Terbaru Ketua AWI Jabar Minta MBG Kuningan Dibenahi, Bukan Ditutup Total
KUNINGAN, Ketua Aliansi Wartawan Indonesia (AWI) DPD Jawa Barat, Nacep Suryaman, S.H., memberikan pendapat sederhana dalam merespon aspirasi sejumlah elemen masyarakat di Kabupaten Kuningan, soal keinginan untuk menutup total program nasional Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah kabupaten ujung timur Jawa Barat itu.
"Jika kita menemukan ulat pada sebuah pohon, bagaimana ulat itu dapat dihilangkan agar tidak berkembang menjadi banyak, tapi tidak harus dengan membakar pohonnya,"kata Nacep menyampaikan ilustrasi saat dihubungi media ini, Selasa (27/10/2026) terkait desakan penutupan program MBG.
Ketua AWI DPD Jawa Barat sangat memahami, dengan tuntutan deras yang dikemukakan sejumlah masyarakat di Kabupaten Kuningan kepada bupati sebagai kepala daerah agar program MBG ini ditutup total. Hal tersebut dilihatnya, merupakan akumulasi bentuk kekecewaan dan keprihatinan terhadap berbagai persoalan yang mengemuka dalam program dimaksud (MBG-red).
Nacep menyebut, sejumlah informasi yang diserap melalui berbagai pemberitaan, sejak program MBG ini bergulir di Kabupaten Kuningan, dinilai sarat permasalahan. Dirinya memetakan, melalui informasi dimaksud, dari mulai persoalan higienis fasilitas dan sarana dapur, kualitas menu yang disajikan, kondisi makanan serta buah-buahan, sampai adanya dugaan pemotongan anggaran di dalamnya, menjadi poin yang mendapat sorotan publik.
Sehingga kata Nacep, pemerintah daerah dipandang perlu menempatkan persoalan ini menjadi hal sangat krusial untuk segera diatasi dengan sungguh-sungguh dan serius. Terlambat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang muncul ke permukaan, memantik ketidakpuasan masyarakat terhadap program MBG.
"Rakyat bisa marah, rakyat bisa bergerak bersama merefleksikan rasa kecewa karena melihat persoalan demi persoalan tak kunjung juga diselesaikan,"sindirnya.
Sehubungan itu pihaknya (AWI DPD Jawa Barat-red) meminta agar Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan secepatnya melakukan langkah konkrit untuk mengurai serta menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.
"Rasanya tidak cukup dengan rapat dan diskusi di belakang meja, permasalahan program MBG yang ada butuh ketegasan sikap pemerintah daerah,"harap mantan Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Kuningan ini.
Pada sisi lain, pria pituin Sindangsuka Luragung itu mengajak, kepada elemen masyarakat tetap mengedepankan sikap lebih bijak lagi dalam menghadapi persoalan-persoalan pada program MBG.
"Kita sepakat program MBG di Kabupaten Kuningan pada berbagai sudut perlu pembenahan dan perbaikan dengan segera, namun menutup total program ini nampaknya bukan pilihan juga, sebab masih banyak anak-anak yang membutuhkannya,"ujar Nacep.
Dirinya juga meminta agar komponen masyarakat yang menginginkan program MBG dapat terus berkelanjutan, supaya bersama-sama turut aktif mengantisipasi dan mencegah munculnya lagi permasalahan demi permasalahan dalam pusaran program MBG.
"Support atau dukungan agar program MBG tetap dilanjutkan tidak cukup hanya dengan pernyataan lisan semata, namun perlu dibuktikan juga dengan langkah mengawal implementasi program nasional MBG agar sesuai dengan ketentuan dan harapan pemerintah,"tegasnya.
Pada akhir pembicaraan, Ketua AWI DPD Provinsi Jawa Barat pun menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh dilakukan pemerintah pusat terhadap program nasional MBG.
"Jika persoalan demi persoalan menjadi rangkaian yang terus mewarnai perjalanan program ini dan kemudian dapat ditemukan solusi lain, tentunya penutupan total kegiatan MBG oleh pemerintah pusat bukan hal yang tidak mungkin dilakukan,"pungkasnya.*
Baca Juga
Komentar