Terbaru 100 UMKM Ikuti Pelatihan Wirausaha Baru Jabar 2026, Siap Cetak Pengusaha Digital dan Naik Kelas
Bandung — Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus memperkuat kualitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui program pengembangan sumber daya manusia kewirausahaan. Salah satunya diwujudkan melalui Pelatihan Wirausaha Baru (WUB) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (Diskuk) Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada 11 hingga 13 Mei 2026 tersebut diselenggarakan melalui UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat dengan melibatkan 100 peserta dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Pelatihan yang digelar di Kantor UPTD Pendidikan dan Pelatihan Perkoperasian dan Wirausaha Provinsi Jawa Barat itu dibagi ke dalam empat angkatan sebagai upaya meningkatkan efektivitas pembelajaran dan pendampingan bagi peserta.
Plh Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat, Ambar Triwidodo, mengatakan penguatan kemampuan kewirausahaan menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan teknologi dan persaingan usaha yang semakin terbuka.
Menurutnya, UMKM saat ini tidak hanya dituntut mampu bertahan, tetapi juga harus bisa berkembang, adaptif terhadap perubahan pasar, dan memiliki kemampuan membaca peluang usaha di era digital.
“Di tengah perkembangan zaman dan persaingan yang semakin terbuka, kemampuan berwirausaha menjadi salah satu keterampilan penting untuk menciptakan peluang kerja, meningkatkan pendapatan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ambar Triwidodo.
Ia menjelaskan, UMKM memiliki peran strategis sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menciptakan usaha yang sehat dan berdaya saing.
Dalam pelatihan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan teori dasar bisnis, tetapi juga dibekali kemampuan praktis terkait pengelolaan usaha dan strategi pengembangan bisnis modern.
“Kita tidak hanya belajar teori bisnis, tapi juga belajar dan berlatih tentang cara melihat peluang, mengelola risiko, dan membuat produk yang dibutuhkan orang lain,” katanya.
Selama tiga hari pelatihan, peserta memperoleh materi intensif selama 24 jam pelajaran yang mencakup berbagai aspek kewirausahaan modern.
Materi tersebut meliputi pembangunan jiwa kewirausahaan dan etika bisnis, penyusunan ide usaha, perhitungan kebutuhan modal, penyusunan business model canvas, pengembangan kemitraan usaha, komunikasi bisnis, hingga strategi pemasaran digital.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pelatihan pencatatan laporan keuangan menggunakan aplikasi SIAPIK guna memperkuat tata kelola administrasi dan keuangan usaha secara digital.
Pelatihan ini menghadirkan pengajar dari berbagai perguruan tinggi, komunitas bisnis, lembaga usaha, hingga sektor swasta yang memiliki pengalaman dalam pengembangan UMKM.
Beberapa lembaga yang terlibat antara lain Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sangga Buana, Universitas Nusa Putra, UNIKOM, KADIN Jawa Barat, Tokopedia, Bank BJB, serta sejumlah praktisi bisnis dan perusahaan pendamping UMKM.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan mampu memberikan wawasan praktis sekaligus membuka akses jejaring usaha bagi para peserta pelatihan.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap program Pelatihan Wirausaha Baru dapat melahirkan lebih banyak pelaku usaha muda yang inovatif, kreatif, dan siap bersaing di pasar digital.
Selain meningkatkan kualitas usaha, program ini juga diharapkan mampu membuka lapangan pekerjaan baru serta memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis UMKM di berbagai daerah di Jawa Barat.
Dengan meningkatnya kapasitas pelaku usaha, UMKM diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga menjadi sektor unggulan yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar