Saham Emas Bergerak Hijau, MDKA Melonjak 14 Persen dan ARCI Naik 9,20 Persen Hari Ini
JAKARTA – Saham sejumlah emiten emas kompak menguat tajam pada perdagangan Kamis (5/11/2026), seiring harga emas dunia kembali menembus USD4.100 per troy ons. Penguatan tersebut terjadi setelah harga logam mulia mencatat kenaikan signifikan pada perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data pasar hingga pukul 09.18 WIB, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menguat 6,15 persen ke level Rp2.760 per saham.
Kenaikan lebih tinggi terjadi pada PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang naik 7,79 persen menjadi Rp334 per saham. Sementara itu, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melonjak 14,13 persen ke Rp2.100 per saham.
Penguatan juga terjadi pada saham PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) yang meningkat 8,03 persen ke Rp1.480 per saham.
PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) turut mencatat kenaikan 9,20 persen menjadi Rp950 per saham. Adapun PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 8,28 persen ke Rp3.670 per saham.
Saham PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) juga bergerak positif dengan kenaikan 8,02 persen ke Rp5.725 per saham.
Di pasar spot, harga emas naik 1,65 persen hingga menembus USD4.100 per troy ons pada Kamis pukul 09.18 WIB. Kenaikan tersebut memperpanjang reli harga emas sebesar 3,34 persen pada perdagangan sebelumnya.
Mengutip Trading Economics, penguatan harga emas ditopang meningkatnya harapan pasar terhadap kemungkinan berakhirnya konflik Amerika Serikat (AS)-Iran setelah Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilihan paruh waktu atau midterm elections AS.
Hasil pemilu tersebut turut menekan harga minyak secara tajam. Presiden AS Donald Trump mengakui kekalahan Partai Republik dipengaruhi oleh perang dan harga bensin, sekaligus mengindikasikan belum adanya rencana segera untuk meningkatkan serangan terhadap Iran.
Penurunan harga minyak berpotensi meredakan tekanan inflasi sehingga mengurangi kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat.
Selain faktor geopolitik, emas juga memperoleh dukungan dari pelemahan dolar AS dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury. Kondisi tersebut meningkatkan daya tarik emas bagi investor.
Pelaku pasar kini mencermati laporan ketenagakerjaan AS yang dijadwalkan terbit pada Jumat. Data tersebut diperkirakan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai 79 persen.
Pergerakan harga emas dunia dan ekspektasi kebijakan suku bunga AS menjadi sejumlah faktor yang terus dicermati investor dalam menentukan strategi investasi, termasuk pada saham-saham perusahaan yang bergerak di sektor emas dan pertambangan.
Baca Juga
Komentar