AHY Tinjau Flyover Bulak Kapal, Pembebasan Lahan Hari Ini 76 Bidang Ditargetkan Tuntas November 2026
KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau sejumlah proyek infrastruktur di Kota Bekasi, Jumat (30/10/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan di dua lokasi strategis, yakni Jembatan Kemang Pratama, Bekasi Selatan, dan kawasan rencana pembangunan Flyover Bulak Kapal, Bekasi Timur.
Kegiatan ini bertujuan memantau pelaksanaan pembangunan fisik sekaligus memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai kebutuhan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga.
Tri Adhianto menyampaikan apresiasi atas perhatian serta dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di Kota Bekasi. Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus memperkuat sinergi untuk mempercepat penyelesaian proyek strategis.
“Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat. Kami ingin memastikan setiap pembangunan memberikan manfaat nyata, terutama dalam meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran mobilitas warga,” ujar Tri.
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jembatan Kemang Pratama. Jembatan tersebut sebelumnya mengalami kerusakan hingga ambles dan terputus akibat banjir pada 6 Maret 2025.
Setelah melalui proses penanganan dan pembangunan kembali, jembatan tersebut telah resmi dibuka dan dapat dilintasi kendaraan sejak 19 Agustus 2026.
Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan ke kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur, yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan flyover. Infrastruktur tersebut diproyeksikan menjadi solusi untuk mengurangi kepadatan lalu lintas sekaligus meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang kereta api.
AHY mengatakan, pembangunan Flyover Bulak Kapal menjadi kebutuhan mendesak karena tingginya mobilitas kendaraan dan perjalanan kereta api di kawasan tersebut.
“Setiap lima menit KRL lewat. Jadi, ini isu yang sudah lama, ketika traffic akan sangat terdampak oleh mobilitas kereta, yang itu juga digunakan secara masif oleh masyarakat kita untuk melakukan perjalanan setiap hari,” kata AHY.
Menurutnya, pembangunan flyover diperlukan untuk mengurangi potensi kecelakaan sekaligus mengurai kemacetan atau bottleneck yang selama ini terjadi di kawasan Bulak Kapal.
AHY menambahkan, keberadaan flyover diharapkan dapat mempersingkat waktu perjalanan masyarakat, baik pengguna kendaraan roda dua, roda empat, maupun kendaraan angkutan barang.
Berdasarkan perencanaan, kebutuhan anggaran untuk pembebasan lahan diperkirakan mencapai Rp126 miliar dan menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Bekasi. Sementara itu, pembangunan fisik flyover diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp186 miliar.
Flyover Bulak Kapal direncanakan memiliki panjang sekitar 500 meter. Desainnya akan memperhatikan standar keselamatan dan ketentuan teknis dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), termasuk ruang bebas atau clearance sekitar 7,5 meter untuk menjamin keamanan operasional kereta api.
Dari total 76 bidang tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan, sebanyak 40 bidang telah dinyatakan selesai. Adapun 36 bidang lainnya masih dalam proses penyelesaian pembayaran.
Pemerintah Kota Bekasi menargetkan seluruh proses pembebasan lahan tersebut dapat dituntaskan pada November 2026. Tri mengatakan, koordinasi dan percepatan terus dilakukan bersama pihak-pihak terkait agar pembangunan fisik dapat berjalan sesuai rencana.
“Untuk pembebasan lahan, kami terus melakukan koordinasi dan percepatan bersama seluruh pihak terkait. Kami berharap seluruh proses dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan fisik Flyover Bulak Kapal dapat berjalan sesuai jadwal yang telah direncanakan,” ujar Tri.
Pembangunan flyover direncanakan memasuki tahap pelaksanaan pada awal November 2026 melalui penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK). Waktu pengerjaan diperkirakan berlangsung selama 16 bulan dengan target penyelesaian pada triwulan pertama 2028.
AHY menegaskan pemerintah pusat akan terus mengawal proses pembangunan bersama pemerintah daerah. Ia berharap proyek tersebut dapat segera direalisasikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan, produktivitas ekonomi, dan kenyamanan masyarakat.
“Pendek kata, kesimpulannya adalah ini harus segera kita bangun karena memang sangat dibutuhkan oleh warga untuk keselamatan, untuk produktivitas ekonomi, dan untuk kenyamanan kita semuanya. Mohon doanya mudah-mudahan bisa segera kita hadirkan untuk masyarakat Bekasi,” tegas AHY.
Tri Adhianto berharap Flyover Bulak Kapal menjadi langkah strategis dalam mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan transportasi di Kota Bekasi. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus mengawal proses pembangunan agar manfaatnya dapat segera dirasakan masyarakat.
“Harapan kami, pembangunan ini nantinya tidak hanya memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga memberikan rasa aman bagi masyarakat. Ini merupakan kebutuhan bersama yang harus kita kawal agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh warga Kota Bekasi,” tutup Tri.
Baca Juga
Komentar