Internet 100 Mbps Cuma Rp100 Ribu! Saham WIFI Diprediksi Melejit, Layanan IRA Jadi Game Changer Industri Internet
Jakarta, 11 Maret 2026 — Prospek bisnis perusahaan infrastruktur digital PT Solusi Sinergi Digital Tbk dengan kode saham WIFI dinilai semakin cerah pada tahun 2026. Optimisme tersebut muncul setelah perusahaan resmi meluncurkan layanan internet berbasis 5G Fixed Wireless Access (FWA) melalui merek IRA – Internet Rakyat, yang menawarkan kecepatan tinggi dengan harga yang sangat terjangkau bagi masyarakat.
Peluncuran layanan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperluas akses internet rumah tangga di Indonesia, sekaligus memperkuat posisinya di industri telekomunikasi nasional yang semakin kompetitif.
Layanan IRA – Internet Rakyat resmi diaktifkan secara komersial sejak 19 Februari 2026 melalui anak usaha perusahaan, yaitu PT Telemedia Komunikasi Pratama. Dengan dimulainya aktivasi tersebut, fase eksekusi komersial layanan internet berbasis 5G ini kini telah berjalan secara penuh.
Internet Cepat dan Murah Jadi Daya Tarik Utama
Kehadiran layanan IRA merupakan bagian dari upaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan akses internet nasional. Program ini sejalan dengan target yang dicanangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menghadirkan layanan internet cepat dengan harga yang terjangkau.
Melalui teknologi 5G Fixed Wireless Access, layanan IRA mampu menghadirkan kecepatan internet hingga 100 Mbps dengan harga maksimal sekitar Rp147.000 per bulan.
Namun menariknya, paket internet yang ditawarkan bahkan lebih murah dari target tersebut.
IRA menghadirkan paket fixed broadband dengan harga hanya Rp100.000 per bulan untuk kecepatan hingga 100 Mbps dengan berbagai keuntungan tambahan, antara lain:
-
internet unlimited tanpa batas kuota
-
bebas biaya instalasi
-
gratis sewa modem
-
koneksi stabil untuk kebutuhan rumah tangga
Skema harga yang sangat kompetitif ini membuat layanan tersebut berpotensi menjangkau segmen masyarakat yang lebih luas, terutama pengguna internet rumah tangga di kawasan urban maupun pinggiran kota.
Teknologi FWA Diprediksi Jadi Game Changer
Analis menilai peluncuran layanan internet berbasis FWA ini berpotensi menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan bisnis perusahaan dalam beberapa tahun mendatang.
Managing Director Research dan Digital Production Harry Su dari Samuel Sekuritas Indonesia menilai bahwa teknologi Fixed Wireless Access memiliki potensi besar dalam mengubah lanskap industri internet di Indonesia.
Menurutnya, layanan FWA memungkinkan perusahaan telekomunikasi menyediakan internet cepat tanpa harus membangun jaringan kabel fiber yang mahal dan memakan waktu lama.
“Kami melihat FWA sebagai game changer dan growth driver untuk WIFI dengan kontribusi pendapatan lebih dari 40 persen dalam tiga tahun ke depan,” ujar Harry.
Hal ini menunjukkan bahwa layanan internet berbasis jaringan nirkabel berkecepatan tinggi semakin menjadi solusi masa depan bagi penyedia layanan internet.
Kebutuhan Internet Berkecepatan Tinggi Terus Meningkat
Permintaan terhadap akses internet cepat di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi digital.
Berbagai aktivitas masyarakat kini semakin bergantung pada konektivitas internet, mulai dari bekerja secara daring, pendidikan digital, hingga hiburan berbasis streaming.
Selain itu, perkembangan teknologi seperti cloud computing, kecerdasan buatan, serta Internet of Things juga mendorong kebutuhan jaringan internet yang stabil dan berkecepatan tinggi.
Dalam konteks tersebut, layanan internet rumah tangga dengan kecepatan tinggi namun harga terjangkau menjadi solusi yang sangat relevan.
IRA – Internet Rakyat mencoba menjawab kebutuhan tersebut dengan memanfaatkan teknologi jaringan generasi terbaru.
Faktor Daya Beli Masyarakat Jadi Penentu
Meski memiliki potensi pertumbuhan yang besar, kinerja bisnis perusahaan juga tetap dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal.
Salah satu faktor utama yang akan menentukan keberhasilan layanan FWA adalah daya beli masyarakat.
Jika kondisi ekonomi masyarakat stabil dan daya beli meningkat, maka tingkat adopsi layanan internet rumah tangga juga akan semakin tinggi.
Namun sebaliknya, jika kondisi ekonomi melemah, pertumbuhan pelanggan internet juga berpotensi melambat.
Selain itu, tingkat persaingan di industri telekomunikasi juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan.
Persaingan Industri Telekomunikasi Semakin Ketat
Industri telekomunikasi di Indonesia dikenal sebagai salah satu sektor dengan tingkat persaingan yang sangat tinggi.
Berbagai perusahaan telekomunikasi besar terus berlomba menghadirkan layanan internet yang lebih cepat, lebih stabil, serta lebih terjangkau.
Selain layanan Fixed Wireless Access, perusahaan juga mengembangkan jaringan Fiber to The Home (FTTH) untuk memperluas cakupan layanan internet berbasis kabel fiber optik.
Menurut Harry Su, dinamika persaingan tersebut akan sangat menentukan perkembangan bisnis WIFI di masa depan.
“Consumer purchasing power dan persaingan di industri telko akan menentukan kinerja FWA dan FTTH WIFI ke depan,” jelasnya.
Kinerja Keuangan WIFI Tumbuh Pesat
Selain prospek bisnis yang menjanjikan, kinerja keuangan perusahaan juga menunjukkan pertumbuhan yang sangat signifikan.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, perusahaan mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp1,01 triliun per 30 September 2025.
Angka tersebut melonjak sekitar 100,99 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp504,95 miliar.
Tidak hanya dari sisi pendapatan, laba bersih perusahaan juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan.
Laba bersih tercatat mencapai sekitar Rp260,09 miliar, meningkat sekitar 71,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp152,07 miliar.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa strategi ekspansi bisnis perusahaan mulai memberikan hasil positif.
Rekomendasi Saham: Target Harga Rp5.200
Dengan mempertimbangkan prospek pertumbuhan bisnis yang cukup kuat, analis memberikan rekomendasi positif terhadap saham WIFI.
Samuel Sekuritas merekomendasikan buy atau beli untuk saham perusahaan tersebut.
Target harga saham diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp5.200 per saham.
Jika target tersebut tercapai, potensi kenaikan harga saham dinilai cukup menarik bagi investor yang mencari peluang di sektor teknologi dan telekomunikasi.
Potensi Besar di Era Transformasi Digital
Peluncuran layanan IRA – Internet Rakyat menjadi bagian dari transformasi besar yang sedang terjadi di industri telekomunikasi.
Teknologi 5G, layanan broadband rumah tangga, serta digitalisasi ekonomi diperkirakan akan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri dalam beberapa tahun ke depan.
Bagi perusahaan seperti PT Solusi Sinergi Digital Tbk, momentum ini menjadi peluang besar untuk memperluas pangsa pasar sekaligus memperkuat posisi di industri digital Indonesia.
Jika strategi ekspansi berjalan sesuai rencana, layanan internet murah dan cepat ini tidak hanya akan menguntungkan perusahaan, tetapi juga berpotensi mempercepat pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.
Dengan kombinasi inovasi teknologi, strategi harga yang kompetitif, serta pertumbuhan kebutuhan internet yang terus meningkat, masa depan bisnis WIFI dinilai semakin menarik untuk diperhatikan oleh pasar.
Baca Juga
Komentar