Bunda Literasi Kota Bekasi Dorong Pelajar Kreatif dan Bijak Berliterasi di Era Digital
KOTA BEKASI — Bunda Literasi Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, menghadiri Grand Final Lomba Menulis Cerpen Tingkat SMP/MTs Kota Bekasi Tahun 2026 yang digelar Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi, Rabu (26/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bekasi memperkuat budaya literasi sekaligus memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan menulis, dan keberanian menuangkan gagasan melalui karya sastra.
Lomba tahun ini mengusung tema “Gen Z 5.0: Kreatif Digital, Bijak Berliterasi”. Tema tersebut dinilai relevan dengan kehidupan generasi muda yang semakin dekat dengan perkembangan teknologi digital.
Melalui kompetisi tersebut, para pelajar didorong tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga menyampaikan pesan positif mengenai penggunaan teknologi dan aktivitas bermedia secara bijak.
Sebanyak 73 sekolah SMP/MTs mengikuti rangkaian perlombaan. Setelah melewati tahapan seleksi, sebanyak 15 finalis dari enam sekolah berhasil melaju ke babak Grand Final.
Menariknya, karya para finalis terpilih tidak berhenti sebagai karya perlombaan. Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi memberikan kesempatan untuk membukukan karya tersebut dalam sebuah buku bertajuk “Gen Z 5.0: Kreatif Digital, Bijak Berliterasi”.
Langkah tersebut menjadi bentuk apresiasi sekaligus upaya mendokumentasikan karya pelajar Kota Bekasi agar dapat menjadi bagian dari pengembangan budaya literasi di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Wiwiek Hargono Tri Adhianto juga turut menjadi salah satu juri. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kesesuaian tema, ide dan kreativitas, alur cerita, penggunaan bahasa, serta pesan yang disampaikan dalam karya.
Wiwiek mengapresiasi keberanian para peserta dalam menuangkan ide dan kreativitas melalui tulisan. Menurutnya, literasi memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kemampuan membaca dan menulis.
“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana kita mampu mengolah informasi, berpikir kritis, dan menuangkan gagasan secara kreatif. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan agar semakin banyak pelajar Kota Bekasi yang memiliki budaya literasi dan percaya diri dalam menghasilkan karya,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para guru, sekolah, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Bekasi yang telah mendukung penyelenggaraan lomba tersebut.
Grand Final Lomba Menulis Cerpen Tingkat SMP/MTs Kota Bekasi Tahun 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi ruang bagi pelajar untuk mengembangkan potensi, membangun kepercayaan diri, serta menghasilkan karya yang dapat menginspirasi masyarakat.
Melalui kegiatan literasi yang melibatkan pelajar secara aktif, Pemerintah Kota Bekasi terus mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif, produktif, kritis, dan bijak dalam memanfaatkan teknologi digital.
Baca Juga
Komentar