6 Saham Masuk UMA BEI, 4 Langsung Anjlok: BELI Terjun 11,82%, NATO Malah ARA
JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menyoroti pergerakan sejumlah saham yang mengalami aktivitas transaksi tidak biasa atau Unusual Market Activity (UMA). Terbaru, sebanyak enam saham masuk radar UMA BEI, setelah sebelumnya mencatat pergerakan harga yang cukup signifikan.
Enam saham tersebut yakni PT Oxala Energy International Tbk (PIPA), PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk (KKES), PT Olympus Strategic Indonesia Tbk (NATO), PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM), dan PT Wilton Makmur Indonesia Tbk (SQMI).
Pengumuman UMA tersebut disampaikan BEI pada 2 September 2026. Namun, BEI menegaskan bahwa masuknya suatu saham dalam pengumuman UMA tidak otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan di pasar modal.
Pjs. Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Endra Febri Styawan, mengatakan bursa masih mencermati perkembangan pola transaksi saham-saham tersebut.
“Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” ujar Endra dalam keterangan tertulis, 2 September 2026.
4 Saham UMA Langsung Anjlok
Pergerakan saham menjadi semakin menarik pada pembukaan perdagangan Kamis, 3 September 2026.
Dari enam saham yang masuk UMA, empat saham langsung mengalami tekanan jual pada sekitar pukul 09.30 WIB.
Berikut pergerakannya:
| Kode | Harga | Perubahan |
|---|---|---|
| BELI | Rp358 | -11,82% |
| SQMI | Rp93 | -7,92% |
| PIPA | Rp200 | -5,66% |
| KKES | Rp91 | -3,19% |
| NATO | Rp1.070 | +9,74% / ARA |
| BSIM | Rp1.270 | +3,25% |
BELI menjadi saham dengan penurunan paling tajam. Saham PT Global Digital Niaga Tbk tersebut turun 48 poin atau 11,82% ke level Rp358.
Tekanan juga terjadi pada SQMI. Saham PT Wilton Makmur Indonesia Tbk tersebut terkoreksi 8 poin atau 7,92% menjadi Rp93.
Selanjutnya, PIPA turun 12 poin atau 5,66% ke level Rp200. Sementara KKES melemah 3 poin atau 3,19% menjadi Rp91.
NATO Malah Terbang dan Sentuh ARA
Berbeda dengan empat saham lainnya, dua saham yang masuk daftar UMA justru masih mampu bergerak positif.
NATO menjadi saham dengan penguatan paling tinggi. Saham PT Olympus Strategic Indonesia Tbk tersebut naik 95 poin atau 9,74% hingga menyentuh level Rp1.070.
Kenaikan tersebut membawa NATO mencapai Auto Rejection Atas (ARA).
Sementara itu, BSIM juga masih bergerak menguat. Saham PT Bank Sinarmas Tbk tersebut naik 40 poin atau 3,25% ke level Rp1.270.
Perbedaan pergerakan enam saham tersebut menunjukkan bahwa respons pasar setelah pengumuman UMA tidak seragam. Sebagian saham mengalami tekanan jual, sementara lainnya masih mencatat penguatan.
BEI Minta Investor Waspada
BEI mengingatkan investor agar tidak serta-merta menganggap pengumuman UMA sebagai indikasi adanya pelanggaran oleh perusahaan.
Bursa saat ini masih melakukan pemantauan terhadap pola transaksi saham-saham tersebut. Investor juga diminta mencermati informasi dan jawaban dari perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi yang disampaikan BEI.
Langkah tersebut penting karena pergerakan harga saham yang sangat cepat dapat meningkatkan risiko bagi investor, terutama ketika terjadi perubahan harga dalam waktu singkat.
BEI juga mengimbau investor untuk berhati-hati dalam mengambil keputusan transaksi terhadap saham-saham yang sedang berada dalam pengawasan UMA.
“Para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban Perusahaan Tercatat atas permintaan konfirmasi Bursa,” kata Endra.
6 Saham yang Masuk UMA BEI
Dengan demikian, enam saham yang menjadi perhatian BEI dalam pengumuman UMA kali ini adalah:
-
PIPA — PT Oxala Energy International Tbk
-
BELI — PT Global Digital Niaga Tbk
-
KKES — PT Kusuma Kemindo Sentosa Tbk
-
NATO — PT Olympus Strategic Indonesia Tbk
-
BSIM — PT Bank Sinarmas Tbk
-
SQMI — PT Wilton Makmur Indonesia Tbk
Investor kini akan mencermati perkembangan berikutnya, termasuk respons emiten terhadap permintaan konfirmasi BEI serta perubahan pola transaksi masing-masing saham.
Baca Juga
Komentar