Terbaru 17 Anak Terdampak Gempa Ende Ikuti Trauma Healing, Polri Bantu Pulihkan Rasa Takut
ENDE – Kepolisian Resor Ende memberikan pendampingan trauma healing kepada anak-anak terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut digelar di Pos Pengungsian Mandiri, Desa Lokoboko, Kecamatan Ndona, Kabupaten Ende, Minggu (16/8/2026).
Sebanyak 17 anak mengikuti kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WITA tersebut. Trauma healing diberikan oleh konselor Polres Ende, Aipda Yumias Markus Lete dan Brigpol Novi Asmiati, yang telah mendapatkan pelatihan khusus dari Polda NTT.
Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata mengatakan, trauma healing merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, terutama anak-anak yang mengalami kepanikan dan ketakutan setelah bencana.
“Anak-anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus setelah mengalami situasi bencana. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berupaya membantu mereka mengelola rasa takut dan cemas, sehingga secara bertahap dapat kembali merasa aman dan menjalani aktivitas seperti biasa,” ujar Yudhi.
Dalam pendampingan tersebut, para konselor mengajak anak-anak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan. Pendekatan ini dilakukan untuk membantu anak-anak mengembalikan keseimbangan emosional dan mental setelah menghadapi situasi yang menimbulkan kepanikan.
Menurut Yudhi, kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan hiburan kepada anak-anak. Pendampingan juga diarahkan untuk membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri mereka setelah terdampak bencana.
“Yang kami lakukan bukan hanya memberikan hiburan, tetapi juga membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri anak-anak. Kami ingin mereka memahami bahwa mereka tidak sendiri dan ada banyak pihak yang peduli serta siap membantu,” katanya.
Kegiatan trauma healing menjadi salah satu bentuk dukungan Polri kepada masyarakat terdampak gempa, khususnya kelompok anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih dalam masa pemulihan pascabencana.
Polres Ende juga memastikan kehadiran personel tidak hanya berfokus pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi turut memberikan dukungan kemanusiaan bagi warga yang berada di lokasi pengungsian.
“Kehadiran Polri tidak hanya dalam aspek pengamanan, tetapi juga memberikan dukungan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak bencana. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat dan membantu anak-anak kembali ceria,” tutur Yudhi.
Melalui kegiatan tersebut, Polri berharap anak-anak terdampak gempa dapat secara bertahap kembali menjalani aktivitas dengan rasa aman. Pendampingan psikososial juga diharapkan membantu mereka melewati masa pemulihan setelah bencana yang melanda wilayah Flores.
Baca Juga
Komentar