Polres Metro Bekasi Turun Tangan, Abah Setu Minta Maaf Usai Pernyataannya Picu Keberatan
BEKASI – Polres Metro Bekasi memfasilitasi klarifikasi dan mediasi terkait pernyataan pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam, K.H. Ir. Asep Setiawan alias Abah Setu, yang sebelumnya beredar di media sosial dan menimbulkan keberatan dari sejumlah pihak.
Langkah tersebut dilakukan kepolisian sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Bekasi agar tetap kondusif.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, pertemuan tersebut menjadi ruang bagi pihak-pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi secara langsung sekaligus mencari penyelesaian melalui dialog.
"Pertemuan ini digelar sebagai langkah kepolisian dalam memfasilitasi ruang dialog dan klarifikasi antarpihak, sehingga situasi kondusif di wilayah hukum Kabupaten Bekasi tetap terjaga," kata Budi dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.
Mediasi Digelar di Mapolres Metro Bekasi
Forum mediasi berlangsung di Markas Polres Metro Bekasi. Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah unsur masyarakat, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bekasi, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya menempatkan persoalan sebagai persoalan antarindividu, tetapi juga berupaya menjaga komunikasi dengan elemen masyarakat yang dinilai memiliki pengaruh terhadap kondisi kamtibmas.
Dalam forum tersebut, Asep Setiawan alias Abah Setu hadir dan menyampaikan klarifikasi atas pernyataannya yang sebelumnya beredar di media sosial.
Di hadapan pihak-pihak yang hadir, Abah Setu juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataan yang telah menimbulkan keberatan di tengah masyarakat.
Polisi Belum Hentikan Pendalaman
Meski permohonan maaf telah disampaikan dalam forum mediasi, kepolisian memastikan penanganan persoalan tersebut belum serta-merta berhenti.
Budi Hermanto mengatakan, tim kepolisian masih melakukan pendalaman terhadap keterangan dan informasi yang diperoleh dari berbagai pihak.
"Keterangan dan informasi yang diperoleh dari para pihak masih pada pendalaman tim kepolisian. Kami juga terus memantau situasi serta membangun komunikasi intensif dengan tokoh agama dan masyarakat setempat," ujar Budi.
Pendalaman tersebut dilakukan untuk memastikan persoalan yang muncul dapat ditangani secara proporsional dan tidak berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.
Polisi Minta Warga Tidak Terprovokasi
Kepolisian juga meminta masyarakat tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
Budi mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar tetap tenang, menahan diri, serta tidak terprovokasi oleh berbagai isu yang belum tentu menggambarkan situasi secara utuh.
" Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga ketenangan dan menyerahkan penanganannya kepada pihak berwenang. Mari bersama-sama menghindari tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban umum," tutur Budi.
Menurut kepolisian, komunikasi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan akan terus dibangun untuk mencegah persoalan berkembang menjadi konflik yang lebih luas.
Langkah mediasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Bekasi. Polisi mengedepankan ruang dialog dan klarifikasi, sembari tetap melakukan pendalaman terhadap informasi yang telah diterima.
Dengan telah disampaikannya permohonan maaf oleh Abah Setu, kepolisian berharap situasi dapat kembali kondusif. Masyarakat pun diminta menghormati proses penanganan yang sedang dilakukan dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Baca Juga
Komentar