Kereta Kyiv-Warsawa Diserang 2 Km dari Polandia, Ukraina Kecam Rusia Hari Ini
JAKARTA – Ukraina mengecam serangan terhadap lokomotif kereta penumpang yang melintas di rute Kyiv-Warsawa. Ukraina menuduh Rusia berada di balik serangan yang terjadi di wilayah dekat perbatasan Polandia tersebut.
Dilansir AFP, Senin (14/9/2026), Ukraina menyebut kereta penumpang rute Kyiv-Warsawa terkena serangan sekitar dua kilometer dari perbatasan Ukraina-Polandia.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam insiden tersebut.
Operator kereta api Ukraina, Ukrzaliznytsia, mengatakan serangan terjadi ketika sejumlah pejabat Eropa berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Sesaat sebelum lokomotif terkena serangan di perbatasan Ukraina-Polandia, sebuah kereta diplomatik berada di Stasiun Yagodyn,” demikian pernyataan Ukrzaliznytsia.
Menurut operator tersebut, di dalam kereta diplomatik itu terdapat penasihat keamanan dari sejumlah negara anggota Uni Eropa serta mantan pemimpin Eropa, termasuk mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson.
Ukrzaliznytsia juga menyebut mantan Direktur CIA David Petraeus berada di kereta lain yang sedang berada di Stasiun Yagodyn ketika serangan terjadi.
Namun, operator kereta api tersebut tidak menjelaskan seberapa jauh posisi para pejabat tersebut dari kereta yang menjadi sasaran serangan.
Zelensky Tuduh Rusia Sengaja Menyerang
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuding Moskow sengaja menjadikan lokomotif tersebut sebagai sasaran.
Zelensky mengatakan serangan tersebut menunjukkan risiko perang yang dapat meluas ke wilayah Eropa.
“Justru untuk mencegah serangan-serangan ini menyebar lebih jauh ke Eropa, pria dan wanita Ukraina berjuang setiap hari, mempertaruhkan nyawa mereka, dan tidak membiarkan agresi meluas,” kata Zelensky.
Polandia sendiri merupakan salah satu sekutu utama Ukraina sejak perang Rusia-Ukraina berlangsung.
Penutupan wilayah udara Ukraina membuat jalur kereta api menuju Polandia menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat yang keluar dari Ukraina.
Rute tersebut juga banyak digunakan oleh para pengungsi yang meninggalkan Ukraina akibat perang.
Polandia Gelar Rapat Darurat
Perdana Menteri Polandia Donald Tusk memimpin rapat darurat di Warsawa setelah serangkaian serangan tersebut.
Tusk memperingatkan adanya kemungkinan peningkatan eskalasi perang Rusia-Ukraina dalam beberapa pekan mendatang.
“Kita tidak dapat mengesampingkan bahwa eskalasi juga akan berdampak pada wilayah kita... Saya berharap tidak,” kata Tusk.
Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran Polandia terhadap kemungkinan dampak konflik yang semakin mendekati wilayah negara-negara anggota NATO.
Rusia Bantah Sasaran Kereta Penumpang
Sementara itu, Rusia memberikan versi berbeda mengenai sasaran serangan tersebut.
Rusia mengatakan pihaknya menyerang infrastruktur perkeretaapian yang digunakan untuk mengangkut kargo militer dari negara-negara Eropa.
Pernyataan Rusia tersebut berbeda dengan tuduhan Ukraina yang menyebut lokomotif kereta penumpang rute Kyiv-Warsawa menjadi sasaran serangan.
Belum ada informasi mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. Sementara itu, situasi di sekitar jalur perkeretaapian dekat perbatasan Ukraina-Polandia masih menjadi perhatian di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai perluasan konflik.
Insiden ini juga menyoroti pentingnya jalur kereta api Ukraina menuju Polandia, yang selama perang menjadi salah satu akses utama bagi perjalanan penumpang dan evakuasi masyarakat menuju wilayah Eropa.
Baca Juga
Komentar