Terbaru Hari Keenam Pascagempa NTT, Polri Kirim 249 Ton Bantuan dan Kerahkan 236 Personel
JAKARTA – Memasuki hari keenam pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Polri terus memperkuat operasi kemanusiaan dengan mengerahkan personel untuk evakuasi, pelayanan pengungsi, distribusi bantuan hingga pemulihan akses komunikasi di wilayah terdampak.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengerahan kekuatan Polri dilakukan secara berkelanjutan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Sejak awal bencana hingga memasuki hari keenam, Polri tetap konsisten hadir dan bergerak. Personel Brimob terus dikerahkan untuk membantu evakuasi dan pelayanan masyarakat, sementara dukungan logistik terus didorong ke wilayah terdampak,” ujar Trunoyudo, Kamis (20/8/2026).
Salah satu dukungan dilakukan Korbrimob Polri BKO Polda NTT. Pada Kamis (20/8/2026), sebanyak 10 personel yang dipimpin Ipda Alfonsius Anselmus membantu proses evakuasi korban menuju Posko Kesehatan Pengungsian di Desa Damer, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur bersama Basarnas.
Di Posko Pengungsian Barangkolong, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, personel TIK Korbrimob memasang perangkat Starlink dan Wontech di Posko Brimob. Fasilitas tersebut digunakan untuk mendukung akses komunikasi serta kebutuhan daya listrik bagi pengungsi dan relawan.
Sementara itu, lima personel Korbrimob yang dipimpin Danki Penugasan AKP Roy Ronaldo Dansu melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan melalui Posko Terpadu Polri Peduli Bencana Barangkolong. Bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk batita dan balita.
“Kebutuhan di setiap lokasi berbeda. Karena itu personel terus melakukan pendataan dan asesmen agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga. Selama masa tanggap darurat, pelayanan dan dukungan akan terus kami lakukan,” kata Trunoyudo.
Dari sisi logistik, hingga Kamis (20/8/2026), Polri mencatat sedikitnya 249,2 ton bantuan logistik dan kemanusiaan telah dikirim untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak gempa NTT. Jumlah tersebut merupakan akumulasi bantuan yang telah dikirim hingga 18 Agustus serta pengiriman tambahan melalui jalur udara pada 19 Agustus.
Pada Rabu (19/8/2026), Polri kembali mengirimkan 1,44 ton bantuan menggunakan pesawat CN-295 registrasi P-4501 dari Bandara Internasional Juanda menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo. Bantuan terdiri atas obat-obatan, selimut, sarung dan kasur lipat.
Selain melalui pesawat, Helikopter Bell 429 registrasi P-3202 mendistribusikan sekitar 100 kilogram bantuan dari Labuan Bajo menuju Reo, Kabupaten Manggarai. Bantuan tersebut antara lain berupa makanan, minuman, perlengkapan kebersihan dan kebutuhan rumah tangga bagi masyarakat serta personel di wilayah terdampak.
Dukungan Polri juga diperkuat dengan pengiriman 236 personel BKO ke Polda NTT. Personel tersebut memiliki kemampuan di bidang SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K-9, trauma healing, pengamanan serta distribusi bantuan.
Sebelumnya, pada Selasa (18/8/2026), Kapolri turut menyalurkan 3.500 paket bantuan sosial, 500 mainan anak-anak, 39 kasur, 10 tandon air dan 36 boks obat-obatan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur.
Polri memastikan penanganan bencana dilakukan melalui koordinasi dengan BNPB, BPBD, TNI, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar distribusi bantuan serta pelayanan kepada warga berjalan sesuai kondisi di lapangan.
“Penanganan bencana membutuhkan kerja bersama. Polri terus memperkuat sinergi dengan seluruh unsur terkait. Selama masyarakat masih membutuhkan bantuan, personel Polri akan terus berada di lapangan dan dukungan logistik akan terus kami dorong sesuai kebutuhan,” tegas Trunoyudo.
Memasuki hari keenam pascagempa, operasi kemanusiaan di NTT masih terus berlangsung. Polri memastikan pengerahan personel, kemampuan SAR dan dukungan logistik akan dilanjutkan sesuai perkembangan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Baca Juga
Komentar