Terbaru PT Puradelta Lestari Catat Presales Rp1,15 Triliun, Data Center Jadi Penopang Deltamas
BEKASI — Kinerja PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS), pengembang kawasan Kota Deltamas di Cikarang, menunjukkan pemulihan sepanjang semester pertama 2026. Hingga periode Januari–Juni 2026, perseroan berhasil membukukan prapenjualan atau marketing sales sebesar Rp1,15 triliun.
Realisasi tersebut telah mencapai sekitar 55 persen dari target prapenjualan 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2,08 triliun. Capaian semester I 2026 juga mengalami lonjakan signifikan hingga 98 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp580 miliar.
Direktur sekaligus Sekretaris Perusahaan PT Puradelta Lestari Tbk, Tondy Suwanto, mengatakan kinerja tersebut terutama ditopang oleh penjualan lahan industri di kawasan Kota Deltamas.
“Pada semester pertama tahun 2026, perolehan prapenjualan perseroan terutama berasal dari penjualan lahan industri,” kata Tondy dalam keterangan resminya, Senin (27/7/2026).
Meski lahan industri menjadi kontributor terbesar, Puradelta Lestari juga mencatat dukungan dari segmen hunian dan komersial. Hal tersebut menunjukkan permintaan terhadap kawasan terpadu Deltamas tidak hanya datang dari sektor industri, tetapi juga dari kebutuhan properti pendukung di kawasan tersebut.
Salah satu sektor yang terus menunjukkan minat terhadap kawasan industri Deltamas adalah data center. Keberadaan infrastruktur pendukung menjadi salah satu faktor yang membuat kawasan industri GIIC Kota Deltamas semakin menarik bagi investor dari sektor tersebut.
Tondy menjelaskan, kawasan Deltamas memiliki sejumlah infrastruktur yang mendukung kebutuhan industri berteknologi tinggi. Di antaranya pasokan listrik dengan layanan premium, jaringan serat optik dengan tingkat redundansi yang andal, sistem looping untuk ketersediaan air bersih dan air daur ulang, hingga pusat komando keamanan.
Permintaan dari sektor data center juga terlihat dari pipeline penjualan lahan industri perseroan. Dari total permintaan lahan industri yang mencapai 85 hektare, sekitar 70 persen berasal dari segmen data center.
“Pada pipeline kami sekitar 70 persen dari 85 hektare permintaan lahan industri berasal dari segmen data center,” ujar Tondy.
Data Center Jadi Penggerak Baru Kawasan Industri Deltamas
Besarnya porsi permintaan dari sektor data center memperlihatkan perubahan kebutuhan industri di kawasan timur Jakarta. Infrastruktur digital yang semakin berkembang membuat kebutuhan terhadap pusat penyimpanan dan pengolahan data ikut meningkat.
Kawasan GIIC Kota Deltamas dinilai memiliki posisi strategis karena berada di wilayah Cikarang, Kabupaten Bekasi, yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat industri nasional. Kehadiran infrastruktur penunjang juga menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing kawasan di tengah meningkatnya kebutuhan industri berbasis teknologi.
Pertumbuhan prapenjualan pada semester pertama 2026 menjadi sinyal positif bagi perseroan. Dengan realisasi Rp1,15 triliun, DMAS masih memiliki ruang untuk mengejar sisa target sebesar sekitar Rp930 miliar hingga akhir tahun.
Perseroan menargetkan pengembangan Kota Deltamas tidak berhenti pada kawasan industri. Pengembangan juga mencakup sektor hunian dan komersial yang dirancang sebagai bagian dari kawasan terpadu.
Deltamas Dikembangkan sebagai Kawasan Terpadu
Tondy menegaskan, PT Puradelta Lestari akan terus meningkatkan kualitas layanan kepada konsumen sekaligus mengembangkan kawasan industri, hunian, dan komersial di Kota Deltamas.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk membangun kawasan terpadu modern yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha. Perseroan juga membawa konsep kawasan yang ramah lingkungan sebagai bagian dari strategi pengembangan jangka panjang.
Kota Deltamas diproyeksikan menjadi pusat regional di kawasan timur Jakarta dengan dukungan berbagai fasilitas industri dan perkotaan. Strategi tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai kawasan sekaligus memberikan manfaat bagi konsumen, investor, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Dengan capaian prapenjualan yang sudah menembus lebih dari separuh target tahunan pada semester pertama, serta tingginya permintaan lahan dari industri data center, prospek bisnis DMAS pada paruh kedua 2026 masih terbuka cukup besar.
Baca Juga
Komentar