Hari ini K-9 SAR Polri Perkuat Pencarian Korban Pascagempa di Flores NTT
MANGGARAI, NTT – Tim K-9 SAR Direktorat Polisi Satwa Korps Sabhara Baharkam Polri terus memperkuat operasi kemanusiaan dalam pencarian korban pascagempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tim yang diterjunkan sejak Minggu (16/8/2026) tersebut terdiri atas 21 personel dan diperkuat 10 ekor anjing K-9 dengan kemampuan cadaver serta Canine Search and Rescue (CSAR). Pencarian dilakukan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan K-9 SAR merupakan bagian dari upaya Polri mendukung proses pencarian dan penanganan korban bencana secara maksimal.
“Polri terus mengerahkan kemampuan terbaik untuk membantu masyarakat terdampak gempa di NTT. Tim K-9 SAR memiliki kemampuan khusus untuk mendeteksi keberadaan korban, baik yang masih hidup maupun korban meninggal dunia,” ujar Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).
Setibanya di Flores, tim melakukan konsolidasi dan koordinasi dengan jajaran kepolisian setempat. Tim juga mempersiapkan kondisi satwa sebelum diterjunkan ke lokasi pencarian, termasuk melakukan perawatan dan memastikan kesiapan personel serta anjing pelacak.
Pergeseran personel dan satwa dilakukan dari Polres Manggarai Timur menuju Polres Manggarai hingga wilayah hukum Polsek Reo. Selain pencarian, Tim K-9 SAR juga memberikan trauma healing kepada anak-anak terdampak bencana menggunakan K-9 Rubin bersama handler Briptu Gabriella dan Aipda M. Sahid.
Pada Rabu (19/8/2026), Tim K-9 SAR melakukan pencarian di dua lokasi di wilayah Reo. Sebelum pencarian, Kanit K-9 SAR Iptu Erasmus melakukan koordinasi dengan personel Polsek Reo dan masyarakat sekitar.
Petugas terlebih dahulu mensterilkan lokasi dari material yang berpotensi membahayakan personel maupun satwa, seperti seng, paku, pecahan kaca dan material bangunan lainnya. Setelah lokasi dinyatakan aman, pencarian dilakukan secara bertahap.
K-9 Rubin dan Gizi melakukan pencarian di site A mulai pukul 10.20 WITA. Pencarian kemudian dilanjutkan K-9 Kyara dan Dasa di lokasi berikutnya mulai pukul 14.00 WITA hingga selesai sekitar pukul 15.00 WITA.
Hasil pencarian di kedua lokasi tersebut tidak menemukan korban, baik dalam kondisi hidup maupun meninggal dunia. Berdasarkan hasil pemeriksaan, site A dan site B dinyatakan clear. Hasil pencarian tersebut juga telah diterima masyarakat, termasuk pihak keluarga.
Trunoyudo menegaskan setiap proses pencarian dilakukan dengan memperhatikan keselamatan personel dan satwa. Setelah operasi selesai, seluruh anjing K-9 kembali menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim Rumah Sakit Hewan Polri Presisi.
“Setiap proses pencarian dilakukan secara terukur dengan memperhatikan keselamatan personel dan satwa. Sebelum pencarian, lokasi terlebih dahulu disterilkan dan setelah kegiatan selesai kondisi kesehatan K-9 kembali diperiksa,” jelasnya.
Menurut Trunoyudo, kehadiran Tim K-9 SAR merupakan bagian dari komitmen Polri untuk membantu masyarakat terdampak bencana. Penanganan dilakukan melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, Basarnas, TNI, relawan, serta unsur terkait lainnya.
Polri memastikan dukungan personel dan kemampuan khusus, termasuk K-9 SAR, akan terus dikerahkan sesuai kebutuhan lapangan selama masa tanggap darurat dan pemulihan pascagempa di Flores, NTT.
Baca Juga
Komentar