Tri Adhianto Warning ASN Bekasi Soal Pinjol, Kinerja Pegawai Juga Dievaluasi
KOTA BEKASI — Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi agar tidak terjerat pinjaman online (pinjol) yang dapat berdampak buruk terhadap kondisi keuangan maupun kinerja pegawai.
Peringatan tersebut disampaikan Tri dalam agenda pemerintahan yang juga dihadiri para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) serta pengurus Korpri.
Menurut Tri, maraknya pinjaman online dengan bunga tinggi menjadi ancaman serius jika tidak diantisipasi sejak dini.
Ia bahkan menilai banyak orang mengalami kesulitan hidup setelah terjebak dalam sistem pinjaman online yang memiliki bunga berlipat.
“Kalau sudah masuk ke pinjol, rasanya hidup kita akan sangat berat. Hutangnya terus berlipat dan kita hanya membayar bunganya tanpa bisa menyelesaikan pokok hutangnya,” ujarnya.
Tiga Lembaga Resmi Pinjaman ASN
Untuk menghindari risiko tersebut, Pemerintah Kota Bekasi hanya merekomendasikan tiga lembaga resmi yang dapat menjadi tempat peminjaman dana bagi ASN.
Ketiga lembaga tersebut adalah:
-
Bank BJB
-
Bank Patriot
-
Koperasi Korpri Pemerintah Kota Bekasi
Tri menegaskan bahwa kebijakan tersebut bertujuan melindungi pegawai dari praktik pinjaman online yang tidak sehat.
Ia juga meminta para bendahara gaji di setiap OPD untuk memberikan rekomendasi hanya kepada lembaga resmi tersebut jika ada pegawai yang mengajukan pinjaman.
Dorong Koperasi Korpri Lebih Aktif
Dalam kesempatan yang sama, Tri juga mendorong pengurus Korpri untuk memperkuat peran koperasi sebagai lembaga ekonomi bagi para anggota.
Menurutnya, koperasi harus mampu memberikan kemudahan layanan bagi pegawai yang membutuhkan bantuan keuangan.
Hal tersebut penting mengingat jumlah anggota Korpri di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi saat ini mencapai sekitar 23 ribu orang, yang terdiri dari ASN, PPPK, hingga pegawai paruh waktu.
“Kalau lembaga di luar sana bisa memberikan pinjaman dengan mudah, koperasi kita juga harus bisa membantu anggota tanpa banyak sekat,” kata Tri.
Paparan Data Kinerja ASN dan PPPK
Selain membahas persoalan pinjaman online, Tri juga memaparkan hasil evaluasi kinerja pegawai di lingkungan Pemkot Bekasi.
Dari total 7.518 ASN, sebanyak 1.310 pegawai memperoleh predikat sangat baik, sementara 6.163 pegawai masuk kategori baik.
Namun masih terdapat 26 pegawai dengan kinerja di bawah kategori baik.
Selain itu, terdapat 19 pegawai yang tidak mengikuti proses penilaian kinerja.
Tri meminta kepala OPD untuk segera menelusuri penyebab ketidakhadiran pegawai tersebut dalam proses evaluasi.
“Yang tidak mengerjakan harus dicari penyebabnya. Kepala OPD harus melakukan pembinaan,” ujarnya.
Sementara itu, untuk kategori pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dari total 11.583 pegawai, sebanyak 802 pegawai memperoleh predikat sangat baik, dan 10.744 pegawai masuk kategori baik.
Sedangkan 16 pegawai dinilai berada di bawah kategori baik dan 21 pegawai tidak mengikuti proses penilaian.
Evaluasi Kinerja OPD
Tri juga memaparkan hasil penilaian kinerja organisasi perangkat daerah (OPD) di Kota Bekasi.
Beberapa instansi yang memperoleh nilai terbaik antara lain:
-
Bapenda Kota Bekasi dengan nilai 95
-
Dinas Pemadam Kebakaran dengan nilai 92
-
Sekretariat Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup dengan nilai 90
Meski demikian, masih terdapat sejumlah unit kerja yang memperoleh nilai di bawah standar dalam evaluasi bulanan.
Tri meminta pimpinan OPD untuk meningkatkan pengawasan terhadap kinerja pegawai agar standar pelayanan publik dapat terus ditingkatkan.
Tri menegaskan bahwa tujuan utama evaluasi kinerja aparatur pemerintah adalah memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.
Menurutnya, keberhasilan seorang pegawai tidak hanya diukur dari jabatan atau angka penilaian kinerja, tetapi dari kemampuan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Ketika kita bisa membuat masyarakat bahagia melalui pelayanan yang kita berikan, di situlah hakikat negara hadir,” ujarnya.
Ia berharap seluruh aparatur pemerintah di Kota Bekasi terus meningkatkan integritas, profesionalisme, serta semangat pengabdian dalam menjalankan tugas.
Baca Juga
Komentar