Tanggul Grand Galaxy Akhirnya Dibongkar Paksa! Pemkot Bekasi Sebut Berbahaya, Warga: Jalan Kini Lebih Aman
KOTA BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akhirnya membongkar paksa tanggul setinggi sekitar 1,5 meter di kawasan gerbang Grand Galaxy City, Kecamatan Bekasi Selatan, Kamis (9/7/2026). Pembongkaran dilakukan setelah pihak pengembang tidak mengindahkan tiga kali surat peringatan yang dilayangkan pemerintah, meski konstruksi tersebut telah lama dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Eksekusi pembongkaran dipimpin Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi. Alat berat diterjunkan untuk meratakan konstruksi yang berada tepat di area persimpangan lampu merah Grand Galaxy, salah satu jalur dengan arus kendaraan yang padat setiap harinya.
Kepala DBMSDA Kota Bekasi, Idi Sutanto, mengatakan langkah pembongkaran terpaksa dilakukan karena pihak pengembang tidak melaksanakan pembongkaran secara mandiri hingga batas waktu yang telah ditentukan.
"Hari ini kami melakukan eksekusi mengingat batas waktu pemberitahuan ke pihak Grand Galaxy untuk melakukan pembongkaran mandiri itu tidak ditempuh," ujar Idi kepada wartawan.
Menurut Idi, sebelum tindakan eksekusi dilakukan, Pemerintah Kota Bekasi telah memberikan kesempatan kepada pihak pengembang untuk membongkar sendiri bangunan tersebut. Bahkan, tiga kali surat perintah pembongkaran telah dilayangkan sebagai bentuk pembinaan administratif.
Surat terakhir dikirim pada 30 Juni 2026, namun hingga tenggat waktu berakhir tidak ada langkah konkret dari pihak pengembang. Kondisi itu membuat pemerintah memutuskan mengambil tindakan tegas demi menjaga keselamatan masyarakat.
Idi menjelaskan, hasil evaluasi teknis menunjukkan konstruksi tanggul tidak memenuhi standar keselamatan jalan. Letaknya berada di area persimpangan dengan elevasi yang terlalu tinggi serta kemiringan yang dinilai membahayakan kendaraan yang melintas.
"Konstruksinya ini bisa membahayakan pengguna jalan karena berada di area persimpangan dengan elevasi yang terlalu tinggi dan kemiringan yang cukup curam," jelasnya.
Bahkan, saat proses pembongkaran berlangsung, petugas menyaksikan adanya kecelakaan lalu lintas di sekitar lokasi. Peristiwa tersebut semakin menguatkan penilaian pemerintah bahwa kondisi jalan memang membutuhkan penanganan segera.
Selain persoalan keselamatan, kawasan tersebut merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Bekasi Selatan dengan Bantargebang dan Jatiasih. Jalan tersebut juga menjadi jalur alternatif masyarakat setelah meningkatnya kepadatan di Jalan Pekayon akibat pekerjaan pembangunan jembatan di Simpang Kemang.
Karena itu, keberadaan konstruksi dengan elevasi yang tidak sesuai standar dinilai berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Idi mengungkapkan pihak pengembang sebenarnya sempat meminta penundaan pelaksanaan pembongkaran. Namun, pemerintah tidak dapat mengabulkan permintaan tersebut karena surat tugas eksekusi harus dijalankan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
"Mereka tidak ada perlawanan, dengan kesadaran bahwa ini memang harus dikerjakan, walaupun tadi sempat ada menyampaikan bisa minta waktu penundaan," katanya.
Setelah pembongkaran selesai, DBMSDA akan melakukan pengukuran ulang terhadap elevasi jalan agar fungsi ruas jalan kembali sesuai standar teknis. Pemerintah menilai peninggian jalan sebelumnya hanya dilakukan pada satu sisi, padahal lokasi tersebut merupakan persimpangan empat arah.
"Kalau memang ini dibuat peninggian, harus semuanya sama dilakukan ke empat sisi ruas jalan tadi, sehingga nanti lebih smooth jalannya," terang Idi.
Pemkot Bekasi menargetkan proses normalisasi dan pengembalian fungsi jalan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima hari sehingga arus kendaraan dapat kembali berjalan lebih aman dan nyaman.
Di sisi lain, warga sekitar Grand Galaxy menyambut positif langkah pemerintah tersebut. Salah seorang warga, Andi Firdaus, mengaku lega karena jalan yang selama ini dianggap membahayakan akhirnya dibongkar.
Menurutnya, tanggul tersebut awalnya dibangun sebagai upaya menghalau luapan Kali Bekasi yang kerap menyebabkan banjir di kawasan Grand Galaxy saat musim hujan. Namun dalam praktiknya, konstruksi itu justru menimbulkan persoalan baru bagi pengguna jalan.
"Pastinya senang kalau jalan ini udah dibongkar. Karena selama ini enggak aman dan nyaman buat pengguna jalan," ujar Andi.
Meski mendukung pembongkaran, Andi berharap pemerintah tidak berhenti sampai di situ. Ia meminta Pemkot Bekasi juga melakukan penertiban bangunan liar di sekitar bantaran sungai sebagai bagian dari upaya penanganan banjir yang lebih menyeluruh.
"Harapannya ada win-win solution bagi warga Galaxy yang selama ini resah dengan luapan sungai," katanya.
Pemkot Bekasi menegaskan bahwa pembongkaran dilakukan demi mengembalikan fungsi jalan sesuai standar keselamatan sekaligus memastikan infrastruktur publik dibangun berdasarkan ketentuan teknis yang berlaku. Pemerintah juga memastikan proses penataan kawasan akan terus dilanjutkan agar keselamatan pengguna jalan dan upaya pengendalian banjir dapat berjalan secara berimbang.
Baca Juga
Komentar