DK3B Kota Bekasi Resmi Dilantik Sekda Junaedi, Era Baru Kebangkitan Seni dan Budaya Dimulai
KOTA BEKASI — Gelora kebangkitan seni dan budaya di Kota Bekasi resmi memasuki babak baru. Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kota Bekasi (DK3B) periode 2026–2030 resmi dilantik oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Junaedi, di Gedung Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Rabu (13/5/2026).
Pelantikan tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara pemerintah daerah, para seniman, budayawan, hingga komunitas kreatif dalam memperkuat seni dan kebudayaan sebagai salah satu fondasi pembangunan Kota Bekasi yang humanis, kreatif, dan berkarakter.
Sebanyak 47 pengurus dan anggota dari berbagai komite seni resmi dikukuhkan dalam suasana yang berlangsung khidmat sekaligus meriah. Acara juga diwarnai berbagai penampilan seni kolaboratif mulai dari tari tradisional, pertunjukan musik, hingga musikalisasi puisi yang dibawakan para seniman lokal Kota Bekasi.
Ketua Umum DK3B periode 2026–2030, K. Alamsyah Pradja, menegaskan bahwa kepengurusan baru akan berfokus pada penguatan pelestarian budaya, pengembangan ekosistem seni, serta memperluas kolaborasi lintas sektor.
“Kedepan kami akan lebih fokus kepada pelestarian, pengembangan, dan kolaborasi. Mulai dari pendokumentasian kesenian tradisional, pemberdayaan para seniman, hingga membangun ekosistem budaya yang inklusif dan produktif,” ujar Alamsyah dalam sambutannya.
Menurutnya, seni dan budaya bukan sekadar hiburan, melainkan bagian penting dari identitas dan denyut kehidupan masyarakat Kota Bekasi. Karena itu, ruang kreatif bagi para pelaku seni harus terus diperluas agar lahir regenerasi dan inovasi budaya yang berkelanjutan.
Ia juga menilai perkembangan Kota Bekasi sebagai kota urban harus tetap dibarengi dengan penguatan karakter budaya lokal agar masyarakat tidak kehilangan identitas di tengah pesatnya modernisasi.
“Seni harus menjadi jantung peradaban kota. Dari budaya, kita membangun rasa, identitas, dan masa depan Kota Bekasi yang lebih berwarna,” katanya.
Sementara itu, Sekda Kota Bekasi Junaedi menyampaikan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap keberadaan DK3B sebagai mitra strategis dalam menjaga sekaligus mengembangkan kebudayaan daerah.
Menurutnya, pembangunan sebuah kota tidak hanya diukur dari kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari bagaimana daerah mampu menjaga nilai budaya, karakter, serta ruang ekspresi masyarakatnya.
“Kebudayaan menjadi identitas yang membedakan Kota Bekasi dengan daerah lain. Karena itu, keberadaan DK3B memiliki peran penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus mendorong kreativitas masyarakat,” ujar Junaedi.
Ia berharap DK3B mampu menjadi wadah kolaboratif bagi seluruh pelaku seni dan budaya untuk menghadirkan berbagai program yang mampu menghidupkan ruang budaya di tengah masyarakat.
Selain itu, DK3B juga diharapkan dapat berperan aktif dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi kreatif berbasis budaya lokal yang memiliki potensi besar di Kota Bekasi.
Dengan kepengurusan baru ini, DK3B diharapkan tidak hanya menjadi organisasi seremonial, tetapi mampu menghadirkan gerakan nyata dalam pelestarian seni tradisional, pembinaan generasi muda, hingga pengembangan industri kreatif berbasis budaya.
Momentum pelantikan ini sekaligus menjadi penanda optimisme baru bagi dunia seni dan budaya di Kota Bekasi agar semakin berkembang, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpijak pada nilai dan akar budaya Nusantara.
Baca Juga
Komentar