Wali Kota Bekasi Jenguk Korban Kecelakaan Kereta, Ini Kondisi Terkini RSUD
KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi bergerak cepat merespons insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi Timur. Usai meninjau langsung lokasi kejadian, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto langsung menuju RSUD Kota Bekasi pada Senin malam (27/4/2026) untuk memastikan kondisi para korban mendapatkan penanganan maksimal.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memastikan keselamatan dan pemulihan warga yang terdampak. Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota yang akrab disapa Mas Tri tampak menyapa satu per satu korban yang tengah dirawat di ruang perawatan.
Sejumlah pasien terlihat masih mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Beberapa di antaranya mengalami luka fisik seperti benturan di kepala, lengan, hingga bagian tubuh lainnya. Tim medis pun tampak sigap memberikan penanganan intensif kepada para korban.
“Yang paling penting malam ini adalah memastikan seluruh korban tertangani dengan baik. Pemerintah Kota Bekasi hadir untuk memastikan tidak ada yang terlewat, baik dari sisi medis maupun pendampingan keluarga,” ujar Tri Adhianto di sela-sela kunjungannya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga melakukan koordinasi langsung dengan tenaga kesehatan dan manajemen rumah sakit. Ia menanyakan secara detail terkait kesiapan fasilitas, ketersediaan ruang perawatan, hingga jumlah tenaga medis yang menangani korban.
Menurutnya, percepatan penanganan menjadi prioritas utama, terutama bagi korban dengan kondisi yang lebih serius. Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh sumber daya yang dibutuhkan akan dimaksimalkan demi keselamatan pasien.
Salah satu korban, AB (34), menceritakan detik-detik mencekam saat kecelakaan terjadi. Ia mengaku sedang duduk di dalam kereta ketika tiba-tiba terjadi benturan keras yang membuat suasana menjadi panik.
“Saya lagi duduk, tiba-tiba keras banget benturannya. Lampu sempat mati, orang-orang panik. Saya langsung coba keluar, banyak yang bantu juga,” ungkapnya dari tempat tidur perawatan di RSUD Kota Bekasi.
Cerita serupa juga disampaikan SS (28), korban lain yang masih merasakan trauma. Ia mengaku hingga kini masih gemetar mengingat kejadian tersebut. Namun, ia mengapresiasi kesigapan petugas yang dengan cepat melakukan evakuasi.
“Masih gemetar sampai sekarang. Tapi tadi petugas cepat bantu evakuasi, langsung dibawa ke sini,” katanya.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung sepenuhnya. Hal ini dilakukan agar korban dapat fokus menjalani proses pemulihan tanpa harus memikirkan beban biaya.
“Kami ingin korban fokus pada pemulihan. Soal penanganan dan kebutuhan lainnya, kami pastikan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah,” tegas Tri Adhianto.
Tak hanya itu, Pemkot Bekasi juga membuka posko informasi bagi keluarga korban. Posko ini bertujuan untuk memudahkan proses pencarian data korban serta memastikan seluruh korban teridentifikasi dengan baik.
Langkah ini mendapat respons positif dari keluarga korban yang merasa terbantu dengan kehadiran pemerintah di tengah situasi darurat. Mereka berharap penanganan dapat terus berjalan optimal hingga seluruh korban pulih.
Hingga berita ini diturunkan, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Kota Bekasi. Tim medis terus melakukan observasi lanjutan untuk memastikan tidak ada kondisi yang terlewat pasca kecelakaan.
Sementara itu, proses investigasi terkait penyebab kecelakaan masih terus dilakukan oleh pihak berwenang. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam transportasi publik. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pengawasan serta memastikan standar keamanan berjalan optimal di seluruh jalur transportasi.
Di tengah situasi duka ini, solidaritas antarwarga juga terlihat kuat. Banyak pihak yang turut membantu, baik dalam proses evakuasi maupun dukungan kepada para korban dan keluarga.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan memberikan perlindungan kepada masyarakat, terutama dalam situasi darurat seperti ini. Penanganan korban menjadi prioritas utama, seiring dengan upaya pemulihan pasca kejadian.
Dengan langkah cepat dan koordinasi yang baik, diharapkan seluruh korban dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Baca Juga
Komentar