrikan agar dapat beroperasi normal secepat mungkin.
Informasi Pemadaman Bersifat Dinamis
PLN juga mengingatkan masyarakat bahwa informasi mengenai wilayah terdampak dan durasi pemadaman bersifat tentatif.
Artinya, kondisi di lapangan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan proses penanganan gangguan teknis yang sedang dilakukan.
Karena itu, masyarakat diminta untuk terus memantau informasi resmi dari PLN melalui aplikasi PLN Mobile, media sosial resmi PLN, maupun kanal komunikasi lainnya.
Dengan cara tersebut, warga dapat memperoleh informasi terbaru terkait jadwal pemulihan maupun kemungkinan perubahan wilayah terdampak.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan listrik secara bijak setelah pasokan kembali normal guna membantu menjaga kestabilan sistem kelistrikan.
Pentingnya Kesiapan Infrastruktur Cadangan
Peristiwa pemadaman listrik di Bekasi kembali mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur energi cadangan, terutama pada fasilitas pelayanan publik.
Rumah sakit, pusat kesehatan masyarakat, kantor pelayanan administrasi, hingga fasilitas pendidikan harus memiliki sistem cadangan yang mampu beroperasi saat terjadi gangguan pasokan utama.
Kesiapan genset dan sistem kelistrikan darurat menjadi faktor penting dalam menjaga kontinuitas pelayanan kepada masyarakat.
Langkah yang diambil Pemerintah Kota Bekasi melalui instruksi penggunaan genset menunjukkan bahwa mitigasi risiko harus menjadi bagian dari manajemen pelayanan publik modern.
Ke depan, investasi pada sistem energi cadangan dan teknologi ketahanan infrastruktur diperkirakan akan menjadi kebutuhan yang semakin penting bagi kota-kota besar di Indonesia.
Warga Berharap Gangguan Segera Pulih
Sementara itu, warga berharap proses pemulihan dapat berjalan cepat sehingga aktivitas sehari-hari kembali normal.
Selain kebutuhan rumah tangga, masyarakat juga sangat bergantung pada listrik untuk bekerja, belajar, hingga menjalankan usaha.
Gangguan yang berlangsung terlalu lama berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi dan menurunkan produktivitas masyarakat.
Dengan koordinasi antara Pemerintah Kota Bekasi dan PLN, diharapkan proses pemulihan sistem dapat berjalan optimal sehingga pasokan listrik kembali stabil dalam waktu sesingkat mungkin.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa ketahanan energi tetap menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas perkotaan yang semakin kompleks dan bergantung pada teknologi.
Baca Juga
Komentar