Update SSIA Bidik Penjualan 10 Hektare Lahan Data Center di Karawang pada 2026, Subang Ikut Jadi Incaran
JAKARTA — PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) membidik penjualan lahan hingga 10 hektare (ha) untuk kebutuhan pembangunan data center di Karawang, Jawa Barat, sepanjang 2026. Perusahaan melihat permintaan lahan untuk pusat data masih berpotensi meningkat seiring pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Selain Karawang, kawasan Subang juga mulai dilirik untuk kebutuhan serupa. Namun, SSIA menyebut realisasi penjualan lahan data center pada tahun ini lebih memungkinkan dilakukan di Karawang karena kesiapan infrastruktur pendukungnya dinilai lebih lengkap.
Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja mengatakan kebutuhan infrastruktur menjadi faktor penting dalam menentukan lokasi data center. Untuk saat ini, Karawang dinilai telah memenuhi sejumlah persyaratan utama, khususnya dari sisi pasokan listrik dan air.
“Untuk Karawang, listrik dipenuhi oleh PLN, dan air dipenuhi oleh kawasan, dan kita bisa penuhi,” kata Johannes dalam Public Expose Live, Senin (7/9/2026).
Karawang Lebih Siap untuk Data Center
Johannes menjelaskan, pembangunan data center membutuhkan dukungan infrastruktur yang sangat spesifik. Selain ketersediaan lahan, pasokan listrik dalam kapasitas besar, air, serta jaringan telekomunikasi menjadi faktor yang harus dipastikan sejak awal.
Menurut dia, kebutuhan tersebut membuat tidak semua kawasan industri dapat langsung memenuhi permintaan dari perusahaan data center.
“Kalau data center itu cukup rigid, ya, dari sisi infrastrukturnya, ampere-nya (listrik), kemudian sisi air,” ujarnya.
Karawang menjadi salah satu kawasan yang dinilai siap karena kebutuhan listrik dapat dipasok melalui PLN, sementara kebutuhan air dapat dipenuhi oleh kawasan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan SSIA lebih optimistis terhadap prospek penjualan lahan data center di Karawang pada 2026.
Subang Smartpolitan Masih Menunggu Infrastruktur
Sementara itu, SSIA juga melihat adanya permintaan lahan data center di kawasan Subang Smartpolitan.
Namun, Johannes mengatakan kawasan Subang masih menyelesaikan tahap kedua pembangunan infrastruktur kelistrikan. Dengan demikian, kesiapan kawasan tersebut untuk memenuhi kebutuhan industri data center masih dalam proses.
Meski demikian, Subang tetap menjadi kawasan strategis bagi SSIA. Terlebih, kawasan tersebut telah memberikan kontribusi signifikan terhadap kinerja penjualan lahan perseroan sepanjang semester I 2026.
Marketing Sales SSIA Capai Rp196 Miliar
Di luar potensi penjualan lahan data center, kinerja pemasaran lahan SSIA sepanjang semester I 2026 menunjukkan perkembangan positif.
Johannes mengungkapkan, Suryacipta Karawang menjadi penopang utama dengan penjualan lahan mencapai 7,2 hektare. Selanjutnya, Subang Smartpolitan menyumbang sekitar 2,2 hektare, sedangkan lokasi lainnya mencapai 0,7 hektare.
Secara keseluruhan, marketing sales SSIA dari sejumlah kawasan tersebut mencapai sekitar Rp196 miliar.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa kawasan industri masih menjadi salah satu mesin pertumbuhan SSIA, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap lokasi strategis dengan dukungan infrastruktur yang memadai.
Accounting Sales Melonjak
Dari sisi accounting sales, kinerja SSIA bahkan mencatat pertumbuhan yang jauh lebih tinggi.
Total accounting sales hingga semester I 2026 mencapai sekitar Rp1,076 triliun. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar Rp167 miliar.
Kontribusi besar terhadap accounting sales tersebut berasal dari Subang Smartpolitan.
Perbedaan antara marketing sales dan accounting sales juga menunjukkan adanya kontribusi transaksi yang telah masuk dalam pengakuan akuntansi perusahaan, terutama dari kawasan industri yang dikembangkan SSIA.
Tren AI Jadi Peluang Baru SSIA
SSIA melihat perkembangan teknologi AI sebagai salah satu faktor yang dapat meningkatkan kebutuhan terhadap data center dalam beberapa tahun mendatang.
Pertumbuhan penggunaan AI membutuhkan kapasitas komputasi dan penyimpanan data yang semakin besar. Kondisi tersebut berpotensi mendorong ekspansi infrastruktur pusat data, termasuk kebutuhan terhadap lahan industri dengan pasokan listrik, air, dan jaringan yang memadai.
Johannes optimistis tren tersebut dapat memberikan dampak terhadap kinerja SSIA dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
“Kita percaya permintaan data center dalam dua tahun ke depan akan cukup tinggi untuk kawasan. Jadi yang paling penting bagi data center adalah listrik, air, dan network, dan ini semua harus mampu kita penuhi,” tutur Johannes.
Bagi SSIA, peluang tersebut sekaligus memperkuat posisi bisnis properti perseroan di tengah perubahan kebutuhan industri. Selain mengembangkan kawasan industri, SSIA memiliki bisnis di sektor konstruksi dan hospitality.
Dengan target penjualan hingga 10 hektare lahan data center di Karawang pada 2026, perusahaan kini mengandalkan kesiapan infrastruktur sebagai salah satu kunci untuk menangkap peluang pertumbuhan industri pusat data di Jawa Barat.
Jika permintaan terus meningkat dan kesiapan infrastruktur Subang semakin matang, kawasan Karawang dan Subang berpotensi menjadi dua lokasi penting bagi SSIA dalam menangkap gelombang investasi data center yang didorong perkembangan AI.
Baca Juga
Komentar