Tri Adhianto Siapkan Perpustakaan Digital Modern di Jantung Kota Bekasi, Target Rampung 2028
KOTA BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi terus mematangkan rencana pembangunan gedung perpustakaan modern yang akan berlokasi di eks Gedung Dinas Kesehatan Kota Bekasi, tepat di depan Grand Mall Bekasi. Proyek ini digadang-gadang menjadi salah satu ikon baru kota sekaligus pusat literasi dan kreativitas bagi masyarakat.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung lokasi pembangunan didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi, Broto. Dalam peninjauan tersebut, Tri memastikan konsep yang disiapkan menghadirkan perpustakaan yang modern, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat di era digital.
Menurut Tri Adhianto, perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat membaca buku. Perpustakaan harus berkembang menjadi ruang belajar, ruang diskusi, tempat berkolaborasi, hingga working space yang nyaman, khususnya bagi generasi muda.
“Kami ingin menghadirkan perpustakaan yang bukan hanya tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat literasi, ruang diskusi, ruang kolaborasi, dan ruang yang mampu menginspirasi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi digital.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bekasi ingin menghadirkan fasilitas publik yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat modern.
Lahir dari Aspirasi Generasi Muda
Rencana pembangunan perpustakaan ini disebut sebagai jawaban atas aspirasi anak muda Kota Bekasi. Selama ini, banyak generasi muda menginginkan perpustakaan yang memiliki fasilitas lengkap, koleksi buku yang memadai, mudah dijangkau, serta dapat menjadi tempat bertukar gagasan dan mengembangkan kreativitas.
Pemerintah melihat kebutuhan tersebut semakin penting di tengah perkembangan teknologi digital yang sangat cepat. Generasi muda membutuhkan ruang publik yang mendukung pembelajaran, inovasi, dan produktivitas.
Aspirasi yang ingin diwujudkan:
| Aspirasi | Fasilitas yang Disiapkan |
|---|---|
| Tempat membaca yang nyaman | Ruang baca modern |
| Akses literasi digital | Digital Library |
| Ruang bertukar ide | Ruang diskusi dan kolaborasi |
| Tempat bekerja fleksibel | Working space |
| Fasilitas untuk semua warga | Desain inklusif |
Mengusung Konsep Digital Library
Salah satu konsep utama yang akan diterapkan adalah Digital Library. Perpustakaan nantinya akan menyediakan koleksi buku fisik sekaligus buku digital yang dapat diakses masyarakat secara lebih fleksibel.
Fasilitas yang direncanakan antara lain:
-
Koleksi buku fisik dan digital.
-
Ruang baca interaktif.
-
Ruang diskusi dan kolaborasi.
-
Working space yang nyaman.
-
Ruang anak.
-
Area taman terbuka.
-
Videotron untuk informasi dan edukasi.
-
Desain bangunan dengan pencahayaan alami.
Konsep ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman baru bagi pengunjung. Perpustakaan bukan hanya tempat meminjam buku, melainkan juga ruang untuk belajar bersama, mengikuti kegiatan komunitas, hingga mengembangkan ide-ide kreatif.
Ramah Lingkungan dan Hemat Energi
Pemerintah Kota Bekasi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Bangunan perpustakaan dirancang dengan memaksimalkan pencahayaan alami sehingga penggunaan energi dapat lebih efisien.
Konsep bangunan yang disiapkan:
| Fitur | Tujuan |
|---|---|
| Pencahayaan alami | Menghemat energi |
| Area taman | Memberikan kenyamanan |
| Ruang interaktif | Mendukung aktivitas komunitas |
| Working space | Meningkatkan produktivitas |
| Fasilitas digital | Mempermudah akses informasi |
Dengan desain tersebut, perpustakaan diharapkan menjadi ruang publik yang nyaman sekaligus mendukung gaya hidup ramah lingkungan.
Perpustakaan sebagai Pusat Kreativitas
Tri Adhianto menilai perpustakaan masa depan harus menjadi pusat kreativitas masyarakat. Kehadiran ruang kolaborasi memungkinkan pelajar, mahasiswa, komunitas, dan pekerja kreatif bertemu untuk menghasilkan berbagai gagasan baru.
Aktivitas yang dapat difasilitasi:
-
Diskusi komunitas.
-
Kelas literasi digital.
-
Pelatihan dan workshop.
-
Kegiatan membaca bersama.
-
Seminar dan talkshow.
-
Pameran karya kreatif.
-
Pendampingan belajar bagi pelajar.
Dengan demikian, perpustakaan akan menjadi ruang yang hidup dan aktif setiap hari, bukan sekadar tempat penyimpanan buku.
Inklusif untuk Penyandang Disabilitas
Aspek inklusivitas menjadi perhatian penting dalam perencanaan pembangunan. Pemerintah memastikan gedung perpustakaan akan menyediakan fasilitas yang memudahkan penyandang disabilitas mengakses seluruh layanan.
Fasilitas inklusif yang direncanakan:
-
Jalur khusus bagi pengguna kursi roda.
-
Lift untuk akses antar lantai.
-
Koleksi buku Braille.
-
Area layanan yang mudah dijangkau.
-
Desain bangunan yang ramah bagi semua pengunjung.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menghadirkan layanan publik yang dapat dinikmati seluruh warga tanpa terkecuali.
Lokasi Strategis di Pusat Kota
Pemilihan eks Gedung Dinas Kesehatan Kota Bekasi sebagai lokasi pembangunan dinilai sangat strategis. Lokasinya berada tepat di depan Grand Mall Bekasi dan mudah dijangkau dari berbagai wilayah.
Keunggulan lokasi:
| Keunggulan | Manfaat |
|---|---|
| Berada di pusat kota | Mudah dijangkau masyarakat |
| Dekat pusat aktivitas | Meningkatkan kunjungan |
| Akses transportasi memadai | Mempermudah mobilitas |
| Potensi ruang publik baru | Menghidupkan aktivitas literasi |
Keberadaan perpustakaan di kawasan strategis diharapkan dapat menarik minat masyarakat untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Masyarakat Diajak Memberikan Masukan
Saat ini proses perencanaan masih terus disempurnakan. Pemerintah Kota Bekasi membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan agar perpustakaan yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Masukan dari pelajar, mahasiswa, guru, komunitas literasi, penyandang disabilitas, hingga pelaku ekonomi kreatif diharapkan dapat memperkaya konsep pembangunan.
Ditargetkan Rampung Akhir 2028
Pembangunan perpustakaan modern ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, gedung tersebut akan menjadi salah satu ikon baru Kota Bekasi.
Perpustakaan ini diharapkan menjadi pusat:
-
Literasi masyarakat.
-
Inovasi dan kreativitas.
-
Pembelajaran sepanjang hayat.
-
Kolaborasi komunitas.
-
Transformasi digital.
Di tengah arus digitalisasi yang terus berkembang, Kota Bekasi berupaya menyiapkan ruang publik yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia. Literasi tidak lagi terbatas pada kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan mengakses informasi, berpikir kritis, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi secara bijak.
Apabila terwujud sesuai rencana, perpustakaan modern di eks Gedung Dinas Kesehatan Kota Bekasi akan menjadi rumah belajar bagi seluruh warga. Dari aspirasi anak muda, lahirlah sebuah gagasan besar untuk menghadirkan pusat literasi yang menggabungkan pengetahuan, teknologi, kreativitas, dan kolaborasi dalam satu tempat.
Baca Juga
Komentar