Wawali Bekasi Ajak Warga Wujudkan Keluarga Bahagia, Kuat dan Sejahtera
BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengajak masyarakat memperkuat keharmonisan keluarga sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan keluarga dan mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Hal tersebut disampaikan Harris saat mengikuti Kajian Cahaya Hati Indonesia bersama warga dan jamaah Masjid Jannatul Firdaus, Kota Bekasi, Minggu (4/10/2026).
Kehadiran Wakil Wali Kota Bekasi dalam kegiatan tersebut disambut antusias oleh warga dan jamaah. Harris mengatakan, kegiatan kajian menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menambah pengetahuan keagamaan bersama masyarakat.
“Bareng bapak-bapak DKM dan para emak-emak majelis taklim, tentu ini sebuah kebanggaan dapat hadir dalam menggali ilmu dan menjadi momentum silaturahmi,” ujar Harris.
Kajian tersebut mengangkat tema keharmonisan dalam rumah tangga. Menurut Harris, tema tersebut penting karena keluarga menjadi salah satu fondasi dalam membangun kehidupan masyarakat yang kuat.
Ia menilai keharmonisan keluarga tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara suami dan istri, tetapi juga berpengaruh terhadap ketahanan keluarga serta tumbuh kembang generasi muda.
Harris menyoroti maraknya pemberitaan mengenai perceraian pasangan muda yang dinilai perlu menjadi perhatian bersama.
“Saat ini banyak pemberitaan pasangan muda yang bercerai, tentu ini menjadi suatu warning buat kita. Dengan adanya kajian ini masyarakat dapat memperluas keilmuan. Menjadi keluarga yang bahagia, kuat dan sejahtera,” kata Harris.
Menurutnya, penguatan pengetahuan dan pemahaman mengenai kehidupan berumah tangga perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Harris mengatakan, ilmu yang diperoleh melalui kajian dapat menjadi bekal bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan keluarga.
Pengetahuan tersebut, lanjut dia, juga diharapkan tidak berhenti pada peserta kajian, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan ditularkan kepada anggota keluarga serta generasi muda.
“Untuk menambah keilmuan tentu harus terus-menerus. Ilmu yang kita dapat sudah tentu bisa memperkaya pengetahuan serta dapat kita sebarkan bagi keluarga dan generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dapat terus dilakukan sebagai ruang untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun ketahanan keluarga.
Harris menilai keluarga yang harmonis dapat menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, sehat, dan mendukung perkembangan anak-anak.
Upaya tersebut juga sejalan dengan cita-cita pembangunan Kota Bekasi dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera.
Dalam kegiatan tersebut, warga dan jamaah tidak hanya mengikuti tausyiah, tetapi juga memanfaatkan momentum untuk bersilaturahmi dengan jajaran pemerintah daerah.
Kajian Cahaya Hati Indonesia tersebut turut menghadirkan penceramah Ustaz Tile dan Habib Nabiel.
Kehadiran para penceramah diharapkan dapat memberikan pemahaman dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat, khususnya dalam membangun kehidupan keluarga yang harmonis.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Bekasi mendorong masyarakat untuk terus memperkuat komunikasi, pengetahuan, dan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan keluarga sehingga dapat membentuk keluarga yang bahagia, kuat, dan sejahtera.
Baca Juga
Komentar