Terbaru Harga Emas Dunia Tembus USD4.600, Naik 5,17 Persen dalam Sepekan
Harga emas dunia kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan pada perdagangan Jumat (21/8/2026).
Harga emas spot naik 1,86 persen menjadi 4.602,99 dollar AS per troy ons. Harga emas bahkan sempat menyentuh 4.632,14 dollar AS per troy ons, level tertinggi sejak 15 Mei 2026.
Dalam sepekan, harga emas telah menguat 5,17 persen. Penguatan tersebut sekaligus menjadi kenaikan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.
Harga emas berpeluang menuju USD4.700
Penguatan emas tidak hanya ditopang sentimen pasar, tetapi juga faktor teknikal.
Harga emas kini bergerak di atas sejumlah rata-rata pergerakan utama setelah berhasil menembus moving average 200 hari (MA-200) di sekitar 4.513 dollar AS per troy ons.
Level tersebut umumnya menjadi salah satu indikator penting bagi analis teknikal untuk melihat kecenderungan bullish.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities Bart Melek mengatakan faktor teknikal menjadi salah satu pendorong utama penguatan harga emas.
“Faktor besarnya tentu saja teknikal. Langkah berikutnya adalah USD4.700 jika momentum ini berlanjut, tetapi saya juga melihat penguatan ini sangat didorong oleh pelemahan dolar AS,” kata Melek, dikutip dari Reuters.
Indeks dollar AS sendiri berada di dekat level terendah sejak pertengahan Mei. Pelemahan tersebut terjadi ketika investor mempertanyakan dampak langkah Departemen Keuangan AS dalam menenangkan pasar obligasi terhadap kepercayaan terhadap mata uang AS.
Kebijakan Treasury ikut menopang emas
Sentimen terhadap emas juga dipengaruhi perkembangan pasar obligasi pemerintah AS.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent pada Kamis (20/8/2026) mengatakan pemerintah dapat memperluas program pembelian kembali obligasi Treasury.
Sehari sebelumnya, Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana menggandakan pembelian kembali surat utang pemerintah AS berjangka panjang.
Kebijakan tersebut menjadi perhatian investor karena pergerakan pasar Treasury dapat memengaruhi nilai dollar AS dan ekspektasi suku bunga.
Di tengah kondisi tersebut, emas kembali dilirik sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko kebijakan ekonomi dan ketidakpastian pasar global.
Investor kembali memburu emas
Goldman Sachs dalam catatannya menyebut permintaan terhadap call option emas meningkat tajam. Kondisi tersebut menunjukkan kembali meningkatnya minat terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai terhadap risiko kebijakan ekonomi global.
Meningkatnya aktivitas pada opsi emas juga berpotensi memperbesar pergerakan harga, baik ketika harga menguat maupun saat mengalami koreksi.
Selain itu, berkurangnya keyakinan pasar terhadap kenaikan suku bunga AS setelah Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga pada Juli, ditambah sejumlah data ekonomi yang lebih lemah, kembali meningkatkan minat spekulatif terhadap emas di COMEX.
Ekspektasi suku bunga yang lebih rendah juga mendorong permintaan terhadap ETF emas yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.
Permintaan fisik mulai tertekan
Di pasar fisik, kenaikan harga emas mulai memberikan tekanan terhadap permintaan ritel di India.
Sementara itu, permintaan dari China, yang merupakan salah satu konsumen emas terbesar dunia, masih relatif stabil.
Dari sisi bank sentral, Polandia memperlambat pembelian emas menjadi 7,8 ton pada Juli 2026, berdasarkan data yang dirilis pada Jumat.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa meskipun sentimen investasi terhadap emas kembali menguat, tingginya harga mulai memberikan tantangan terhadap sebagian permintaan fisik.
Baca Juga
Komentar