Syifa Hadju Hari Ini Ajak Perempuan Mulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan dari Hal Sederhana
JAKARTA – Perubahan besar untuk menjaga kelestarian bumi tidak harus dimulai dari langkah yang rumit atau mahal. Justru, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari akan memberikan dampak nyata bagi lingkungan. Hal inilah yang ingin disampaikan oleh Brand Ambassador Charm, Syifa Hadju, melalui serangkaian kegiatan edukasi yang digelar dalam rangka menyambut Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Dalam acara yang diadakan oleh PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Syifa Hadju mengajak seluruh perempuan, khususnya generasi muda, untuk mulai menerapkan gaya hidup lebih peduli lingkungan sejak dini. Ajakan ini disampaikan langsung di hadapan lebih dari 2.000 siswi SMP dan SMA yang mengikuti program edukasi kesehatan menstruasi dan pelestarian lingkungan.
Langkah Sederhana yang Bisa Diterapkan Sehari-hari
Di tengah kesibukannya sebagai publik figur, Syifa Hadju mengaku telah mulai menerapkan sejumlah kebiasaan sederhana untuk mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan. Menurutnya, hal-hal ini mudah dilakukan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.
“Selalu usahakan membawa tumbler dan tas belanja sendiri atau tote bag. Ini langkah paling dasar untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai yang jumlahnya sangat banyak setiap harinya,” ujar Syifa dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).
Selain mengurangi sampah plastik, aktris muda ini juga mulai beralih ke cara kerja yang lebih hemat sumber daya alam. Ia mengurangi penggunaan kertas dengan memanfaatkan dokumen digital melalui perangkat tablet, sehingga tidak perlu mencetak lembaran demi lembaran yang akhirnya sering hanya dipakai sesaat.
Pemilihan produk yang dikonsumsi juga menjadi perhatian utamanya. “Aku sebisa mungkin memilih produk yang memang sudah mempertimbangkan aspek lingkungan. Salah satunya adalah Charm, yang sudah bertahun-tahun menghadirkan pilihan pembalut yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.
Syifa meyakini bahwa perubahan signifikan tidak akan terjadi jika dimulai dari pihak luar saja. “Lewat hal-hal ini, aku percaya bahwa perubahan besar buat bumi dan lingkungan bisa dimulai dari keseharian kita,” tegasnya.
Program Edukasi untuk Generasi Muda
Ajakan ini bukan sekadar seruan, melainkan bagian dari rangkaian program School to School Extra Maxi yang telah berjalan sejak April 2026. Melalui kegiatan ini, Charm ingin memberikan pemahaman menyeluruh kepada para siswi mengenai dampak dari setiap barang yang mereka gunakan sehari-hari terhadap lingkungan.
Fokus utamanya adalah mengenalkan prinsip 3R, yaitu Reduce (mengurangi pemakaian), Reuse (memakai kembali), dan Recycle (mendaur ulang). Tujuannya jelas: menanamkan rasa kepedulian dan tanggung jawab terhadap alam sejak usia remaja, sehingga kebiasaan baik ini terbawa hingga dewasa.
Berikut adalah ringkasan materi dan target program yang disampaikan dalam kegiatan tersebut:
Tabel
| Aspek Edukasi | Materi yang Disampaikan | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Dampak Konsumsi | Cara pengolahan limbah, durasi terurai sampah plastik, dan dampak bagi tanah serta air | Membuat siswi sadar akan jejak lingkungan dari barang yang dipakai |
| Prinsip 3R | Cara mengurangi sampah, memanfaatkan ulang barang, serta memilah sampah untuk didaur ulang | Membiasakan kebiasaan hemat dan bijak mengelola sampah |
| Pemilihan Produk | Memahami bahan baku dan jenis kemasan yang lebih ramah lingkungan | Membantu siswi menjadi konsumen yang cerdas dan bertanggung jawab |
Peluncuran Produk Baru yang Lebih Ramah Lingkungan
Sebagai puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Charm secara resmi meluncurkan edisi terbatas Charm Extra Maxi Bio Materials Eco Friendly Package dengan ukuran 23 cm. Produk ini merupakan bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung gaya hidup berkelanjutan.
Keunggulan utama produk ini terlihat dari pemilihan bahan baku dan kemasannya:
- Bahan Inti: Menggunakan bahan alami berupa organic cotton, minyak nabati, dan serat tebu pada lapisan yang bersentuhan langsung dengan kulit, sehingga lebih lembut dan ramah lingkungan.
- Kemasan: Berbahan dasar kertas yang lebih mudah terurai dan didaur ulang. Desainnya pun dirancang agar tetap bisa dimanfaatkan kembali sebagai wadah penyimpanan pembalut atau barang-barang kecil lainnya, sehingga tidak langsung menjadi sampah setelah dibuka.
Langkah ini didasari oleh hasil riset yang dilakukan oleh Uni-Charm pada tahun 2025. Data menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan di kalangan remaja terus meningkat secara signifikan:
- Sekitar 30% siswi SMP menyatakan bersedia membayar sedikit lebih mahal untuk mendapatkan produk pembalut yang lebih ramah lingkungan.
- Sebanyak 25% responden bahkan menjadikan aspek ramah lingkungan sebagai salah satu pertimbangan utama saat memilih pembalut untuk dipakai di siang hari.
Komitmen Jangka Panjang Perusahaan
Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk, Yasutaka Nishioka, menyatakan bahwa program dan produk baru ini adalah wujud tanggung jawab sosial perusahaan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.
“Program edukasi School to School Extra Maxi hadir bukan sebatas memberikan pemahaman bagi siswi SMP dan SMA dalam memilih pembalut yang tepat sesuai kebutuhan. Kami membawa misi yang lebih besar, yaitu menginspirasi generasi muda untuk membiasakan gaya hidup ramah lingkungan sejak dini demi melestarikan masa depan bumi,” jelas Yasutaka.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus berinovasi mengembangkan produk dan kemasan yang lebih bersahabat dengan alam, sekaligus terus mengedukasi masyarakat agar sadar bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Dengan dukungan publik figur seperti Syifa Hadju dan inovasi nyata dari industri, diharapkan pesan ini dapat menjangkau lebih banyak orang. Mulai dari membawa tas belanja sendiri, mengurangi penggunaan plastik, hingga memilih produk yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, setiap langkah kecil hari ini adalah investasi bagi bumi yang lebih sehat di masa depan.
Baca Juga
Komentar