Literasi Digital di SDN Kebalen 07 Bekasi, Mahasiswa UBSI Ajarkan Pentingnya Keamanan Internet
Kabupaten Bekasi – Kemampuan menggunakan internet perlu diimbangi dengan pemahaman mengenai keamanan dan tanggung jawab digital. Hal inilah yang menjadi perhatian mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kaliabang melalui kegiatan edukasi literasi digital di SDN Kebalen 07, Kabupaten Bekasi, Kamis (29/10/2026).
Mengusung tema “Jelajah Dunia Digital: Pintar, Aman, dan Bertanggung Jawab di Dunia Digital”, kegiatan yang berlangsung pukul 07.30–09.30 WIB tersebut ditujukan untuk memperkenalkan penggunaan teknologi secara positif kepada siswa sekolah dasar. Pembelajaran dikemas melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, simulasi, hingga kuis agar siswa lebih mudah memahami berbagai persoalan yang dapat ditemui ketika mengakses internet.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mendapat dukungan dari Kepala SDN Kebalen 07, Enok Widaningsih, M.Pd. Kehadiran mahasiswa di lingkungan sekolah diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada siswa mengenai pentingnya membangun kebiasaan digital yang sehat sejak usia dini.

Dalam pelaksanaannya, siswa terlebih dahulu diperkenalkan dengan berbagai manfaat internet, mulai dari mencari bahan pembelajaran, memperoleh informasi, hingga mengembangkan kreativitas. Namun, mahasiswa juga menekankan bahwa penggunaan internet tidak boleh dilakukan tanpa memahami risiko yang menyertainya.
Ketua kelompok, Lulu’ayatul Fatihah, menjelaskan bahwa pengenalan literasi digital kepada anak-anak perlu dilakukan dengan pendekatan yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, siswa tidak cukup hanya mengetahui cara menggunakan perangkat digital, tetapi juga perlu memahami bagaimana melindungi diri dan bersikap ketika berinteraksi melalui internet.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak-anak memahami bahwa internet bisa menjadi sarana belajar yang bermanfaat, tetapi harus digunakan dengan bijak. Kami berharap mereka terbiasa menjaga data pribadi, memeriksa informasi sebelum mempercayainya, dan menghormati orang lain di dunia digital,” ujar Lulu’ayatul Fatihah.
Edukasi Keamanan Digital Dimulai dari Hal Sederhana
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan ini adalah pentingnya menjaga keamanan informasi pribadi. Mahasiswa memberikan pemahaman bahwa beberapa informasi tidak boleh dibagikan secara sembarangan di internet, seperti kata sandi, alamat rumah, nomor telepon, dan identitas pribadi lainnya.
Penjelasan tersebut disampaikan melalui contoh yang mudah ditemukan dalam kehidupan anak-anak. Siswa diajak memahami risiko ketika menerima pesan dari orang yang tidak dikenal atau ketika seseorang meminta informasi pribadi melalui media sosial maupun aplikasi percakapan.
Selain keamanan data, mahasiswa turut memperkenalkan cara sederhana mengenali berita bohong atau hoaks. Siswa diberikan pemahaman bahwa informasi yang beredar di internet belum tentu benar. Karena itu, mereka perlu memeriksa sumber informasi dan meminta bantuan guru atau orang tua apabila menemukan sesuatu yang meragukan.
Aspek etika digital juga menjadi perhatian dalam penyampaian materi. Siswa diajak memahami pentingnya menjaga tutur kata ketika berkomunikasi melalui internet, tidak menyebarkan foto orang lain tanpa izin, serta menghindari tindakan mengejek atau merendahkan teman.

Pembahasan mengenai cyberbullying atau perundungan siber turut diperkenalkan agar siswa memahami bahwa tindakan menyakiti orang lain tidak hanya dapat terjadi secara langsung, tetapi juga melalui media digital.
Melalui materi tersebut, mahasiswa ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap pengguna internet memiliki tanggung jawab atas perkataan dan tindakan yang dilakukan di ruang digital.
Simulasi dan Diskusi Membuat Pembelajaran Lebih Interaktif
Untuk menghindari pembelajaran yang hanya berisi penyampaian teori, mahasiswa menggunakan pendekatan interaktif dengan melibatkan siswa secara langsung.
Sejumlah contoh kasus diberikan untuk menguji pemahaman mereka. Di antaranya adalah situasi ketika menerima pesan dari orang asing yang meminta alamat rumah, menemukan informasi yang belum jelas kebenarannya, hingga menghadapi perilaku mengejek teman melalui grup percakapan.
Siswa kemudian diajak mengikuti simulasi bermain peran untuk menentukan tindakan yang sebaiknya dilakukan ketika menghadapi situasi tersebut.
Metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyampaikan pendapat sekaligus memahami alasan di balik tindakan yang dianggap tepat. Mereka juga dapat menceritakan pengalaman yang berkaitan dengan penggunaan internet sehingga diskusi berlangsung lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Keterlibatan siswa terlihat selama sesi pembahasan berlangsung. Mereka mengikuti arahan, memberikan tanggapan, dan mencoba menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan mahasiswa.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan literasi digital melalui pengalaman belajar yang lebih menyenangkan. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga belajar mengenali persoalan dan menentukan solusi.
Kuis Menjadi Sarana Mengukur Pemahaman Siswa
Setelah penyampaian materi dan simulasi selesai, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan kuis interaktif. Sesi ini bertujuan mengetahui sejauh mana siswa memahami informasi yang telah disampaikan sebelumnya.
Pertanyaan yang diberikan mencakup berbagai materi, seperti manfaat internet untuk pendidikan, perlindungan data pribadi, cara mengenali hoaks, serta etika berkomunikasi di dunia maya.
Suasana semakin meriah dengan adanya hadiah bagi siswa yang berhasil menjawab pertanyaan. Pemberian apresiasi tersebut menjadi bentuk motivasi agar siswa lebih aktif mengikuti kegiatan sekaligus mengingat kembali materi yang telah dipelajari.
Melalui kuis, mahasiswa juga dapat melihat pemahaman siswa terhadap contoh-contoh persoalan digital yang sebelumnya telah dibahas. Hal ini menjadikan evaluasi pembelajaran berlangsung lebih santai tanpa menghilangkan tujuan edukasinya.
Bangun Kebiasaan Digital Positif Sejak Usia Sekolah Dasar
Menjelang pukul 09.30 WIB, kegiatan memasuki sesi akhir dengan penguatan kembali materi utama. Siswa diingatkan untuk memanfaatkan internet sebagai sarana memperoleh pengetahuan, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya, menjaga data pribadi, serta memperlakukan pengguna lain dengan baik.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan, dokumentasi bersama, dan penutupan.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh tujuh mahasiswa UBSI Kampus Kaliabang, yaitu Lulu’ayatul Fatihah (15251114) selaku ketua kelompok, bersama Raihan Ramdhani (15250899), Sultan Rafie Haidar (15250879), Roland Putra Tambunan (15240920), Husna Awliansyah (15250194), Ananda Raja (15251125), dan Abdul Hakim (15250685).
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap pengenalan literasi digital dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku penggunaan teknologi yang lebih bertanggung jawab di kalangan siswa sekolah dasar.
Pemahaman mengenai dunia digital perlu dibangun sejak dini agar anak-anak tidak hanya mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran untuk melindungi diri, menghargai orang lain, dan memilih informasi secara bijak.
Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan dapat menerapkan kebiasaan digital yang positif, baik ketika berada di lingkungan sekolah maupun saat menggunakan internet di rumah.
Baca Juga
Komentar