Mobil MBG Hantam Dua Gerobak Pedagang di Bekasi Timur, Empat Orang Jadi Korban
KOTA BEKASI — Kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan operasional dapur SPPG Makan Bergizi Gratis (MBG) terjadi di Jalan Kalimantan Raya, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah mobil MBG diduga melaju dalam kecepatan tinggi sebelum akhirnya oleng dan menabrak dua gerobak pedagang kaki lima di pinggir jalan.
Insiden tersebut mengakibatkan empat orang menjadi korban. Dua korban merupakan pedagang yang berada di lokasi kejadian, sementara dua lainnya merupakan sopir dan kernet dari kendaraan MBG tersebut.
Salah seorang saksi mata, Yuli (53), mengaku sempat melihat kendaraan melaju tidak stabil beberapa saat sebelum kecelakaan terjadi. Saat itu dirinya baru keluar dari minimarket dan hendak menyeberang jalan.
“Mobil itu dari arah sana sudah agak oleng dan agak begitu kencang. Kita buru-buru nyebrang, kalau enggak mungkin kita juga kena,” ujar Yuli saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, sesaat setelah dirinya berada di seberang jalan, terdengar suara benturan keras yang membuat warga sekitar panik dan berhamburan mendatangi lokasi.
“Pas sampai seberang langsung bunyi keras banget. Kayak petir tunggal, semua orang kaget,” katanya.
Diduga pengemudi kehilangan kendali sehingga kendaraan terus meluncur hingga menghantam dua tenant pedagang kaki lima, yakni penjual tahu crispy dan pedagang ayam goreng.
Akibat benturan tersebut, kondisi salah satu pedagang disebut cukup parah. Pedagang tahu crispy dilaporkan mengalami luka serius dan sempat berada dalam kondisi kritis saat ditemukan warga di lokasi kejadian.
“Yang tukang tahu crispy itu parah, posisinya sudah kritis. Kalau yang pedagang ayam tangannya patah karena kegencet gerobak,” ungkap Yuli.
Sementara itu, dua orang dari dalam kendaraan MBG juga mengalami luka-luka. Salah satu korban disebut mengalami luka di bagian kepala dan masih berada di dalam kendaraan saat warga mulai berdatangan membantu proses evakuasi.
“Yang di mobil saya lihat kepalanya berdarah,” tambahnya.
Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RS Siloam Sentosa Bekasi Timur untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Warga sekitar sempat menunggu petugas kepolisian datang sebelum membantu evakuasi karena khawatir terjadi kesalahan penanganan terhadap korban kecelakaan.
Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak kepolisian dari Polsek Rawalumbu. Polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi untuk memastikan kronologi insiden tersebut.
Baca Juga
Komentar