Hari Ini Saham IPO BACH Resmi Masuk Indeks Syariah ISSI, Langsung ARA di Hari Perdana
JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menghadirkan kabar positif bagi pasar modal nasional. Saham pendatang baru hasil penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO), PT Bach Multi Global Tbk (BACH), resmi masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) setelah ditetapkan sebagai bagian dari Daftar Efek Syariah (DES) oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Masuknya BACH ke dalam ISSI menjadi pencapaian penting bagi emiten yang baru melantai di Bursa Efek Indonesia pada 8 Juli 2026. Tak hanya memperoleh pengakuan sebagai saham syariah, BACH juga langsung mencuri perhatian pelaku pasar setelah sahamnya melonjak hingga menyentuh Auto Rejection Atas (ARA) pada hari pertama perdagangan.
Momentum tersebut mempertegas optimisme investor terhadap prospek bisnis Perseroan yang bergerak di bidang solusi energi dan infrastruktur telekomunikasi terintegrasi.
Resmi Masuk ISSI, Berlaku Mulai 8 Juli 2026
Keputusan mengenai masuknya saham BACH ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia diumumkan Bursa Efek Indonesia melalui pengumuman resmi tertanggal 7 Juli 2026.
Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, Pande Made Kusuma Ari, menyampaikan bahwa penetapan tersebut dilakukan setelah OJK memasukkan saham BACH ke dalam Daftar Efek Syariah (DES).
Dengan status tersebut, saham BACH secara otomatis menjadi salah satu konstituen ISSI.
Keputusan tersebut mulai berlaku efektif 8 Juli 2026 hingga pelaksanaan evaluasi Daftar Efek Syariah berikutnya oleh OJK.
Masuknya suatu saham ke dalam ISSI menjadi salah satu indikator bahwa perusahaan memenuhi prinsip-prinsip syariah sesuai ketentuan regulator, sehingga dapat menjadi pilihan investasi bagi investor yang mengedepankan aspek syariah.
Langsung Terbang, Saham BACH Sentuh ARA di Hari Pertama
Antusiasme investor terlihat sejak pembukaan perdagangan perdana.
Saham BACH dibuka menguat tajam hingga menyentuh Rp550 per saham, naik 24,43 persen dibandingkan harga IPO sebesar Rp500.
Kenaikan tersebut langsung membawa saham BACH menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) pada hari pertama pencatatan.
Performa impresif tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap emiten baru ini, terutama setelah melihat fundamental perusahaan yang dinilai cukup solid.
Ringkasan IPO PT Bach Multi Global Tbk
| Keterangan | Data |
|---|---|
| Emiten | PT Bach Multi Global Tbk |
| Kode Saham | BACH |
| Tanggal Listing | 8 Juli 2026 |
| Saham Dilepas | 615 juta saham |
| Persentase IPO | 15,06% |
| Harga IPO | Rp500 per saham |
| Dana Dihimpun | Hingga Rp307,5 miliar |
| Harga Hari Pertama | Rp550 |
| Kenaikan | 24,43% (ARA) |
Dana IPO Fokus Perkuat Bisnis
Melalui IPO, Perseroan berpotensi menghimpun dana sekitar Rp307,5 miliar.
Manajemen telah menetapkan arah penggunaan dana tersebut untuk mempercepat ekspansi usaha.
Sebanyak 70 persen dana hasil IPO dialokasikan sebagai modal kerja, terutama untuk pembelian generator set (genset).
Langkah ini dilakukan guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, baik untuk penjualan maupun penyewaan genset.
Sementara 30 persen sisanya digunakan untuk membayar sebagian pinjaman bank.
Strategi tersebut diharapkan mampu memperkuat struktur permodalan perusahaan sekaligus menurunkan tingkat leverage sehingga kondisi keuangan menjadi lebih sehat.
Kinerja Keuangan Melonjak Tajam
Salah satu alasan yang membuat saham BACH mendapat respons positif dari investor adalah kinerja fundamental yang menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun buku 2025.
Perseroan membukukan pendapatan sekitar Rp1,73 triliun, meningkat hampir 40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Laba bersih bahkan melonjak lebih tinggi.
BACH mencatatkan laba bersih sekitar Rp155 miliar, atau meningkat 97,5 persen secara tahunan.
Margin laba bersih juga meningkat menjadi 9 persen, dari sebelumnya sekitar 6,3 persen.
Perbandingan Kinerja Keuangan
| Indikator | 2024 | 2025 | Pertumbuhan |
|---|---|---|---|
| Pendapatan | ±Rp1,24 triliun | ±Rp1,73 triliun | +40% |
| Laba Bersih | ±Rp78 miliar | ±Rp155 miliar | +97,5% |
| Margin Laba Bersih | 6,3% | 9% | Meningkat |
Penjualan Genset Jadi Mesin Pertumbuhan
Pertumbuhan laba yang dicatatkan Perseroan tidak terlepas dari peningkatan permintaan terhadap berbagai lini bisnis.
Segmen penjualan genset menjadi salah satu kontributor utama.
Penjualan generator set meningkat lebih dari 93 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Tak hanya itu, bisnis penyewaan genset mencatat lonjakan yang jauh lebih tinggi, yakni lebih dari 1.200 persen secara tahunan.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya kebutuhan pasokan listrik cadangan di berbagai sektor industri maupun proyek infrastruktur.
Selain itu, bisnis jasa konstruksi dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi tetap memberikan kontribusi besar melalui kontrak jangka panjang yang menghasilkan pendapatan berulang (recurring income).
Lebih dari 20 Tahun Berpengalaman
PT Bach Multi Global Tbk bukan pemain baru dalam industri energi dan telekomunikasi.
Perseroan telah beroperasi selama lebih dari dua dekade dan memiliki pengalaman dalam mengelola berbagai proyek berskala nasional.
Saat ini perusahaan mengelola lebih dari:
-
40.000 site telekomunikasi
-
20.000 unit genset yang telah didistribusikan
-
Lebih dari 200 pelanggan korporasi
Skala operasional tersebut menjadi salah satu modal penting dalam menjaga pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Klien-Klien Besar BACH
Kepercayaan pasar terhadap BACH juga didukung oleh portofolio pelanggan yang berasal dari berbagai sektor strategis.
Beberapa perusahaan besar yang menjadi pelanggan antara lain:
-
PLN Group
-
Grup Protelindo
-
Bank Mandiri
-
BRI
-
Huawei
-
Indosat Ooredoo Hutchison
-
Instansi pemerintah
-
Berbagai perusahaan energi nasional
Keberadaan pelanggan besar tersebut memberikan stabilitas pendapatan sekaligus memperkuat prospek bisnis perusahaan.
Mengapa Masuk ISSI Menjadi Penting?
Masuknya saham BACH ke dalam ISSI memiliki sejumlah manfaat strategis.
Selain memperluas basis investor, status sebagai saham syariah membuka peluang lebih besar untuk dilirik oleh berbagai reksa dana syariah maupun investor institusi yang memiliki mandat investasi berbasis prinsip syariah.
Bagi investor ritel, keberadaan dalam ISSI juga menjadi salah satu indikator bahwa emiten telah memenuhi kriteria tertentu terkait kegiatan usaha maupun struktur keuangan sesuai ketentuan OJK.
Prospek Bisnis Dinilai Masih Terbuka
Pertumbuhan industri telekomunikasi, pusat data (data center), energi cadangan, hingga pembangunan infrastruktur nasional diperkirakan masih menjadi katalis positif bagi bisnis Perseroan.
Kebutuhan akan generator set diproyeksikan tetap tinggi seiring meningkatnya pembangunan kawasan industri, rumah sakit, pusat logistik, hingga jaringan telekomunikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Di sisi lain, model bisnis berbasis penyewaan genset dan kontrak pemeliharaan memberikan pendapatan yang lebih stabil karena bersifat berulang.
Kombinasi pertumbuhan organik, ekspansi bisnis, serta penguatan struktur keuangan melalui dana IPO menjadi modal penting bagi Perseroan dalam menjaga pertumbuhan jangka panjang.
Momentum Positif Pasca IPO
Keberhasilan saham BACH masuk ke dalam Indeks Saham Syariah Indonesia hanya sehari sebelum resmi diperdagangkan menjadi sinyal positif bagi pasar.
Didukung kinerja keuangan yang solid, lonjakan harga saham hingga menyentuh ARA pada hari pertama, serta basis pelanggan yang kuat, PT Bach Multi Global Tbk berhasil mencuri perhatian investor sejak awal pencatatan di Bursa Efek Indonesia.
Ke depan, pasar akan mencermati kemampuan Perseroan mempertahankan pertumbuhan pendapatan, memperluas pangsa pasar, dan mengoptimalkan penggunaan dana hasil IPO untuk memperkuat ekspansi bisnis. Jika strategi tersebut berjalan sesuai rencana, BACH berpeluang menjadi salah satu emiten yang menarik untuk dipantau, baik oleh investor syariah maupun investor konvensional.
Baca Juga
Komentar