RSUD Cabangbungin Bekasi Terpilih Dukung Pengembangan Dokumen Klaim Elektronik SATUSEHAT Kemenkes
KABUPATEN BEKASI – RSUD Cabangbungin Kabupaten Bekasi kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional setelah terpilih sebagai salah satu rumah sakit pengembang Integrasi Dokumen Klaim Elektronik (DKE) melalui platform SATUSEHAT Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Pencapaian tersebut ditandai dengan pelaksanaan Assessment One to One Dokumen Rekam Medis Elektronik (RME) di RSUD Cabangbungin pada Jumat (17/7/2026) sebagai bagian dari pengembangan sistem klaim digital nasional.
Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Hj. Erni Herdiani, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil implementasi penuh atau 100 persen bridging Rekam Medis Elektronik (RME) menggunakan SIMRS KHANZA yang telah terintegrasi dengan platform SATUSEHAT.
Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kesiapan RSUD Cabangbungin dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan sekaligus memperkuat sistem pelayanan berbasis teknologi di Kabupaten Bekasi.
"Transformasi digital bukan hanya milik rumah sakit besar di kota-kota besar. RSUD Cabangbungin berkomitmen untuk terus berinovasi, berkolaborasi, dan memanfaatkan teknologi guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih cepat, mudah, aman, dan berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bekasi," ujar dr. Hj. Erni Herdiani.
Dari sekitar 3.200 rumah sakit di Indonesia, hanya sebagian kecil yang berhasil menyelesaikan integrasi sistem secara optimal. RSUD Cabangbungin menjadi salah satu rumah sakit yang dipercaya mengikuti pengembangan Dokumen Klaim Elektronik, bersama sejumlah rumah sakit rujukan nasional lainnya.
Kepercayaan tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem klaim digital yang akan mendukung integrasi layanan antara SATUSEHAT dan BPJS Kesehatan.
"Kepercayaan yang diberikan kepada RSUD Cabangbungin menjadi dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan berbasis teknologi sekaligus memastikan masyarakat memperoleh layanan yang semakin efektif dan efisien," katanya.
Keberhasilan tersebut juga didukung penggunaan SIMRS KHANZA sebagai sistem informasi manajemen rumah sakit yang telah terintegrasi dengan berbagai platform nasional, di antaranya SATUSEHAT, BPJS Kesehatan VClaim, Antrean Online BPJS, Mobile JKN, INA-CBG's, hingga berbagai layanan klaim BPJS lainnya.
Integrasi tersebut dikembangkan oleh Tim Teknologi Informasi RSUD Cabangbungin yang dipimpin Kepala SIRS dr. Salim Mulyana, M.M.
Melalui sistem tersebut, pertukaran data pelayanan kesehatan dapat dilakukan secara cepat, aman, akurat, serta memenuhi standar interoperabilitas nasional sehingga mendukung implementasi sistem klaim berbasis data SATUSEHAT.
Pelaksanaan assessment turut dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, BPJS Kesehatan Pusat, BPJS Kesehatan Cabang Cikarang, jajaran manajemen RSUD Cabangbungin, tim rekam medis, casemix, verifikator klaim, tim teknologi informasi, unit pelayanan, hingga pengelola SIMRS KHANZA.
Kehadiran seluruh pemangku kepentingan tersebut menjadi bentuk sinergi dalam mempercepat transformasi digital pelayanan kesehatan nasional.
RSUD Cabangbungin juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pengembangan sistem tersebut, mulai dari Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, hingga tim pengembang SIMRS KHANZA.
Pengembangan Dokumen Klaim Elektronik (DKE) diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi sistem pembiayaan kesehatan di Indonesia. Dengan dukungan Tanda Tangan Elektronik (TTE), proses klaim BPJS Kesehatan akan berlangsung lebih cepat, efisien, transparan, akuntabel, serta memiliki tingkat keamanan dokumen digital yang lebih tinggi.
Melalui inovasi tersebut, RSUD Cabangbungin menegaskan komitmennya mendukung Transformasi Sistem Kesehatan Nasional, khususnya pada pilar Transformasi Teknologi Kesehatan, melalui implementasi Rekam Medis Elektronik, interoperabilitas data kesehatan, serta digitalisasi proses klaim guna menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.
Baca Juga
Komentar