Mendes Yandri Jelaskan Program Sehati hingga Desa Ekspor kepada 205 Kades asal Merangin Terbaru
BANDUNG — Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memaparkan sejumlah program prioritas Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) kepada 205 kepala desa asal Kabupaten Merangin, Jambi, yang mengikuti kegiatan retret di Resimen Induk Kodam (Rindam) III Siliwangi, Bandung, Senin (24/8/2026).
Dalam pengarahan tersebut, Yandri menekankan pentingnya kolaborasi multipihak untuk mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa. Menurutnya, pengembangan desa tidak hanya dapat mengandalkan pembiayaan dari APBN, tetapi juga membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan berbagai pihak.
Salah satu kolaborasi yang dijalankan Kemendes PDT adalah dengan Hakko Fukushikai Foundation dari Jepang untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) desa melalui pemberian beasiswa bagi pemuda desa.
Yandri menyebut program Pemuda Bangun Desa, Bangun Indonesia dapat menjadi peluang bagi pemuda asal Kabupaten Merangin untuk meningkatkan kapasitas sekaligus berkontribusi dalam pembangunan desa.
“Kita ada program Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia, ini peluang bagi pemuda asal Kabupaten Merangin,” ujar Yandri.
Dorong BUMDes hingga Desa Ekspor
Kemendes PDT juga mendorong penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui kerja sama dengan New Hope Fintech dari China. Kolaborasi tersebut diarahkan pada pendampingan dan pemberdayaan BUMDes dengan dukungan teknologi.
Selain penguatan BUMDes, Kemendes PDT terus mengembangkan program Desa Ekspor dengan menyesuaikan komoditas dan potensi unggulan yang dimiliki setiap desa.
Yandri mengatakan pemerintah telah menyiapkan jaringan pasar dengan 49 negara tujuan ekspor. Karena itu, kepala desa didorong memetakan potensi ekonomi masing-masing agar produk desa dapat dikembangkan hingga menembus pasar internasional.
“Saat ini, kita telah disiapkan 49 negara tujuan ekspor,” kata Yandri.
Para kepala desa di Kabupaten Merangin juga didorong mengembangkan Desa Tematik Ketahanan Pangan berdasarkan potensi masing-masing wilayah.
Program tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui keterlibatan desa sebagai pemasok bahan baku kebutuhan pangan.
“Kebutuhan bahan baku program MBG sangat besar jadi ini bisa jadi peluang ekonomi yang bagus,” ujar Yandri.
Kades Didorong Maksimalkan Program Sehati
Yandri turut mengajak para kepala desa di Merangin menyukseskan program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Menurutnya, masyarakat desa menjadi pihak yang dapat merasakan langsung manfaat keberadaan program tersebut apabila dikelola secara optimal.
Dalam kesempatan itu, Mendes PDT juga menjelaskan Program Swasembada Ekonomi Hijau dan Pangan Terintegrasi (Sehati) yang merupakan kerja sama Kemendes PDT dengan World Bank atau Bank Dunia.
Program Sehati ditargetkan menyasar sekitar 7.000 hingga 10.000 desa, dengan potensi bantuan hingga Rp2,5 miliar untuk setiap desa.
“Program ini bakal menyasar 7.000 hingga 10.000 desa, dimana setiap desa bisa peroleh bantuan hingga Rp2,5 miliar,” kata Yandri.
Ia meminta para kepala desa menyusun program dan proposal secara maksimal dengan menyesuaikannya terhadap potensi serta kebutuhan masing-masing desa.
Menurut Yandri, pemetaan potensi desa menjadi penting agar program yang diajukan tidak sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi benar-benar mampu memperkuat ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.
Setelah pengarahan, Yandri berdiskusi langsung dengan para kepala desa. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan mengenai pelaksanaan KDMP hingga mekanisme pengembangan Desa Ekspor.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Merangin HM Syukur, Danrindam III Siliwangi Brigjen Nurul Yakin, pejabat Pemerintah Kabupaten Merangin dan jajaran Rindam III Siliwangi.
Yandri didampingi Dirjen PEID Tabrani, Kepala BPI Mulyadin Malik, Kepala BPSDM Agustomi Masik, Staf Khusus Fahad Attamimi, serta Penasehat Menteri Yusuf.
Melalui berbagai program tersebut, Kemendes PDT mendorong desa tidak hanya menjadi penerima program pembangunan, tetapi mampu berkembang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, ketahanan pangan, kewirausahaan, hingga pasar ekspor.
Baca Juga
Komentar