Jalan Muchtar Tabrani Bekasi Disiapkan Jadi Dua Arah, Drainase Ikut Ditata
BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan penataan Jalan Muchtar Tabrani untuk meningkatkan kelancaran lalu lintas sekaligus memperbaiki fungsi drainase di kawasan tersebut.
Rencana penataan itu mencakup perubahan fungsi jalan menjadi dua arah, pembebasan lahan pada sejumlah titik, serta pembangunan dan penataan saluran air di bagian tengah jalan.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meninjau langsung kondisi Jalan Muchtar Tabrani bersama tim Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) untuk melihat kebutuhan penataan kawasan tersebut.
Tri mengatakan penataan jalan dan drainase perlu dilakukan secara terpadu agar persoalan mobilitas kendaraan serta sistem pengendalian air dapat ditangani dalam satu perencanaan.
“Jalan ini kita siapkan untuk ditata menjadi dua arah. Bersamaan dengan itu, saluran air juga akan kita tata sehingga fungsi jalannya dan drainasenya sama-sama lebih baik,” kata Tri.
Menurutnya, rencana tersebut membutuhkan proses pembebasan lahan pada sejumlah titik di sepanjang koridor Jalan Muchtar Tabrani.
Pemerintah Kota Bekasi akan menyiapkan tahapan penataan dengan memperhatikan kebutuhan teknis serta ketentuan yang berlaku dalam proses pembangunan dan pembebasan lahan.
Tri meminta jajaran terkait menyusun perencanaan secara matang sebelum penataan dilakukan. Beberapa aspek yang perlu diperhitungkan antara lain kapasitas jalan, kondisi saluran air, serta kebutuhan ruang di sepanjang koridor tersebut.
Penataan Jalan Muchtar Tabrani diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kelancaran pergerakan kendaraan di kawasan tersebut.
Di sisi lain, perbaikan sistem drainase secara bersamaan diharapkan dapat meningkatkan fungsi saluran air dan mendukung penanganan persoalan genangan di kawasan sekitar.
Tri menegaskan, pembangunan infrastruktur harus berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
“Yang kita bangun harus menjawab kebutuhan warga. Jalan lebih lancar, saluran juga harus berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Menurut Tri, integrasi antara pembangunan jalan dan drainase penting agar penataan kawasan tidak dilakukan secara parsial.
Dengan perencanaan yang menyatukan kebutuhan transportasi dan pengelolaan air, pemerintah berharap pembangunan Jalan Muchtar Tabrani dapat menghasilkan infrastruktur yang lebih fungsional.
Pemkot Bekasi juga akan mempertimbangkan kondisi eksisting di sepanjang jalan, termasuk kebutuhan ruang dan titik-titik yang memerlukan penanganan khusus.
Proses penataan selanjutnya akan dilakukan berdasarkan hasil kajian teknis dan tahapan yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Tri mengatakan koordinasi antara perangkat daerah menjadi bagian penting untuk memastikan rencana penataan dapat berjalan sesuai kebutuhan kawasan.
Sebelumnya, Tri Adhianto bersama sejumlah dinas terkait juga menyusuri beberapa titik rawan banjir di wilayah Pondok Melati, Pondok Gede hingga Bekasi Utara menggunakan sepeda motor.
Peninjauan lapangan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi infrastruktur dan persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya berkaitan dengan jalan dan sistem drainase.
Pemkot Bekasi berharap penataan Jalan Muchtar Tabrani dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus mendukung mobilitas masyarakat dan pengelolaan air yang lebih baik.
Baca Juga
Komentar