Raja Dividen Indonesia! Lo Kheng Hong Borong Rp45,51 Miliar dari Empat Emiten Ini
JAKARTA – Nama investor legendaris Indonesia, Lo Kheng Hong, kembali menjadi sorotan pasar modal setelah berhasil mengantongi dividen jumbo senilai Rp45,51 miliar hanya dalam rentang Mei hingga Juni 2026. Pendapatan pasif bernilai fantastis tersebut berasal dari sejumlah saham unggulan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari portofolio investasinya.
Perolehan dividen puluhan miliar rupiah itu semakin menegaskan reputasi Lo Kheng Hong sebagai salah satu investor paling sukses di Indonesia yang konsisten menerapkan strategi value investing. Alih-alih mengejar saham-saham populer yang sedang naik daun, pria yang dijuluki “Warren Buffett Indonesia” itu dikenal memilih emiten dengan fundamental kuat, valuasi murah, dan kemampuan menghasilkan laba secara berkelanjutan.
Dalam periode pembagian dividen Mei-Juni 2026, setidaknya empat emiten yang berada dalam portofolio Lo Kheng Hong membagikan keuntungan kepada para pemegang saham. Total dana yang diterima mencapai Rp45,51 miliar, terdiri atas dividen yang sudah dibayarkan dan yang masih akan cair hingga akhir Juni.
Besarnya nilai dividen tersebut menunjukkan bahwa strategi investasi jangka panjang yang diterapkan Lo Kheng Hong masih menghasilkan keuntungan yang sangat signifikan, bahkan ketika kondisi pasar saham mengalami fluktuasi.
Dividen Rp25 Miliar Lebih Sudah Masuk Rekening
Dari total dividen Rp45,51 miliar yang akan diterima, sekitar Rp25,22 miliar telah masuk ke rekening dana nasabah Lo Kheng Hong pada Mei dan Juni 2026.
Pencairan pertama berasal dari saham ABM Investama Tbk (ABMM) yang membagikan dividen pada 26 Mei 2026. Berdasarkan kepemilikan sebanyak 155,42 juta saham atau sekitar 5,65 persen saham perusahaan, Lo Kheng Hong menerima dividen senilai Rp15,07 miliar.
ABMM selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu investasi paling menguntungkan bagi Lo Kheng Hong. Emiten yang bergerak di sektor energi dan pertambangan tersebut menikmati pertumbuhan kinerja seiring tingginya aktivitas industri batu bara dan jasa pertambangan nasional.
Selanjutnya, dividen juga mengalir dari Ramayana Lestari Sentosa Tbk (RALS). Melalui kepemilikan sekitar 203 juta saham, Lo Kheng Hong memperoleh dividen sebesar Rp10,15 miliar yang dibayarkan pada 12 Juni 2026.
RALS dikenal sebagai salah satu saham favorit investor nilai karena memiliki posisi kas yang kuat, bisnis ritel yang stabil, dan konsistensi dalam membagikan dividen kepada pemegang saham.
Dengan demikian, hingga pertengahan Juni 2026, total dividen yang telah diterima Lo Kheng Hong mencapai Rp25,22 miliar.
Dua Dividen Jumbo Masih Menunggu Cair
Meski telah menerima lebih dari Rp25 miliar, aliran dividen ke rekening Lo Kheng Hong belum berhenti.
Masih ada sekitar Rp20,29 miliar yang dijadwalkan cair dalam beberapa pekan ke depan.
Porsi terbesar berasal dari Gajah Tunggal Tbk (GJTL). Perusahaan produsen ban terbesar di Indonesia itu dijadwalkan membayar dividen pada 18 Juni 2026.
Melalui kepemilikan sekitar 235,83 juta saham, Lo Kheng Hong diperkirakan menerima dividen mencapai Rp18,86 miliar.
Jumlah tersebut menjadi dividen terbesar kedua yang diterimanya pada musim pembagian dividen tahun ini setelah ABMM.
Selain GJTL, dividen juga akan datang dari Malindo Feedmill Tbk (MAIN). Dari kepemilikan sekitar 27,65 juta saham, Lo Kheng Hong akan menerima dividen senilai Rp1,43 miliar yang dijadwalkan dibayarkan pada 26 Juni 2026.
Jika seluruh pembayaran selesai dilakukan, total dividen yang diterima investor kawakan tersebut mencapai Rp45,51 miliar.
Strategi Value Investing Kembali Terbukti
Keberhasilan Lo Kheng Hong memperoleh dividen jumbo tidak terjadi secara instan.
Selama puluhan tahun, ia dikenal sebagai investor yang mengandalkan analisis fundamental perusahaan dibanding mengikuti tren pasar jangka pendek.
Prinsip yang selalu ia pegang adalah membeli perusahaan bagus ketika harganya masih murah, kemudian menyimpannya dalam jangka panjang hingga nilai intrinsiknya tercermin di pasar.
Strategi tersebut membuat banyak saham yang dulu dianggap tidak menarik justru berkembang menjadi aset bernilai tinggi.
Lo Kheng Hong juga kerap menegaskan bahwa dividen merupakan salah satu indikator penting kualitas sebuah perusahaan. Emiten yang mampu membagikan dividen secara konsisten biasanya memiliki arus kas yang sehat dan model bisnis yang berkelanjutan.
Karena itu, sebagian besar saham dalam portofolionya berasal dari perusahaan yang memiliki rekam jejak pembagian dividen yang baik.
Portofolio Saham Lo Kheng Hong per Mei 2026
Data terbaru menunjukkan Lo Kheng Hong masih memiliki portofolio yang cukup beragam di berbagai sektor industri.
Salah satu kepemilikan terbesar adalah ABM Investama (ABMM) sebanyak 155,42 juta saham atau setara 5,65 persen kepemilikan. Nilai pasar investasi tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp376,12 miliar.
Di sektor media, Lo Kheng Hong tercatat menggenggam 1,06 miliar saham Global Mediacom (BMTR) atau sekitar 6,43 persen saham perusahaan dengan nilai investasi mendekati Rp126,9 miliar.
Pada sektor properti, ia memiliki sekitar 758,62 juta saham Intiland Development (DILD) atau setara 7,32 persen kepemilikan dengan nilai pasar sekitar Rp87,24 miliar.
Selain itu, terdapat saham Clipan Finance Indonesia (CFIN) sebanyak 76,29 juta lembar, Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) sebanyak 185,24 juta saham, serta Polychem Indonesia (ADMG) sebanyak 50,31 juta saham.
Portofolio tersebut menunjukkan karakteristik khas investasi Lo Kheng Hong yang cenderung memilih perusahaan dengan harga relatif murah namun memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.
Investor Pantau Sejumlah RUPS Penting
Selain emiten yang telah membagikan dividen, perhatian investor kini tertuju pada sejumlah perusahaan lain yang segera menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Beberapa emiten dalam portofolio Lo Kheng Hong yang akan menggelar RUPS antara lain Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST) dan Clipan Finance (CFIN) pada 18 Juni 2026.
Kemudian terdapat PP London Sumatra Indonesia (LSIP) dan Salim Ivomas Pratama (SIMP) yang dijadwalkan menggelar RUPS pada 25 Juni 2026.
Sementara itu, Global Mediacom (BMTR) akan melaksanakan RUPS pada 29 Juni 2026, disusul Paninvest (PNIN) pada 30 Juni 2026.
Pelaku pasar menantikan keputusan terkait penggunaan laba bersih, termasuk kemungkinan pembagian dividen yang dapat menambah pendapatan pasif Lo Kheng Hong pada semester kedua tahun ini.
Menjadi Bukti Kekuatan Investasi Jangka Panjang
Perolehan dividen Rp45,51 miliar dalam waktu sekitar dua bulan menjadi bukti nyata bagaimana investasi jangka panjang dapat menghasilkan pendapatan yang sangat besar.
Di tengah volatilitas pasar dan perubahan kondisi ekonomi global, strategi yang dijalankan Lo Kheng Hong menunjukkan bahwa kesabaran, disiplin, dan pemilihan perusahaan berkualitas masih menjadi kunci utama keberhasilan investasi.
Bagi investor ritel, kisah Lo Kheng Hong menjadi pengingat bahwa keuntungan investasi tidak hanya berasal dari kenaikan harga saham, tetapi juga dari dividen yang dibagikan perusahaan secara rutin.
Dengan portofolio bernilai ratusan miliar rupiah yang tersebar di berbagai sektor, Lo Kheng Hong kembali membuktikan mengapa dirinya masih menjadi salah satu investor paling disegani di Bursa Efek Indonesia.
Musim dividen 2026 pun menjadi panggung baru yang memperlihatkan bagaimana strategi value investing mampu menghasilkan aliran pendapatan yang konsisten dan berkelanjutan, bahkan mencapai puluhan miliar rupiah hanya dalam hitungan minggu.
Baca Juga
Komentar