Terbaru MGLV Siapkan Right Issue 285,73 Juta Saham, Dana untuk Dongkrak Bisnis Data Center
JAKARTA — PT NexAI Digital Tbk (MGLV) menyiapkan aksi korporasi besar untuk memperkuat bisnis data center. Perseroan berencana menerbitkan maksimal 285.732.512 saham baru melalui mekanisme rights issue atau penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).
Setiap saham baru yang akan diterbitkan memiliki nilai nominal Rp20 per saham. Rencana tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham serta pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Untuk mendapatkan restu pemegang saham, MGLV akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 7 September 2026.
Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperbesar kapasitas usaha sekaligus mengembangkan bisnis pusat data atau data center.
MGLV Terbitkan Maksimal 285,73 Juta Saham
Dalam rencana rights issue tersebut, NexAI Digital akan menerbitkan sebanyak-banyaknya 285.732.512 saham baru.
Dengan nilai nominal Rp20 per saham, nilai nominal keseluruhan saham baru tersebut mencapai sekitar Rp5,71 miliar.
Namun, angka tersebut merupakan nilai nominal saham, bukan nilai dana yang otomatis akan diperoleh perseroan dari rights issue. Besaran dana yang dihimpun nantinya akan bergantung pada harga pelaksanaan rights issue yang ditetapkan perseroan.
Rencana penerbitan saham baru tersebut akan dilaksanakan setelah perseroan memperoleh persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB dan mendapatkan pernyataan efektif dari OJK.
Dana Rights Issue MGLV Akan Digunakan untuk Apa?
MGLV menyiapkan sejumlah penggunaan dana hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya aksi korporasi.
Salah satu penggunaan dana tersebut adalah untuk pelunasan atas pengambilalihan Nextier Askara Center (NAC) dan Nextier GenAi Center (NGC) oleh perseroan.
Selain itu, dana juga dapat digunakan untuk:
-
pembayaran lebih awal utang perseroan kepada **Nextier Datamate Center (NDC);
-
kebutuhan modal kerja perseroan dan/atau anak usaha;
-
belanja modal atau capital expenditure perseroan dan/atau anak usaha;
-
pengembangan perseroan dalam kegiatan usaha data center.
Dengan skema tersebut, rights issue tidak hanya ditujukan untuk memperkuat struktur permodalan, tetapi juga menjadi bagian dari ekspansi bisnis MGLV di sektor pusat data.
MGLV Juga Minta Restu Divestasi Anak Usaha
Selain meminta persetujuan atas rights issue, perseroan juga akan meminta restu pemegang saham untuk sejumlah transaksi korporasi lainnya.
Salah satunya adalah rencana divestasi anak usaha senilai Rp121,47 miliar kepada Trijaya Wisesa Makmur (TWM).
MGLV juga mengajukan persetujuan untuk pengalihan aset dan kewajiban senilai sekitar Rp1,9 miliar kepada TWM.
Kemudian terdapat rencana pengambilalihan NAC dan NGC dari NDC dengan nilai sekitar Rp1,9 miliar, serta pengalihan piutang dari NDC sebagai kreditur dengan nilai mencapai Rp668,6 miliar.
Rangkaian transaksi tersebut menunjukkan adanya restrukturisasi sekaligus penataan aset dan kewajiban yang berkaitan dengan pengembangan bisnis data center perseroan.
Suntikan Dana hingga Rp4 Triliun
Langkah ekspansi MGLV semakin agresif dengan rencana dukungan berupa fasilitas pinjaman dari NDC maksimal Rp4 triliun.
Fasilitas tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan yang disiapkan untuk mendukung ekspansi dan pengembangan kapasitas data center.
Dengan demikian, strategi MGLV tidak hanya mengandalkan aksi rights issue, tetapi juga memperoleh dukungan pendanaan melalui fasilitas pinjaman.
Perseroan menilai kombinasi transaksi dan pendanaan tersebut dapat memberikan pengaruh positif terhadap kondisi keuangan konsolidasi.
Kapasitas Data Center MGLV Bakal Diperbesar
Salah satu aset penting dalam rencana transformasi bisnis MGLV adalah Nextier Askara Center (NAC).
Saat diakuisisi, NAC telah beroperasi secara komersial dengan kapasitas 6 MW. Data yang disampaikan perseroan menunjukkan NAC mulai menghasilkan pendapatan sejak Mei 2026.
Artinya, aset tersebut telah memiliki kegiatan operasional sekaligus sumber pendapatan yang berjalan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan perseroan dalam mengembangkan bisnis data center.
Ke depan, kapasitas data center yang dijalankan melalui NAC dan NGC ditargetkan jauh lebih besar dibandingkan kapasitas 6 MW yang saat ini telah dijalankan NAC.
Perseroan melihat peluang pertumbuhan pendapatan melalui peningkatan kapasitas baru, dengan tetap mempertimbangkan tingkat utilisasi, perkembangan industri, kondisi pasar serta faktor bisnis lainnya.
Prospek Bisnis Data Center Jadi Fokus Baru MGLV
Pengembangan data center menjadi salah satu fokus utama dalam transformasi bisnis MGLV.
Perseroan memperkirakan peningkatan kapasitas dapat membuka peluang pertumbuhan pendapatan dari NAC dan NGC. Namun, realisasi kinerja ke depan tetap akan bergantung pada perkembangan operasional dan tingkat utilisasi fasilitas data center.
Dukungan dari pemegang saham pengendali juga menjadi faktor penting dalam pelaksanaan rangkaian transaksi tersebut.
MGLV meyakini transaksi dan pengembangan bisnis tersebut dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan, pemegang saham, termasuk pemegang saham publik, serta seluruh pemangku kepentingan.
RUPSLB MGLV Digelar 7 September 2026
Kini, perhatian investor tertuju pada RUPSLB MGLV pada 7 September 2026.
Rapat tersebut akan menjadi momentum penting untuk mengetahui apakah pemegang saham memberikan persetujuan terhadap rencana rights issue beserta sejumlah transaksi korporasi yang menyertainya.
Jika memperoleh persetujuan dan seluruh persyaratan regulator terpenuhi, MGLV dapat melanjutkan tahapan aksi korporasi untuk memperkuat ekspansi bisnis data center.
Dengan jumlah saham baru maksimal 285,73 juta saham, rencana fasilitas pinjaman hingga Rp4 triliun, serta target peningkatan kapasitas data center dari posisi awal 6 MW, langkah MGLV menjadi salah satu aksi korporasi yang patut dicermati investor di pasar modal.
Baca Juga
Komentar