Investasi Kota Bandung Capai Rp6,4 Triliun, Pemkot Bidik Rp12 Triliun pada 2026
BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung mencatat realisasi investasi mencapai sekitar Rp6,4 triliun pada semester I 2026. Capaian tersebut mendorong Pemkot Bandung optimistis mengejar target realisasi investasi hingga Rp12 triliun sepanjang tahun ini.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung Eric Mohamad Atthauriq mengatakan, realisasi investasi menunjukkan tren peningkatan dari triwulan I menuju triwulan II.
“Alhamdulillah, tren realisasi investasi Kota Bandung relatif meningkat dari triwulan I ke triwulan II atau semester I. Posisi sekarang sekitar Rp6,4 triliun,” ujar Eric di Balai Kota Bandung, Minggu (17/8/2026).
Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menjadi kontributor terbesar dengan porsi sekitar 82 persen. Sementara Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang sekitar 15 persen.
Menurut Eric, komposisi tersebut menunjukkan aktivitas investasi domestik masih menjadi penopang utama perekonomian Kota Bandung. Di sisi lain, peluang peningkatan investasi asing masih terbuka, terutama dengan dukungan kemudahan perizinan dan konektivitas daerah.
DPMPTSP Kota Bandung menetapkan target realisasi investasi 2026 sebesar Rp11,9 triliun. Namun, Pemkot Bandung memiliki target optimistis untuk mendorong capaian hingga Rp12 triliun.
“Target resminya Rp11,9 triliun. Tapi kemarin Pak Wali meminta, bisa tidak di Rp12 triliun? Nah, itu hidden target-nya,” kata Eric.
Untuk mengejar target tersebut, Pemkot Bandung terus memperkuat promosi investasi melalui trilogi investasi yang terdiri atas Bandung Investment Forum, Investor Day, dan Bandung Investment Summit.
Agenda Investor Day dijadwalkan kembali digelar pada 19 Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha dan calon investor.
“Di tahun 2026 ini kami kembali melaksanakan trilogi investasi. Rencananya tanggal 19 Agustus yang akan datang kami juga akan melaksanakan Investor Day,” jelasnya.
Selain promosi, Pemkot Bandung berupaya meningkatkan iklim investasi melalui penyederhanaan proses perizinan. Sejumlah tahapan pelayanan dipangkas untuk mempercepat proses bagi pelaku usaha maupun tenaga profesional.
Salah satu contohnya adalah penerbitan Surat Izin Praktik (SIP) bagi tenaga kesehatan. Proses yang sebelumnya membutuhkan lima tahapan kini dipangkas menjadi dua tahapan.
“Tadinya ada lima layer, sekarang kita persempit menjadi hanya dua layer saja. Ini salah satu upaya dalam rangka penyederhanaan perizinan,” ungkap Eric.
Upaya tersebut turut mendapat perhatian dari Kementerian Investasi. Kota Bandung masuk dalam nominasi enam kota terbaik di Indonesia untuk kategori pelayanan terpadu satu pintu.
“Alhamdulillah, Kota Bandung masuk nominasi enam kota se-Indonesia terbaik untuk pelayanan terpadu satu pintu,” katanya.
Dari sisi sektor usaha, Eric menyebut real estat menjadi salah satu sektor PMDN yang menunjukkan pertumbuhan selama semester I 2026.
“Hal yang cukup mengejutkan, ternyata di semester I ini salah satu sektor PMDN yang mulai trennya kembali menggeliat adalah real estate,” ujarnya.
Menurut Eric, peningkatan aktivitas sektor real estat menjadi sinyal positif bagi perekonomian Kota Bandung. Pertumbuhan sektor tersebut dinilai berpotensi menciptakan kegiatan usaha baru sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Dengan berbagai inovasi dan juga percepatan pelayanan terpadu kita, ke depannya tren ekonomi Kota Bandung bisa lebih baik lagi,” tutur Eric.
Pemkot Bandung juga melihat konektivitas transportasi sebagai salah satu faktor yang dapat mendukung peningkatan investasi. Kembali aktifnya penerbangan di Bandara Internasional Husein Sastranegara dinilai memberikan peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Transportasi dan sarana perhubungan menjadi salah satu trigger untuk peningkatan perekonomian di Kota Bandung,” kata Eric.
Menurutnya, peningkatan akses penerbangan tidak hanya berdampak terhadap mobilitas investor, tetapi juga dapat menggerakkan sektor kuliner dan UMKM.
“Sektor kuliner atau UMKM itu ikut menggeliat. Kedua, para investor juga akan lebih cepat, mudah datang, dan berkeliling ke Kota Bandung,” ujarnya.
Eric berharap konektivitas penerbangan, termasuk peluang penerbangan internasional, dapat semakin memperkuat daya tarik Kota Bandung bagi investor asing.
Dengan realisasi investasi yang telah mencapai sekitar Rp6,4 triliun pada semester I, Pemkot Bandung masih memiliki ruang untuk mengejar target hingga akhir tahun. Penyederhanaan perizinan, penguatan promosi investasi, pertumbuhan sektor usaha, serta peningkatan konektivitas menjadi sejumlah strategi yang diandalkan pemerintah daerah.
“Kita berikhtiar karena salah satu kunci dari pencapaian target adalah adanya harapan dan adanya optimisme. Mudah-mudahan Bandung semakin baik lagi,” pungkas Eric.
Baca Juga
Komentar