Trump Bantah Perintahkan Menteri Keuangan AS Intervensi Pasar Obligasi
WASHINGTON — Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah telah memerintahkan Menteri Keuangan Scott Bessent untuk melakukan intervensi di pasar obligasi pemerintah AS.
Trump mengatakan Bessent mengambil langkah tersebut berdasarkan penilaiannya sendiri terhadap kondisi pasar.
“Tidak, sama sekali tidak,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah dirinya memerintahkan Bessent untuk melakukan intervensi di pasar obligasi, dikutip dari The Economic Times, Sabtu (22/8/2026).
Trump justru memuji kemampuan Bessent dalam memahami pasar keuangan.
“Dia orang yang sangat cakap. Dia ingin melakukannya. Dia sangat pandai dalam hal itu,” ujar Trump.
Treasury perbesar pembelian kembali obligasi
Bessent merupakan mantan manajer hedge fund yang memiliki pengalaman di pasar utang pemerintah dan mata uang.
Pernyataan Trump tersebut muncul setelah imbal hasil (yield) Treasury jangka panjang AS mengalami kenaikan. Pergerakan tersebut dipengaruhi kekhawatiran terhadap peningkatan utang pemerintah AS, inflasi yang masih berada di atas target, serta dampaknya terhadap arus investasi.
Departemen Keuangan AS sebelumnya mengumumkan rencana memperbesar pembelian kembali sejumlah obligasi Treasury jangka panjang.
Dalam program tersebut, jumlah obligasi Treasury tenor 10 tahun, 20 tahun, dan 30 tahun yang dibeli kembali dinaikkan dari 2 miliar dollar AS menjadi 4 miliar dollar AS.
Operasi pembelian kembali tersebut dijadwalkan dimulai pada 9 September dan berlangsung hingga 4 November.
Langkah itu ditujukan untuk membantu meredam kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS berjangka panjang.
Yield tinggi tekan biaya pinjaman
Kenaikan imbal hasil Treasury menjadi perhatian karena berdampak terhadap biaya pembiayaan di berbagai sektor.
Ketika yield obligasi pemerintah meningkat, biaya pinjaman dapat ikut terdorong naik. Kondisi tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap rumah tangga, perusahaan, pasar keuangan, serta anggaran pemerintah federal AS.
Dengan memperbesar pembelian kembali obligasi, Departemen Keuangan AS berupaya mengelola kondisi pasar Treasury sekaligus menjaga likuiditas dan struktur utang pemerintah.
Trump, sementara itu, menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan hasil instruksi langsung darinya kepada Bessent.
Baca Juga
Komentar