BPBD Jabar Imbau Warga Tak Bakar Lahan, Ini Alternatif Aman Cegah Karhutla
BANDUNG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau masyarakat untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Selain berisiko memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terdapat sejumlah metode lain yang dinilai lebih aman bagi lingkungan dan masyarakat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Teten Ali mengatakan pembersihan lahan dapat dilakukan secara manual, terutama untuk lahan yang tidak terlalu luas.
Masyarakat dapat menggunakan berbagai peralatan sederhana seperti parang, sabit dan cangkul untuk membersihkan vegetasi di lahan.
Sementara untuk lahan dengan area yang lebih luas, pembersihan dapat dilakukan menggunakan peralatan mekanis.
Vegetasi Bisa Diolah Menjadi Kompos
Setelah ditebang, vegetasi yang berasal dari pembersihan lahan dapat dikumpulkan dan dicacah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Menurut Teten, sisa vegetasi tersebut tidak harus dibakar karena masih dapat dimanfaatkan kembali.
“Cacahan pohon dapat dijadikan kompos dengan bantuan biodekomposer yang mempercepat pengomposan,” kata Teten, Jumat (4/9/2026).
Selain diolah menjadi kompos, cacahan vegetasi juga dapat dimanfaatkan sebagai mulsa untuk membantu melindungi permukaan tanah dan mendukung pertumbuhan tanaman.
Alternatif lainnya, sejumlah material hasil pembersihan lahan yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali untuk membuat berbagai kebutuhan sehari-hari.
Faktor Manusia Masih Dominasi Penyebab Karhutla
Teten menjelaskan, kebakaran hutan dan lahan di Jawa Barat pada umumnya masih didominasi oleh aktivitas manusia.
Penyebabnya antara lain pembukaan dan pembersihan lahan dengan cara membakar, kelalaian membuang puntung rokok sembarangan, serta berbagai aktivitas masyarakat di sekitar kawasan hutan dan lahan kering.
Kondisi cuaca panas dan minimnya curah hujan juga membuat vegetasi menjadi lebih mudah terbakar. Dalam kondisi tersebut, api berpotensi menyebar dengan cepat dan sulit dikendalikan.
228 Hektare Lahan Terbakar di Jabar
BPBD Jawa Barat mencatat, hingga 31 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar di Jawa Barat mencapai 228,07 hektare.
Kebakaran tersebut terjadi di 178 desa dan kelurahan yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Barat.
Tiga daerah dengan luas kebakaran lahan terbesar adalah Kabupaten Sukabumi dengan 49,20 hektare, Kabupaten Majalengka 26,16 hektare, dan Kabupaten Bandung 24,80 hektare.
Pemerintah mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya selama kondisi cuaca panas dan minim curah hujan, serta menghindari segala aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Baca Juga
Komentar