Polisi Dampingi Ibu dan Balita Demam yang Terkendala Perjalanan di Bandara Soekarno-Hatta
TANGERANG – Kepedulian aparat kepolisian kembali ditunjukkan di tengah aktivitas pelayanan publik di Bandara Soekarno-Hatta. Personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta memberikan pendampingan kepada seorang ibu bersama anak balitanya yang mengalami kendala perjalanan di Terminal 2.
Bantuan diberikan setelah petugas mengetahui kondisi balita yang dibawa sang ibu sedang mengalami demam.
Ibu tersebut diketahui bernama Depi Sihite (30). Ia mengalami kesulitan melanjutkan perjalanan bersama anaknya setelah terkendala biaya.
Depi sebelumnya telah mengajukan pengembalian dana atau refund tiket penerbangan. Namun, dana pengembalian tersebut belum dapat digunakan untuk membeli tiket perjalanan selanjutnya.
Kondisi itu membuat Depi dan anaknya belum dapat melanjutkan penerbangan menuju daerah tujuan.
Selain terkendala biaya untuk membeli tiket lanjutan, Depi juga mengalami kesulitan mencari tempat untuk beristirahat bersama anaknya.
Situasi menjadi perhatian petugas, terutama setelah diketahui anak yang dibawa Depi sedang dalam kondisi demam.
Personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta kemudian membawa ibu dan anak tersebut ke Polsubsektor Terminal 2 untuk mendapatkan pendampingan.
Di lokasi tersebut, Tim Dokkes Polresta Bandara Soekarno-Hatta melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap balita tersebut.
Sementara itu, personel Polisi Wanita atau Polwan turut memberikan pendampingan kepada Depi selama berada di kawasan bandara.
Petugas juga berupaya mencari solusi atas berbagai kendala perjalanan yang dihadapi ibu bersama anaknya tersebut.
Kapolresta Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol. Wisnu Wardana mengatakan pelayanan kepolisian di kawasan bandara tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan dan ketertiban.
Menurutnya, aparat kepolisian juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
“Ketika mengetahui ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, anggota berupaya hadir memberikan pendampingan dan mencari solusi terbaik. Hal utama yang kami pastikan adalah kondisi anak mendapat perhatian serta ibu tersebut tidak menghadapi situasi ini sendirian,” ujar Wisnu Wardana.
Pendampingan dilakukan dengan mengutamakan kondisi kesehatan sang anak sekaligus membantu menyelesaikan persoalan perjalanan yang dialami ibunya.
Setelah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, petugas akhirnya membantu mencarikan tiket penerbangan lanjutan bagi Depi dan anaknya.
Keduanya kemudian mendapatkan penerbangan menuju Bandara Silangit.
Personel kepolisian tidak hanya membantu dalam proses pencarian solusi, tetapi juga mendampingi Depi dan anaknya hingga proses keberangkatan.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan ibu dan balita itu dapat melanjutkan perjalanan dengan aman.
Peristiwa ini menjadi gambaran bahwa kawasan bandara bukan hanya menjadi pusat transportasi, tetapi juga ruang pelayanan publik yang membutuhkan respons cepat terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Wisnu Wardana berharap masyarakat tidak ragu meminta bantuan kepada petugas apabila mengalami situasi darurat atau kendala selama berada di kawasan Bandara Soekarno-Hatta.
“Kawasan bandara merupakan ruang pelayanan publik. Kami berharap masyarakat yang membutuhkan bantuan tidak ragu untuk menyampaikan kepada petugas, sehingga dapat segera diberikan pendampingan sesuai kebutuhan,” pungkasnya.
Keberadaan petugas di kawasan bandara diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat yang menghadapi berbagai persoalan selama melakukan perjalanan.
Bagi Depi, bantuan tersebut menjadi solusi di tengah kondisi sulit yang dihadapinya bersama sang anak.
Sementara bagi aparat kepolisian, pelayanan terhadap masyarakat menjadi bagian penting dari upaya menghadirkan kehadiran negara di tengah situasi yang membutuhkan perhatian dan pertolongan.
Baca Juga
Komentar