Dedi Mulyadi Tinjau Pilkades Digital di Sumedang, 279 Ribu Pemilih Gunakan Sistem Tablet
SUMEDANG – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meninjau pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Elektronik Digital (Pilkades ElDigi) di Kabupaten Sumedang, Rabu (28/10/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat langsung penerapan sistem pemungutan suara berbasis teknologi digital di tingkat desa.
Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengunjungi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 01 di Kantor Desa Cibeureum Wetan, Kecamatan Cimalaka, sekitar pukul 07.00 hingga 09.00 WIB.
Dalam kunjungan tersebut, Dedi mengamati proses pemungutan suara yang menggunakan perangkat digital. Ia juga berinteraksi dengan warga yang datang ke TPS dan membantu memanggil pemilih yang telah terdaftar untuk menggunakan hak pilihnya.
KDM turut berdiskusi dengan Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengenai pelaksanaan Pilkades ElDigi. Pembahasan mencakup mekanisme pemilihan serta perbedaan jumlah pemilih yang terdaftar di setiap desa.
Pilkades ElDigi di Kabupaten Sumedang digelar secara serentak pada 28 Oktober 2026. Pelaksanaan ini mencakup 92 desa dengan melibatkan 295 calon kepala desa dan sebanyak 279.437 warga yang tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).
Dalam penyelenggaraannya, terdapat sekitar 423 tempat pemungutan suara yang tersebar di desa-desa peserta Pilkades ElDigi. Penerapan sistem digital tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengembangkan tata kelola pemilihan kepala desa melalui pemanfaatan teknologi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDesa) Provinsi Jawa Barat, Ade Afriandi, menyebut pelaksanaan Pilkades ElDigi di Sumedang sebagai langkah penting dalam mendorong transformasi digital di lingkungan pemerintahan desa.
Menurut Ade, perubahan paling terlihat terdapat pada mekanisme pemberian suara. Jika sebelumnya pemilih menggunakan surat suara dan paku untuk menentukan pilihan, kini proses tersebut dilakukan melalui perangkat tablet.
Pemilih cukup menyentuh layar perangkat untuk menentukan calon kepala desa yang dipilih. Sementara itu, proses penghitungan suara telah terintegrasi dalam sistem digital.
“Alhamdulillah, pelaksanaan Pilkades digital di Kabupaten Sumedang berjalan sesuai dengan arahan Gubernur Jawa Barat. Sebanyak 92 desa dengan sekitar 423 TPS mengikuti pelaksanaan Pilkades digital. Proses yang sebelumnya menggunakan surat suara dan paku, kini beralih menggunakan tablet, sehingga pemilih cukup menyentuh layar untuk menentukan pilihannya,” ujar Ade.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menggunakan hak pilih. Sistem tersebut juga diharapkan mendukung transparansi dalam proses pemungutan dan penghitungan suara.
Meski menggunakan perangkat digital, Ade menegaskan bahwa prinsip langsung, umum, bebas, dan rahasia (Luber) tetap harus menjadi pedoman dalam penyelenggaraan pemilihan kepala desa.
Selain itu, perlindungan data pemilih dan calon kepala desa menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam penerapan sistem elektronik. Kesiapan teknis dan keamanan sistem juga menjadi bagian penting agar pelaksanaan pemilihan berjalan sesuai ketentuan.
“Harapannya, pelaksanaan Pilkades digital di Kabupaten Sumedang ini dapat menjadi awal bagi penerapan sistem digital dalam penyelenggaraan Pilkades di seluruh wilayah Jawa Barat, dengan tetap memperhatikan kesiapan teknis, keamanan data, serta kemudahan akses bagi masyarakat,” tambahnya.
DPMDesa Provinsi Jawa Barat terus mendorong pengembangan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung proses demokrasi dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat desa.
Pelaksanaan Pilkades ElDigi di Sumedang diharapkan menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran bagi daerah lain di Jawa Barat yang berencana menerapkan sistem serupa.
Melalui transformasi digital tersebut, pemerintah daerah menargetkan penyelenggaraan pemilihan kepala desa dapat berlangsung lebih tertib, efektif, transparan, dan akuntabel, tanpa mengabaikan hak masyarakat dalam menentukan pemimpin di tingkat desa.
Dengan melibatkan ratusan ribu pemilih dan ratusan calon kepala desa, pelaksanaan Pilkades ElDigi di Sumedang menjadi salah satu upaya penerapan teknologi dalam proses demokrasi lokal di Jawa Barat. Keberlanjutan program ini akan bergantung pada evaluasi pelaksanaan, kesiapan infrastruktur, keamanan data, serta kemudahan penggunaan bagi masyarakat.
Baca Juga
Komentar