Saham Unilever Indonesia (UNVR) Kembali Diburu, Ada Dividen Jumbo Rp114 per Saham
JAKARTA – Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) kembali menjadi sorotan investor pasar modal setelah memasuki periode penting pembagian dividen tahun buku 2025. Jumat (12/6/2026) menjadi batas akhir atau cum dividen date bagi investor yang ingin mendapatkan pembagian dividen final dari salah satu emiten besar sektor Fast-Moving Consumer Goods (FMCG) tersebut.
Momentum ini membuat saham UNVR kembali ramai diperhatikan karena perseroan menetapkan pembagian dividen tunai dengan nilai mencapai Rp114 per saham atau setara Rp11.400 untuk setiap 1 lot saham. Angka tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi investor yang memburu pendapatan pasif dari instrumen saham.
Cum dividen date merupakan tanggal terakhir bagi investor untuk memiliki saham dan tetap tercatat sebagai pihak yang berhak menerima dividen. Setelah melewati tanggal tersebut atau memasuki masa ex dividen, investor baru yang membeli saham UNVR tidak lagi memperoleh hak atas pembagian dividen tahun buku 2025.
Berdasarkan keputusan perusahaan, Unilever Indonesia akan menyalurkan dividen final senilai Rp4,33 triliun kepada pemegang saham yang memenuhi syarat. Pembayaran dividen tersebut dijadwalkan dilakukan pada 30 Juni 2026.
Pada perdagangan Jumat (12/6/2026), saham UNVR tercatat bergerak positif. Hingga pukul 09.30 WIB, harga saham UNVR berada di level Rp1.660 per saham, naik 25 poin atau sekitar 1,53 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.
Kenaikan tersebut menunjukkan adanya perhatian investor terhadap prospek dividen yang ditawarkan perseroan. Dengan harga saham tersebut, dividen yield UNVR berada di kisaran 6,87 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata bunga deposito rupiah yang berada di sekitar 3 persen.
UNVR Bagikan Dividen 100 Persen dari Laba Bersih
Keputusan pembagian dividen besar ini tidak terlepas dari kebijakan Unilever Indonesia dalam memberikan nilai maksimal kepada pemegang saham. Untuk tahun buku 2025, perseroan menetapkan total dividen sebesar Rp201 per saham.
Jika dihitung secara keseluruhan, total dividen yang dibagikan Unilever Indonesia mencapai sekitar Rp7,63 triliun. Angka tersebut mencerminkan rasio pembayaran dividen atau payout ratio sebesar 100 persen dari laba bersih perusahaan.
Sebelumnya, UNVR telah membagikan dividen interim pada 30 Desember 2025. Nilai dividen interim tersebut mencapai Rp87 per saham atau sekitar Rp3,3 triliun.
Dengan tambahan dividen final Rp114 per saham, maka total dividen sepanjang tahun buku 2025 menjadi Rp201 per saham.
Presiden Direktur Unilever Indonesia, Benjie Yap, mengatakan kebijakan pembagian dividen penuh tersebut menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan manfaat kepada investor.
“Rasio pembayaran dividen sebesar 100 persen menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai bagi para pemegang saham,” ujar Benjie.
Menurutnya, kebijakan tersebut juga menunjukkan kemampuan perseroan dalam menjaga keseimbangan antara pembagian keuntungan kepada investor dan pengelolaan modal untuk keberlanjutan bisnis.
Unilever Indonesia tetap berupaya memperkuat fundamental perusahaan melalui peningkatan efisiensi, inovasi produk, serta penguatan posisi bisnis di pasar konsumen Indonesia.
Jadwal Penting Dividen Saham UNVR
Bagi investor yang ingin mengikuti pembagian dividen UNVR, terdapat beberapa jadwal penting yang harus diperhatikan.
Jadwal cum dividen pasar reguler dan negosiasi berlangsung pada 12 Juni 2026. Setelah itu, memasuki 15 Juni 2026, saham UNVR sudah berada dalam periode ex dividen pasar reguler dan negosiasi.
Sementara untuk pasar tunai, cum dividen berlangsung pada 17 Juni 2026, kemudian ex dividen pasar tunai pada 18 Juni 2026.
Tanggal pencatatan atau recording date bagi pemegang saham yang berhak menerima dividen ditetapkan pada 17 Juni 2026.
Selanjutnya, pembayaran dividen akan dilakukan pada 30 Juni 2026 melalui mekanisme yang berlaku di Bursa Efek Indonesia dan perusahaan sekuritas masing-masing investor.
Investor perlu memastikan saham UNVR masih tercatat dalam portofolio hingga batas recording date agar hak menerima dividen tidak hilang.
Saham Blue Chip FMCG Tetap Diminati
Unilever Indonesia merupakan salah satu perusahaan dengan sejarah panjang di pasar modal Indonesia. Sebagai perusahaan sektor konsumsi, UNVR dikenal memiliki sejumlah produk yang telah melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sektor FMCG menjadi salah satu kategori yang sering diperhatikan investor karena produknya memiliki tingkat permintaan yang relatif stabil, bahkan ketika kondisi ekonomi mengalami perubahan.
Produk-produk kebutuhan rumah tangga, perawatan tubuh, hingga makanan dan minuman membuat perusahaan seperti UNVR memiliki basis pasar yang luas.
Bagi investor jangka panjang, saham FMCG sering menjadi pilihan karena menawarkan kombinasi antara potensi pertumbuhan bisnis dan pembagian dividen.
Namun, investor tetap perlu memperhatikan perkembangan kinerja perusahaan, kondisi industri, serta faktor ekonomi sebelum mengambil keputusan investasi.
Pembagian dividen besar memang menjadi daya tarik, tetapi harga saham juga dapat bergerak mengikuti sentimen pasar setelah periode cum dividen berakhir.
Pasar Menanti Pergerakan UNVR Setelah Cum Date
Secara historis, saham yang memasuki masa cum dividen sering mengalami peningkatan minat beli karena investor mengejar hak dividen. Namun setelah memasuki periode ex dividen, harga saham dapat mengalami penyesuaian karena investor yang hanya mengejar dividen mulai melepas kepemilikan.
Fenomena tersebut dikenal sebagai dividend adjustment, yaitu kondisi ketika harga saham menyesuaikan dengan nilai dividen yang telah dipisahkan dari harga saham.
Karena itu, investor perlu melihat UNVR bukan hanya dari sisi dividen, tetapi juga dari prospek bisnis perusahaan ke depan.
Manajemen Unilever Indonesia menyatakan perseroan akan terus menjaga pertumbuhan bisnis dengan strategi yang berkelanjutan.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat fundamental bisnis dan mendorong pertumbuhan yang bertanggung jawab, menguntungkan, konsisten, dan kompetitif,” kata Benjie Yap.
Dengan rekam jejak panjang, posisi kuat di sektor konsumsi, serta kebijakan pembagian dividen yang agresif, saham UNVR kembali menjadi perhatian pelaku pasar.
Bagi investor pemburu dividen, periode Juni 2026 menjadi salah satu momentum penting untuk mendapatkan bagian dari pembagian keuntungan perusahaan.
Namun, keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan profil risiko, tujuan investasi, serta kondisi pasar secara keseluruhan.
Baca Juga
Komentar