Terbaru FUTR Akuisisi Dumai Tirta Persada Rp141 Miliar, Siap Jadi Pengendali 51 Persen Saham
JAKARTA — PT Futura Energi Global Tbk (FUTR) mengambil langkah strategis dengan mengakuisisi saham PT Dumai Tirta Persada (DTP), perusahaan yang sebelumnya dimiliki PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI). Nilai transaksi tersebut mencapai Rp141 miliar.
Dalam transaksi ini, FUTR akan membeli sebanyak 74.353 saham DTP atau setara dengan 51 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor. Dengan kepemilikan tersebut, FUTR nantinya menjadi pemegang saham mayoritas DTP setelah seluruh persyaratan transaksi terpenuhi.
Kesepakatan tersebut dituangkan dalam Conditional Share Sale and Purchase Agreement (CSPA) atau perjanjian jual beli saham bersyarat yang ditandatangani pada 30 September 2026.
Direktur Utama Futura Energi Global, Anggara Suryawan, menjelaskan bahwa perolehan saham DTP dilakukan melalui mekanisme lelang. Dalam proses tersebut, FUTR bertindak sebagai peserta dan kemudian ditetapkan sebagai pemenang lelang.
“Perolehan saham DTP dilakukan melalui proses lelang, di mana Perseroan bertindak sebagai peserta lelang dan ditetapkan sebagai pemenang lelang,” kata Anggara dalam keterbukaan informasi perseroan.
Meski CSPA telah ditandatangani, pengalihan saham DTP belum berlaku secara efektif. Penyelesaian transaksi masih bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan sebagaimana diatur dalam perjanjian.
Dengan demikian, penandatanganan CSPA tersebut belum serta-merta mengubah komposisi kepemilikan saham DTP. Perubahan kepemilikan baru terjadi setelah seluruh tahapan penyelesaian transaksi dinyatakan terpenuhi.
Apabila transaksi telah selesai, FUTR akan menguasai 51 persen saham DTP. Posisi tersebut menjadikan Futura Energi sebagai pemegang saham mayoritas di perusahaan yang sebelumnya berada di bawah kepemilikan ADHI.
Dalam keterbukaan informasi, FUTR menyebut transaksi pembelian tersebut merupakan bagian dari kesepakatan dengan ADHI selaku pihak penjual saham DTP.
Adapun jumlah saham yang menjadi objek transaksi mencapai 74.353 lembar. Nilai pembelian yang disepakati untuk seluruh saham tersebut sebesar Rp141 miliar.
FUTR juga mengungkapkan bahwa transaksi tersebut dikategorikan sebagai transaksi material. Perseroan menyatakan transaksi dilakukan melalui mekanisme lelang dengan FUTR sebagai peserta.
Selain itu, perseroan menjelaskan bahwa transaksi tersebut bukan merupakan transaksi afiliasi. Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari keterbukaan kepada pemegang saham dan publik.
Rencana akuisisi DTP turut menjadi perhatian pasar terhadap pergerakan saham FUTR. Pada perdagangan yang disebut dalam keterbukaan informasi, saham FUTR tercatat bergerak naik 3,20 persen atau 8 poin menjadi Rp258 per saham.
Dalam periode enam bulan terakhir, saham FUTR juga tercatat mengalami kenaikan 17,27 persen atau setara 38 poin dibandingkan posisi pada 2 April 2026 yang berada di level Rp220 per saham.
Dengan harga Rp258 per saham, kapitalisasi pasar FUTR tercatat sekitar Rp1,71 triliun berdasarkan data yang disampaikan dalam informasi tersebut.
Namun, pergerakan saham di pasar modal tetap berbeda dengan status penyelesaian transaksi akuisisi. Hingga seluruh persyaratan CSPA dipenuhi, kepemilikan 51 persen saham DTP belum secara efektif beralih kepada FUTR.
Anggara menegaskan perseroan akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut mengenai transaksi tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Akuisisi DTP senilai Rp141 miliar ini menjadi bagian dari langkah ekspansi Futura Energi Global. Fokus berikutnya adalah menunggu penyelesaian seluruh persyaratan transaksi sebelum perubahan kepemilikan mayoritas di DTP berlaku secara efektif.
Baca Juga
Komentar