Tri Adhianto Dorong Event Jajanan Pasar Jadi Agenda Rutin di Seluruh Kecamatan Kota Bekasi
BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penyelenggaraan Event Jajanan Pasar. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi agenda rutin yang digelar secara bergilir di setiap kecamatan sebagai upaya memperluas promosi produk lokal sekaligus melestarikan kuliner tradisional Indonesia.
Harapan itu disampaikan Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, saat menghadiri Event Jajanan Pasar, Selasa (7/7/2026). Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai strategis karena mampu mempertemukan pelaku UMKM dengan masyarakat secara langsung.
Tri Adhianto mengatakan penyelenggaraan Event Jajanan Pasar tidak berorientasi pada keuntungan semata. Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, lebih menitikberatkan kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha agar memiliki ruang promosi yang lebih luas.
"Kegiatan ini bukan semata-mata untuk mencari keuntungan, tetapi menjadi bentuk keberpihakan Pemerintah Kota Bekasi kepada para pelaku UMKM. Kami ingin memberikan ruang bagi mereka untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujar Tri Adhianto.
Ia menjelaskan, keberadaan event tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal di tengah persaingan pasar yang semakin berkembang. Selain memperkenalkan produk unggulan, pelaku usaha juga memiliki kesempatan membangun jaringan pemasaran secara lebih luas.
Pemerintah Kota Bekasi menilai sektor UMKM memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi daerah. Karena itu, berbagai program pemberdayaan terus dilakukan, termasuk menghadirkan ruang promosi melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Antusiasme warga dalam mengikuti Event Jajanan Pasar menjadi indikator bahwa kegiatan tersebut mendapat sambutan positif. Sejak dibuka, masyarakat memadati area kegiatan untuk menikmati beragam kuliner tradisional yang disajikan pelaku UMKM.
Tingginya jumlah pengunjung juga memberikan dampak terhadap meningkatnya peluang penjualan produk lokal. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu manfaat nyata dari penyelenggaraan kegiatan berbasis pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Melihat respons positif tersebut, Pemerintah Kota Bekasi berharap Event Jajanan Pasar tidak berhenti sebagai kegiatan insidental, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Tri Adhianto mengatakan penyelenggaraan secara bergilir di setiap kecamatan akan membuka kesempatan yang lebih merata bagi seluruh pelaku UMKM di Kota Bekasi.
"Saya berharap Event Jajanan Pasar ini dapat menjadi agenda rutin di setiap kecamatan. Dengan begitu, seluruh pelaku UMKM memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, dan masyarakat juga semakin mencintai kuliner tradisional sebagai warisan budaya yang harus kita lestarikan," katanya.
Menurutnya, pemerataan lokasi penyelenggaraan akan mempermudah masyarakat di berbagai wilayah untuk mengakses kegiatan tersebut tanpa harus datang ke satu titik tertentu.
Selain memberikan manfaat ekonomi, Event Jajanan Pasar juga dinilai menjadi sarana pelestarian budaya. Berbagai makanan tradisional yang ditampilkan menjadi bagian dari upaya menjaga kekayaan kuliner Indonesia agar tetap dikenal lintas generasi.
Pemerintah Kota Bekasi berharap masyarakat semakin mencintai produk lokal sekaligus mendukung pelaku usaha di lingkungan sekitarnya. Dukungan tersebut diyakini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan.
Di sisi lain, pelaku UMKM memperoleh kesempatan memperkenalkan kualitas produk mereka secara langsung kepada calon konsumen. Interaksi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk lokal.
Komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mendukung UMKM menjadi bagian dari strategi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan. Melalui berbagai program pemberdayaan, pemerintah berupaya menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif bagi pelaku usaha kecil dan menengah.
Event Jajanan Pasar diharapkan terus berkembang sebagai agenda yang tidak hanya menghadirkan aktivitas ekonomi, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat melalui pelestarian kuliner tradisional.
Dengan dukungan pemerintah, pelaku UMKM, dan masyarakat, kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus menjaga identitas budaya Indonesia melalui kekayaan kuliner tradisional.
Baca Juga
Komentar