Hari Ini Usai IPO, Direktur RANS Grandy Prajayakti Mendadak Mundur, Ini Alasannya
JAKARTA – Direktur PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk (RANS), Grandy Prajayakti, secara mengejutkan mengajukan pengunduran diri dari perusahaan media digital milik Raffi Ahmad tersebut.
Rencana pengunduran diri itu menjadi perhatian karena disampaikan tak lama setelah RANS melaksanakan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Juli 2026.
Grandy tidak hanya akan meninggalkan jabatan sebagai direktur di perusahaan induk. Ia juga berencana melepas seluruh posisi yang diembannya di sejumlah anak usaha RANS.
Dengan demikian, Grandy dipastikan keluar sepenuhnya dari struktur perusahaan beserta entitas anak yang selama ini berada di bawah grup RANS.
Terungkap! Grandy Mundur karena Alasan Pribadi
Sekretaris Perusahaan PT RANS Entertainmen Indonesia Tbk, Chintami Maranata Sihombing, menjelaskan pengunduran diri Grandy dilakukan atas alasan pribadi.
Manajemen RANS juga memastikan keputusan tersebut tidak berkaitan dengan perselisihan atau persoalan internal perusahaan.
“Sepanjang pengetahuan perseroan, pengunduran diri tersebut merupakan keputusan pribadi Grandy Prajayakti dan tidak terdapat perselisihan dalam bentuk apapun, baik dengan perseroan, direksi, dewan komisaris maupun pemegang saham perseroan,” kata Chintami dalam surat jawaban kepada BEI, Rabu (29/7/2026).
Klarifikasi tersebut sekaligus membantah spekulasi bahwa keluarnya Grandy berkaitan dengan masalah antara dirinya dengan manajemen, komisaris maupun pemegang saham RANS.
Rencana Mundur Baru Disampaikan Setelah IPO
RANS juga menjelaskan bahwa rencana pengunduran diri Grandy bukan sesuatu yang telah dibahas sebelum perusahaan melaksanakan IPO.
Menurut Chintami, Grandy baru menyampaikan rencana tersebut pada 22 Juli 2026.
Artinya, keputusan tersebut muncul setelah RANS resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada awal Juli.
Manajemen menegaskan bahwa sebelum IPO tidak terdapat pembahasan mengenai rencana Grandy untuk meninggalkan perusahaan.
Hal ini menjadi salah satu poin penting yang disampaikan RANS kepada BEI untuk menjelaskan kondisi terbaru susunan manajemen perusahaan.
RANS Belum Cari Pengganti Grandy
Meski Grandy akan meninggalkan jabatannya, RANS belum berencana melakukan penggantian direktur dalam waktu dekat.
Manajemen menyebut kondisi tersebut masih memungkinkan karena jumlah anggota direksi yang tersisa tetap memenuhi ketentuan minimal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Saat ini, RANS masih memiliki tiga anggota direksi, yang terdiri atas satu direktur utama dan dua direktur.
Karena itu, tugas dan tanggung jawab yang sebelumnya dijalankan Grandy akan dialihkan kepada jajaran direksi yang masih menjabat.
“Tugas dan tanggung jawab Grandy Prajayakti akan didistribusikan kepada Direktur Utama dan atau Direktur lain yang menjabat saat ini,” jelas Chintami.
Dibongkar! Grandy Lepas Jabatan di Sejumlah Anak Usaha
Grandy diketahui tidak hanya memegang jabatan di perusahaan induk RANS.
Ia juga memiliki sejumlah posisi pada entitas anak perusahaan yang berada dalam grup tersebut.
Beberapa di antaranya adalah PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina), PT Rans Nikmat Sejahtera, PT Rans Keluarga Bersama, PT Rans Boga Indonesia, dan PT Rans Olahraga Digital.
Dengan keputusan pengunduran dirinya, Grandy juga akan meninggalkan seluruh jabatan yang diembannya pada perusahaan-perusahaan tersebut.
Langkah itu membuat keluarnya Grandy dari grup RANS bersifat menyeluruh, bukan sekadar pengunduran diri dari posisi direktur di perusahaan induk.
Akuisisi Slavina Tetap Berjalan
Meski terjadi perubahan di jajaran manajemen, RANS memastikan rencana akuisisi terhadap PT Rans Kosmetik Indonesia atau Slavina tidak mengalami gangguan.
Perusahaan tetap akan menjalankan rencana tersebut sesuai dengan prospektus yang telah disampaikan kepada publik.
“Saat ini, perseroan dalam proses mencari calon (direktur) yang memiliki kriteria paling sesuai dengan kebutuhan Slavina. Sampai dengan saat ini, kondisi ini tidak berdampak terhadap rencana akuisisi Slavina,” ujar Chintami.
Dengan demikian, pengunduran diri Grandy tidak mengubah agenda korporasi yang telah direncanakan RANS terhadap perusahaan kosmetik tersebut.
RANS Siapkan Transisi Tugas Manajemen
Pengunduran diri seorang direktur setelah perusahaan melantai di bursa menjadi perhatian tersendiri karena perusahaan publik memiliki tuntutan transparansi yang lebih tinggi terhadap informasi material dan perubahan manajemen.
RANS menyatakan proses transisi akan dilakukan dengan mendistribusikan tugas Grandy kepada jajaran direksi yang masih aktif.
Langkah tersebut diharapkan memastikan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan normal tanpa terganggu oleh perubahan struktur manajemen.
Di sisi lain, proses pencarian calon direktur yang sesuai untuk Slavina juga terus dilakukan agar kebutuhan manajemen di entitas tersebut dapat terpenuhi.
Setelah IPO, RANS Hadapi Babak Baru
Pengunduran diri Grandy menjadi salah satu perubahan penting yang terjadi di tubuh RANS setelah perusahaan memasuki fase sebagai perusahaan terbuka.
Manajemen menegaskan keputusan tersebut merupakan keputusan pribadi dan tidak dilatarbelakangi konflik internal.
Dengan tiga direktur yang masih menjalankan tugas, RANS memastikan operasional perusahaan tetap berjalan sembari menata pembagian tanggung jawab baru.
Sementara itu, agenda korporasi seperti rencana akuisisi Slavina tetap dilanjutkan sesuai prospektus.
Perubahan tersebut sekaligus menjadi ujian awal bagi tata kelola RANS sebagai perusahaan publik dalam menjaga kesinambungan manajemen, transparansi informasi, serta kepercayaan investor setelah resmi melantai di BEI.
Baca Juga
Komentar