Rakernas KSBSI 2026 Ditutup, Elly Rosita Tegaskan Perjuangan Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan Hari Ini
JAKARTA — Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) 2026 resmi ditutup setelah berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus 2026. Forum konsolidasi organisasi tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis sekaligus menegaskan arah perjuangan KSBSI dalam memperjuangkan kepentingan pekerja Indonesia.
Penutupan Rakernas yang digelar di Jakarta tersebut turut dihadiri Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran Polri, pengurus KSBSI, perwakilan federasi, koordinator wilayah dari berbagai provinsi, serta unsur serikat buruh dan organisasi terkait.
Presiden KSBSI Elly Rosita Silaban mengatakan, Rakernas merupakan agenda tahunan organisasi yang menjadi ruang untuk melakukan evaluasi, konsolidasi, serta mengambil keputusan mengenai arah perjuangan KSBSI ke depan.
Menurut Elly, salah satu keputusan penting dalam Rakernas adalah menetapkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai anggota kehormatan KSBSI. Keputusan tersebut dinilai menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan dan kolaborasi antara serikat buruh dengan Polri.
“Seorang Kapolri yang sedang aktif memimpin menjadi anggota kehormatan di serikat buruh. Mungkin ini di seluruh dunia,” ujar Elly dalam sambutan penutupan Rakernas.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kapolri beserta jajaran Polri, khususnya Desk Ketenagakerjaan, yang selama ini membangun kerja sama dengan KSBSI. Elly berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperluas hingga ke tingkat daerah.
Elly juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam penyelesaian persoalan hubungan industrial. Menurutnya, dialog sosial harus dikedepankan agar permasalahan antara pekerja, perusahaan, pemerintah dan aparat dapat diselesaikan secara damai.
“Kami masih ingin melihat pendekatan yang humanis terus diperkuat. Ketika terjadi persoalan hubungan industrial, kami berharap yang dikedepankan adalah social dialogue. Kita berbicara, karena kalau hanya gagah-gagahan menuntut saja tetapi tidak membuka ruang komunikasi, tidak ada rasa kedamaian dan tidak ada penyelesaian,” katanya.
KSBSI Siap Kawal RUU Ketenagakerjaan
Dalam Rakernas tersebut, KSBSI juga menegaskan kembali sikap organisasi terhadap pembentukan RUU Ketenagakerjaan. Elly mengatakan, buruh tetap membuka kemungkinan melakukan aksi, tetapi menegaskan bahwa aksi akan dilakukan secara damai dan membawa tuntutan yang jelas.
Menurutnya, RUU Ketenagakerjaan menjadi salah satu agenda utama perjuangan KSBSI bersama koalisi besar serikat buruh Indonesia.
“Kami tidak menutup kemungkinan untuk aksi, tapi kami akan melakukannya dengan damai dengan satu tuntutan, tentang Rancangan Undang-Undang Ketenagakerjaan,” tegasnya.
Selain RUU Ketenagakerjaan, persoalan pemutusan hubungan kerja (PHK) juga menjadi perhatian KSBSI. Elly menyebut data yang disampaikan dalam forum menunjukkan terdapat sekitar 123 ribu pekerja yang mengalami PHK hingga Juni 2026.
KSBSI mendorong pemerintah untuk hadir menciptakan lapangan pekerjaan yang layak sekaligus memastikan pekerja yang terdampak PHK memperoleh perlindungan dan kesempatan untuk kembali mendapatkan pekerjaan.
Enam Keputusan Rakernas
Dalam forum tersebut, KSBSI juga menetapkan sejumlah keputusan organisasi. Salah satunya berkaitan dengan strategi pengelolaan keuangan untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
Rakernas juga menetapkan pengangkatan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo sebagai anggota kehormatan KSBSI serta menghasilkan rekomendasi perubahan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 11 Tahun 2026 tentang pengawasan kepada Menteri Ketenagakerjaan.
Berbagai keputusan tersebut menjadi bagian dari hasil pembahasan, pertukaran pandangan dan musyawarah yang dilakukan selama pelaksanaan Rakernas.
Elly mengatakan seluruh keputusan yang telah ditetapkan akan menjadi pedoman bagi KSBSI dalam menjalankan agenda organisasi dan memperkuat perjuangan di tingkat nasional maupun daerah.
Perkuat Kolaborasi dengan Polri
Selain membahas agenda internal organisasi dan isu ketenagakerjaan, Rakernas KSBSI 2026 juga menekankan pentingnya hubungan yang konstruktif dengan Polri.

Menurut Elly, keberadaan kepolisian yang dekat dengan masyarakat dan pekerja akan membantu menciptakan hubungan industrial yang lebih harmonis. Karena itu, KSBSI mendorong Desk Ketenagakerjaan Polri tidak hanya aktif di tingkat pusat, tetapi juga melakukan sosialisasi hingga berbagai daerah.
“Kami berharap Desk Ketenagakerjaan bukan hanya dikenal di tingkat pusat, tetapi di seluruh provinsi, di seluruh daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, KSBSI dalam waktu dekat juga berencana menggelar berbagai seminar bersama Desk Ketenagakerjaan untuk memperkuat pemahaman dan komunikasi antara pekerja dan kepolisian.
Tutup Rakernas, Perjuangan Berlanjut
Elly juga mengajak seluruh anggota KSBSI membawa semangat hasil Rakernas ke daerah masing-masing. Menurutnya, berakhirnya forum nasional tersebut bukan berarti perjuangan organisasi berhenti.
“Rakernas 2026 kami tutup hari ini, tetapi perjuangan kita tidak pernah berhenti. Mari kita pulang dengan semangat baru untuk memperkuat organisasi, memperluas solidaritas, memperbanyak dialog dan memperkuat perjuangan,” katanya.
Rakernas KSBSI 2026 mengusung semangat kolaborasi antara pekerja dan berbagai pemangku kepentingan. Melalui konsolidasi organisasi, dialog sosial, penguatan hubungan dengan Polri, serta perjuangan terhadap RUU Ketenagakerjaan, KSBSI menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan perlindungan, kesejahteraan dan kepastian bagi pekerja Indonesia.
Baca Juga
Komentar