Groundbreaking PSEL Bantargebang, Tri Adhianto Targetkan Beroperasi 18 Bulan
BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi memulai pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik. Fasilitas tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu 18 bulan dengan kapasitas pengolahan mencapai 1.500 ton sampah per hari.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan pembangunan PSEL menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Bekasi. Meski demikian, kapasitas PSEL belum sepenuhnya mampu menampung seluruh produksi sampah Kota Bekasi.
“Tetapi masih ada persoalan sekitar 300 ton sampah yang harus kita selesaikan bersama,” ujar Tri Adhianto dalam kegiatan groundbreaking, Rabu (26/8/2026).
Menurut Tri, pembangunan fasilitas pengolahan sampah tidak dapat menjadi satu-satunya solusi. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui kebiasaan memilah sampah sejak dari sumber, terutama rumah tangga.
“Seperti yang disampaikan Menteri, ini bukan berarti persoalan sampah selesai. Masih harus dibantu dengan proses pemilahan dari rumah sendiri,” jelasnya.
Tri mengatakan pemilahan sampah perlu menjadi gerakan bersama yang diterapkan tidak hanya di rumah, tetapi juga di sekolah, pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan perdagangan, hingga lingkungan pedagang.

“Ini harus menjadi gerakan bersama. Mulai dari rumah, sekolah, pedagang, mal, kantor dan seluruh lingkungan masyarakat. Dengan begitu, sampah yang masuk ke tempat pengolahan dapat dikelola dengan lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berharap pembangunan fasilitas pengolahan sampah di Bekasi Raya, Bogor Raya, maupun Bandung Raya dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Menurutnya, persoalan sampah tidak cukup diselesaikan melalui teknologi, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan pengembangan teknologi PSEL skala besar menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk menangani persoalan tumpukan sampah perkotaan yang telah melampaui kapasitas tempat pembuangan.
Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 40 kota besar yang mengalami kondisi darurat sampah dapat dipercepat dan diselesaikan pada 2027 hingga 2028.
“Yang darurat dan besar-besar, di atas 1.000 ton, kita akan buat PSEL atau Waste-to-Energy,” ujar Zulkifli Hasan.
Zulkifli juga menargetkan penanganan persoalan sampah secara nasional dapat mencapai 70–80 persen pada 2029. Sementara sekitar 20 persen lainnya membutuhkan edukasi dan perubahan kebiasaan masyarakat di tingkat rumah tangga.
Karena itu, pemilahan sampah sejak sumber menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan sampah. Sampah organik dan anorganik diharapkan dapat dipisahkan sejak dari rumah sehingga tidak seluruhnya tercampur dan menjadi beban tempat pembuangan.
Pembangunan PSEL Bantargebang diharapkan memperkuat sistem pengelolaan sampah Kota Bekasi sekaligus mengurangi beban sampah yang selama ini menumpuk di kawasan Bantargebang.
Dalam kegiatan groundbreaking tersebut hadir Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar