Garuda Indonesia Reshuffle Direksi dan Komisaris, Glenny Kairupan Siapkan Akselerasi Turnaround GIAA
JAKARTA — PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk resmi melakukan perombakan jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang digelar pada Rabu (13/5/2026). Langkah ini menjadi sorotan pasar karena dilakukan di tengah upaya maskapai pelat merah tersebut mempercepat pemulihan bisnis dan memperkuat transformasi operasional.
RUPST yang dihadiri pemegang saham mewakili 384.278.471.558 lembar saham atau sekitar 94,39 persen dari total saham dengan hak suara itu membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari laporan keuangan, evaluasi kinerja perseroan, hingga perubahan susunan pengurus perusahaan.
Dalam keputusan rapat, pemegang saham resmi menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital & Corporate Service menggantikan Eksitarino Irianto.
Selain itu, RUPST juga menetapkan Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris baru perseroan.
Seiring perubahan tersebut, Garuda Indonesia memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari jabatan Direktur Human Capital & Corporate Service. Perseroan juga memberhentikan Frans Dicky Tamara dari posisi Komisaris yang sebelumnya diemban sejak 15 Oktober 2025.
Perombakan manajemen ini dinilai menjadi bagian penting dari strategi percepatan transformasi Garuda Indonesia yang saat ini tengah memasuki fase krusial pemulihan pascapandemi dan restrukturisasi utang.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Glenny Kairupan, mengatakan perubahan susunan pengurus diharapkan mampu memperkuat akselerasi transformasi perusahaan menuju fase turnaround yang lebih solid.
Menurut Glenny, perusahaan saat ini fokus memperkuat fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, disiplin biaya, optimalisasi jaringan penerbangan, serta digitalisasi layanan secara berkelanjutan.
“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I 2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap,” ujar Glenny dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (14/5/2026).
Ia menambahkan, dengan susunan manajemen baru, Garuda Indonesia diharapkan dapat semakin kompetitif sebagai maskapai nasional sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap industri penerbangan Indonesia.
Pergantian jajaran direksi dan komisaris ini berlangsung di tengah perbaikan performa keuangan perseroan pada awal 2026.
Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, Garuda Indonesia Group mencatat pendapatan usaha konsolidasian sebesar USD 762,35 juta atau tumbuh 5,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar pendapatan masih berasal dari penerbangan berjadwal atau scheduled flight yang tumbuh 7,36 persen menjadi USD 648,10 juta.
Kinerja tersebut memperlihatkan mulai pulihnya mobilitas penumpang domestik maupun internasional seiring membaiknya permintaan sektor penerbangan.
Tak hanya itu, Garuda Indonesia juga berhasil menekan rugi bersih secara signifikan. Pada kuartal pertama 2026, rugi bersih perseroan turun sekitar 45,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi USD 41,62 juta.
Perbaikan tersebut dinilai sebagai salah satu sinyal bahwa strategi efisiensi dan restrukturisasi perusahaan mulai menunjukkan hasil.
Analis penerbangan melihat momentum pemulihan Garuda Indonesia turut didukung oleh meningkatnya permintaan perjalanan udara domestik serta kebijakan pemerintah yang mulai memberikan ruang penyesuaian harga tiket pesawat.
Kenaikan harga tiket domestik diperkirakan memberi peluang bagi maskapai untuk memperbaiki margin usaha yang selama beberapa tahun terakhir tertekan akibat tingginya biaya operasional dan fluktuasi harga avtur.
Selain membahas perubahan pengurus perusahaan, RUPST juga mengesahkan sejumlah agenda penting lainnya.
Di antaranya persetujuan Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025 yang mencakup laporan keuangan konsolidasian, laporan tugas pengawasan dewan komisaris, serta laporan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).
Pemegang saham juga menyetujui penunjukan akuntan publik dan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan PUMK Tahun Buku 2026.
Agenda lainnya adalah pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta perubahannya.
RUPST juga menerima laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum yang sebelumnya dilakukan perseroan.
Pelaku pasar memandang perubahan struktur manajemen Garuda Indonesia sebagai langkah penting untuk menjaga kesinambungan transformasi perusahaan.
Setelah melalui fase restrukturisasi besar-besaran, Garuda Indonesia kini menghadapi tantangan mempertahankan momentum pemulihan di tengah persaingan ketat industri penerbangan regional.
Selain kompetisi harga tiket, maskapai juga menghadapi tekanan biaya operasional global seperti harga bahan bakar, kurs dolar AS, serta biaya perawatan armada.
Namun di sisi lain, pertumbuhan jumlah penumpang dan pulihnya sektor pariwisata dinilai menjadi peluang besar bagi Garuda Indonesia untuk memperkuat bisnisnya.
Beberapa pengamat menilai keberhasilan turnaround Garuda Indonesia akan sangat bergantung pada konsistensi manajemen dalam menjaga efisiensi operasional dan kualitas layanan.
Digitalisasi operasional juga dipandang menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan daya saing maskapai di era industri penerbangan modern.
Dengan susunan direksi baru, publik kini menantikan langkah strategis Garuda Indonesia dalam memperluas jaringan penerbangan, meningkatkan profitabilitas, dan mempercepat pemulihan keuangan perusahaan.
Berikut susunan terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia hasil keputusan RUPST Tahun Buku 2025:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo
- Komisaris Independen: Mawardi Yahya
- Komisaris: Chairal Tanjung
- Komisaris: Sugito Anjasmoro
Direksi
- Direktur Utama: Glenny Kairupan
- Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro
- Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara
- Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan
- Direktur Teknik: Mukhtaris
- Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim
- Direktur Human Capital & Corporate Service: Frans Dicky Tamara
- Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills
Baca Juga
Komentar