IHSG Menguat 1,01% ke Level 6.686, Saham AMMN dan MDKA Jadi Penopang Hari Ini
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Selasa (8/9/2026). IHSG ditutup naik 1,01% ke level 6.686,44, didorong penguatan sejumlah saham komoditas serta aksi beli investor asing.
Penguatan IHSG terjadi di tengah beragam sentimen pasar. Saham-saham berbasis komoditas menjadi salah satu penopang utama indeks, seiring perhatian pasar terhadap harga tembaga yang mencetak rekor.
Sejumlah saham mencatatkan kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menguat 5,90%, sementara PT Sumber Mineral Mas Abadi Tbk (SMMA) naik 5,26%.
Saham PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) bahkan melesat hingga 8,33%.
Kenaikan harga tembaga di pasar global turut memberikan sentimen positif terhadap saham-saham yang memiliki keterkaitan dengan komoditas tersebut. AMMN dan MDKA masing-masing memberikan pengaruh signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Di sisi lain, sejumlah saham justru mengalami koreksi. Saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) turun 5,88%, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) melemah 1,02%, sedangkan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turun 0,90%.
Dari aktivitas perdagangan, investor asing membukukan pembelian bersih atau net buy sebesar Rp379,39 miliar di pasar reguler.
Jika memperhitungkan seluruh pasar, nilai pembelian bersih investor asing mencapai Rp398,20 miliar.
Penguatan juga terjadi pada mayoritas sektor saham. Sebanyak delapan dari 11 sektor perdagangan berakhir di zona hijau.
Sektor Basic Materials mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 2,00%. Sementara itu, sektor Healthcare menjadi salah satu sektor yang mengalami pelemahan dengan penurunan sebesar 0,59%.
Dari pasar luar negeri, ETF EIDO tercatat menguat 1,23%, sedangkan indeks MSCI Indonesia naik 0,78%.
Bursa Amerika Serikat Bergerak Melemah
Berbeda dengan perdagangan domestik, bursa saham Amerika Serikat bergerak melemah pada perdagangan terakhir.
Indeks Dow Jones turun 1,18% ke level 52.786. Sementara S&P 500 melemah 0,58% ke posisi 7.673 dan Nasdaq turun 0,32% menjadi 26.421.
Pergerakan pasar global tersebut tetap menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan investor dalam menentukan arah perdagangan saham berikutnya.
Kinerja Emiten Semester I 2026
MDLA Catat Laba Bersih Rp225,63 Miliar
PT Medela Potentia Tbk (MDLA) membukukan penjualan sebesar Rp8,17 triliun sepanjang semester I 2026.
Nilai tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp7,42 triliun.
Laba bersih perseroan tumbuh 12,60% secara tahunan menjadi Rp225,63 miliar, dibandingkan Rp200,33 miliar pada semester I 2025.
Pertumbuhan kinerja MDLA didukung peningkatan volume distribusi, penambahan lima prinsipal baru, pengembangan produk own-brand, serta pemanfaatan kanal digital.
Penjualan produk alat kesehatan Stardec juga tercatat tumbuh 34% secara tahunan.
Selain memperkuat bisnis distribusi, MDLA melanjutkan pembangunan gudang AAM Medan yang progresnya telah mencapai 95% dan ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026.
Perseroan juga menyiapkan pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 pada 2027 di Kawasan Industri Jababeka 2.
PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) mencatatkan pendapatan sebesar Rp732,87 miliar sepanjang semester I 2026.
Pendapatan tersebut meningkat dibandingkan Rp626,47 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba bersih BLOG juga mengalami kenaikan menjadi Rp77,54 miliar dari Rp71,08 miliar pada semester I 2025.
Untuk tahun 2026, manajemen menargetkan pertumbuhan laba lebih dari 10%. Perseroan mengandalkan ekspansi bisnis dan kontrak pelanggan jangka panjang untuk mencapai target tersebut.
BLOG menyiapkan belanja modal sekitar Rp500 miliar sepanjang 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan gudang, penambahan armada hingga 3.500 unit, serta pengembangan sistem teknologi informasi.
PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) menetapkan dividen tunai interim sebesar Rp30 per saham untuk periode yang berakhir pada 30 Juni 2026.
Total dividen yang disiapkan mencapai Rp793,80 miliar.
Keputusan tersebut diambil setelah PSAB membukukan laba bersih sebesar US$177,89 juta pada semester I 2026, meningkat 803% secara tahunan.
Kenaikan laba tersebut antara lain dipengaruhi keuntungan dari divestasi proyek tambang emas Doup kepada anak usaha PT United Tractors Tbk (UNTR).
Pada perdagangan Selasa (8/9/2026), saham PSAB ditutup pada level Rp570 per saham. Berdasarkan harga tersebut, dividen interim Rp30 per saham setara dengan dividend yield sekitar 5,26%.
Investor yang ingin memperoleh hak atas dividen tersebut perlu memperhatikan jadwal cum date pada 15 September 2026 untuk pasar reguler dan negosiasi. Pembayaran dividen dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Berikut sejumlah rekomendasi teknikal saham:
- MBMA: Buy Rp550–560 | Target Price Rp570–580 | Stop Loss Rp520
- TLKM: Buy Rp2.620–2.640 | Target Price Rp2.670–2.720 | Stop Loss Rp2.510
- ENRG: Buy Rp1.455–1.465 | Target Price Rp1.485–1.510 | Stop Loss Rp1.370
- JARR: Buy Rp3.370–3.390 | Target Price Rp3.450–3.490 | Stop Loss Rp3.170
- UNTR: Buy Rp25.775–25.850 | Target Price Rp26.150–26.500 | Stop Loss Rp24.475
Pergerakan IHSG pada perdagangan berikutnya diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh sentimen pasar global, pergerakan harga komoditas, aksi investor asing, serta kinerja emiten yang terus merilis laporan keuangan dan strategi bisnisnya.
Catatan: Rekomendasi saham memiliki risiko dan bukan merupakan jaminan keuntungan. Investor perlu mempertimbangkan profil risiko dan melakukan analisis secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca Juga
Komentar