Terbaru MSCI Depak Alfamidi (MIDI),Laba Justru Naik 19,4% hingga Kuartal III-2026
JAKARTA – PT Midi Utama Indonesia Tbk (IDX: MIDI), pengelola jaringan minimarket Alfamidi, membukukan laba periode berjalan Rp705,5 miliar sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Angka ini naik sekitar 19,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar Rp590,7 miliar. Kinerja positif ini tercatat meski saham MIDI dikeluarkan dari indeks MSCI Global Small Cap pada tinjauan indeks Mei 2026.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026 yang dirilis melalui keterbukaan informasi, Rabu (28/10/2026), pendapatan neto MIDI tumbuh 9,17% menjadi Rp16,67 triliun dari Rp15,27 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp12,3 triliun dari Rp11,3 triliun, tetapi laba bruto tetap tumbuh 10,61% menjadi sekitar Rp4,3 triliun. Laba per saham dasar ikut naik menjadi Rp21,10 dari Rp17,67.
Berdasarkan segmen usaha, lini produk makanan (food) masih menjadi penyumbang terbesar pendapatan, yaitu Rp9,35 triliun. Lini non-makanan menyumbang Rp4,73 triliun, sedangkan makanan segar (fresh food) berkontribusi Rp2,58 triliun. Dari ketiganya, hanya segmen makanan segar yang turun tipis dari Rp2,59 triliun pada periode yang sama tahun lalu.
Seperti diketahui, MSCI mengumumkan hasil tinjauan indeks Mei 2026 pada pertengahan Mei lalu. Dalam pengumuman itu, enam saham Indonesia dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index, yaitu AMMN, BREN, TPIA, DSSA, CUAN, dan AMRT. Dari keenamnya, AMRT dipindahkan ke indeks Small Cap. Sementara itu, 13 saham dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap Index, termasuk MIDI. Perubahan tersebut berlaku efektif sejak 1 Juni 2026.
Selain MIDI, saham yang keluar dari indeks Small Cap adalah ANTM, AALI, BANK, BSDE, DSNG, SIDO, MIKA, MSIN, TKIM, APIC, SSMS, dan TAPG. Keluar dari indeks MSCI berpotensi mengurangi minat dana asing yang berinvestasi dengan mengacu pada indeks tersebut. Namun, kinerja MIDI hingga kuartal III-2026 menunjukkan fundamental bisnis ritelnya tetap bertumbuh.
Baca Juga
Komentar